Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 44 - Mengungkap Kebenaran II


“Formasi teleportasi tersebut menghubungkan dua tempat yaitu Blood City dengan Silver City, dan kedua formasi ini sudah terpasang lebih dari sepuluh tahun. Sebelumnya aku tak berniat meledakannya tapi karena serangan yang terjadi di Silver City aku memutuskan untuk meledakannya karena mungkin ini adalah jalur bantuan mereka.” Ray melanjutkan penjelasannya.


“Ray sejak kapan kau sudah menemukan tempat-tempat ini? Dan kenapa kau tidak memberitahu pihak kerajaan tentang ini?” Chris raja saat ini mempertanyakan alasan Ray menyembunyikan hal-hal ini dari pihak kerajaan.


“Paman Chris jika aku mengatakan kalau pihak Ras Iblis sudah menyusup ke Silver City sejak enam belas tahun yang lalu, apakah aka nada yang percaya?” Ray menatap Chris sebentar, sebelum menggelengkan kepalanya. Meski pun Ray sendiri bukan Ray yang asli tapi dari ingatan yang dimiliknya, sebelumnya Ray asli hanya bisa dibilang berbakat dalam sihir dan pedang saja dan sikapnya sering membuat masalah. Bahkan banyak yang menyebutnya tuan muda hedonistik.


“Ini...” mendengar ucapan sarkastik Ray, membuat Chris langsung terdiam. Karena memang seperti ucapan Ray kalau dia mengatakan hal semacam itu kebanyakan orang di tempat ini hanya akan menjadikannya omong kosong belaka.


“Aku tahu kalian tak akan pernah mendengarkan penjelasan orang seperti ku, dan aku sendiri juga sadar diri dengan reputasi ku sampai saat ini. Jika hal ini tak berhubungan dengan kematian ibu ku dan sampah ini aku juga tak mau repot-repot terlibat.” Ray menatap Chris tajam, lalu memandang setiap orang di dalam aula. Lalu dia menyeret Mark yang sedang tak berdaya.


“Selain itu Paman Chris, Kakek Julius, Kakek Juan, Kakek Estas, dan semua anggota rapat yang ada di aula ini. Ada hal lain lagi yang aku temukan saat menyelidiki masalah ini dan itu tentang sampah ini.” Ray menyeret Mark ketengah aula, membuat semua tatapan mata menuju ke arahnya.


“Ray, ini...” Julius berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke tengah aula sebelum Estas menghentikannya.


“Julius, sebenarnya Mark...” Estas mencoba menjelaskan pada Julius tentang kondisi Mark, namun Ray memotong ucapannya.


Semua orang di dalam aula terkejut melihat kejadian di tengah aula yang berlangsung terlalu cepat, sementara itu dalam beberapa detik tubuh Mark mulai layu dengan kecepatan yang dapat dilihat mata telanjang. Lalu secara perlahan tubuh Mark mulai melapuk sebelum berubah menjadi debu dan tersebar di udara. Kondisi yang terjadi pada Mark menunjukan tubuhnya telah lama mati dan hanya bisa bertahan karena masih menjadi inang serangga pengendali.


“Ini, ini...ini...” Julius tergagap tak percaya dengan apa yang dilihatnya, dirinya benar-benar shock melihat putranya tewas dengan cara yang mengerikan. Tapi yang membuatnya lebih tak percaya adalah dia sendiri tak menyadari putranya sudah lama dikendalikan.


“Julius hal inilah yang ingin ku katakan pada mu sejak awal.” Estas menghela nafas melihat keadaan sahabatnya.


“Ini, ini sejak kapan kalian mengetahuinya?” Suara Julius masih terdengar bergetar.


“Aku sudah mengetahuinya sejak beberapa bulan yang lalu, sedangkan Kakek Estas baru mengetahuinya beberapa saat yang lalu. Saat aku mengetahui kalau orang ini memiliki serangga pengendali tubuhnya sudah sepenuhnya dikendalikan oleh serangga ini. Dengan kata lain serangga ini sudah menjadikan orang ini sebagai inangnya lebih dari lima belas tahun yang lalu.” Ray menjelaskan hal yang ditemukannya setelah semua penyelidikannya pada Mark.


“Sudah selama itu...”