Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 41 - Pergi ke Istana


Ray, Vali dan Estas menuju ke istana menggunakan kereta kuda karena keadaan tubuh Vali yang masih lemah. Dalam perjalanan ke istana Estas banyak menanyai Ray tentang apa yang terjadi pada dirinya sejak insiden penyerangan yang dilakukan Mark.


Menanggapi pertanyaan Estas, Ray hanya menjawab dengan jujur apa yang dilakukannya setelah insiden itu dengan pengecualian tentang dirinya yang merupakan transmigator dan sistem yang diberikan dewa padanya.


“Kau sepertinya mendapat banyak masalah nak.” Estas menghela nafas pelan, menurutnya hal dialami Ray tidak seharusnya terjadi pada anak seusianya.


“Tapi aku tak mengira kau menjadi bagian Dark Note sekarang.” Vali justru lebih tertarik pada fakta Ray bergabung dengan salah satu kekuatan bawah tanah Silver Moon Kingdom.


“Semua itu karena keadaan, selain itu aku juga memerlukan banyak informasi untuk bisa tetap tak terlacak.” Ray menjawab tenang ketertarikan Vali.


“Jadi kau melakukannya hanya karena tak ingin ditemukan?” Vali menggelengkan kepalanya.


“Kurang lebih seperti itu, tapi bukannya aku sudah meminta Aaron memberitahu mu dan bibi kalau aku masih hidup?” Ray berbalik bertanya pada Vali.


“Ah, memang ada seseorang yang menyampaikan pesan kalau kau masih hidup, tapi orang itu tak memberitahu


identitasnya. Ngomong-ngomong siapa Aaron ini?” Vali justru bingung dengan identitas Aaron.


“Dia adalah salah satu jendral dibawah ayah mu sebelum ayah mu meninggal 16 tahun yang lalu, sekarang dia menjadi mata-mata kerajaan.” Estas menjawab pertanyaan Vali.


“Kau mungkin berpikir kerajaan tak adil padanya kan?” Estas menatap Vali.


Tanpa menunggu Vali menjawab Estas melanjutkan penjelasannya, “Aaron kehilangan salah satu matanya dalam pertempuran yang merenggut nyawa ayah mu, saat ini dia menanamkan kristal cahaya disalah satu matanya untuk bisa melihat dengan lebih baik. Tapi dengan memasang kristal cahaya berarti dia akan mempersempit sudut pandang matanya, membuatnya tak cocok dalam pertarungan skala besar.”


“Lalu kenapa Aaron ini tidak pensiun saja?” Vali kembali bertanya.


“Dia selalu menyalahkan dirinya atas kematian Ernest, dia selalu bilang jika saja dirinya lebih kuat saat itu Ernest


tak akan mati. Karena itu dia ingin lebih banyak melayani kerajaan ini walau pangkatnya turun sebagai mata-mata sekalipun.” Terlihat ketidakberdayaan di wajah Estas saat membahas tentang Aaron, karena Aaron juga salah satu prajurit yang didiknya secara langsung. Meski bakat Aaron biasa-biasa saja tapi dia adalah seorang pekerja keras di mata Estas.


Pembicaraan tiga orang dalam kereta terus berlangsung, membahas semua hal yang dilakukan Ray selama dia menghilang. Setelah melewati beberapa blok perumahan dan daerah inti tempat para bangsawan tinggal, kereta kuda yang ditumpangi tiga orang sampai di depan sebuah istana putih keperakan yang dikelilingi parit.


Istana ini tak lain adalah Moon Palace. Luas istana ini sendiri lebih dari seperlima ukuran Silver City. Dengan tembok setinggi lima meter yang mengelilingi Moon Palace dan beberapa Menara pengawas yang dibangun mnegikuti alur tembok.


Saat kereta kuda tiba di depan jembatan batu yang menghubungkan kedua sisi parit, seorang penjaga menghampiri kereta kuda. “Tuan Estas, Yang Mulia sudah menunggu di dalam.”


Estas membuka tabir kereta dan mengangguk “Pimpin jalannya.” Kereta kuda yang ditumpangi tiga orang memasuki Moon Palace.