Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 25 - Bahaya Datang


Sama seperti Ray menyadari kedatangan Vali, Vali juga langsung mengenali Ray meski dengan topeng yang menutupi wajahnya. Vali dan pasangannya mendekati kelompok Yuri, Elli dan Ray.


"Selamat malam Nona Yuri, Nona Elli, dan..." sapaan Vali terhenti saat melihat gerakan tangan Ray.


"Tuan muda, nama ku Ray." Ray menyela Vali berpura-pura memperkenalkan dirinya.


"Nama ku Vali Rogue dan ini tunangan ku Miria Schtrom." Vali memperkenalkan dirinya dan perempuan disampingnya. Miria tersenyum ramah dan memberi hormat.


"Tuan Vali beruntung memiliki pasangan yang anggun." Ray memuji Vali.


"Tidak seberuntung Tuan Ray yang bisa menghabiskan banyak waktu dengan dua gadis cantik." Vali tersenyum penuh makna.


Mendengar ucapan Vali, Ray malah tersenyum lebar. "Ini adalah keberuntungan seorang bujang."


Saat suara Ray turun, dia merasa tatapan dingin dari samping. Elli sedang menatapnya dengan dingin, "Jangan bilang Elli benar-benar suka pada ku?" Pikir Ray.


Meski Ray juga menikmati saat bersama Elli, tapi keadaannya sekarang tidak membiarkannya untuk berpikir tentang cinta atau semacamnya. "Setidaknya aku perlu menyelesaikan skema besar yang diarahkan pada keluarga ku sebelum bisa menikmati hidup" gumam Ray pelan.


Melihat Elli masih menatapnya dingin, Ray mencoba mengalihkan topik. "Ah, ini sangat jarang untuk melihat cucu pahlawan kerajaan. Apa kita bisa melakukan pembicaraan pribadi? Dan biarkan para gadis menikmati obrolannya."


"Iya, aku tak masalah. Miria bisa kau temani Nona Yuri dan Nona Elli sebentar? Ada hal yang perlu aku bicarakan dengan tuan Ray." Vali meminta Miria menemani Yuri dan Elli sementara waktu.


"Iya, selesaikan urusan mu segera." Miria sebenarnya sudah melihat sikap kurang wajar Vali, tapi tidak membahasnya karena dia tahu Vali hanya bersikap seperti ini jika berhubungan dengan keluarganya.


Di sisi lain Elli yang sudah tahu kalau Vali adalah sepupu Ray, juga mulai menghubungkan beberapa hal. Elli sebenarnya orang yang cerdas. Jika bukan karena sifatnya yang terlalu mudah terbawa emosi, Elli bisa dibilang yang terbaik dalam pengelolaan informasi.


Akhirnya Ray dan Vali meninggalkan ketiga gadis untuk memberi ruang mereka mengobrol. Ray dan Vali berjalan kesudut ruangan setelah mengambil minuman dari meja.


"Kau bisa menanyakan apa yang ingin kau ketahui. Selama itu bukan informasi yang berbahaya untuk diketahui akan ku beri tahu." Ray membuka pembicaraan dengan Vali.


"Kemana kau beberapa bulan ini? Ibu ku sangat mengkhawatirkan mu." Vali tidak berfokus pada alasan Ray menjadi 'orang hilang' tapi ingin tahu keadaanya dan dimana dia tinggal.


"Kau bisa lihat aku baik-baik saja, katakan pada Bibi Eva tak perlu khawatir pada ku. Aku akan baik-baik saja selama tidak ada orang setingkat Kakek Estas yang menyerang ku. Dan untuk tempat tinggal aku tak bisa mengatakannya sekarang."


"Kenapa? Apa orang itu memaksamu? Kau tak perlu lagi khawatir ayah mu, Mark sudah dilucuti semua kekuasaannya." Vali mencoba meyakinkan Ray.


"Jadi kau juga sadar kami mencari mu? Lalu kenapa kau tidak kembali? Apa ada masalah lain?" Vali baru menangkap maksud Ray. "Pasti ada hal lain yang membuatnya khawatir, dan itu lebih berbahaya daripada saat dia dinyatakan mati" pikir Vali.


"Memang ada masalah lain, tapi sebelum itu bisa tolong minta Kakek Estas memeriksa Mark. Jika Kakek memerhatikan dengan serius dia akan tahu hal yang ku temukan."


"Baiklah, aku akan meminta kakek. Dan soal pertemuan kita besok malam..." Vali agak ragu saat ingin mengatakan akan membiarkan Estas mengikutinya bertemu Ray.


"Kau juga bisa mengajak Kakek Estas, aku yakin hanya perlu sehari untuknya mencari hal yang ku temukan." Ray menyela ucapan Vali.


"Kau bahkan tahu apa yang akan ku katakan."


Vali dan Ray melanjutkan percakapan mereka, membahas tentang hal-hal kecil dan masalah yang ditimbulkan akibat menghilangnya Ray.


"Aku..." ucapan Ray berhenti saat dia merasa hawa dingin dari pintu masuk. Ray sudah berulang kali bertarung dengan Binatang Iblis dan merasakan nyawanya terancam, karena itu instingnya akan bahaya sangat tinggi.


"Ini kehadiran orang yang sudah melakukan banyak pembunuhan." Pikir Ray. Mengalihkan pandangannya ke pintu masuk, Ray melihat sekelompok pria dan wanita dengan kehadiran kuat.


"Vali kau tahu siapa mereka?" Ray menanyakan kelompok orang yang baru masuk.


"Aku tidak tahu mereka, sepertinya mereka bukan bangsawan dan juga bukan orang Akademi Silver Moon." Vali agak bingung mengapa Ray tiba-tiba menanyakan tentang kelompok yang baru datang.


"Mereka punya kehadiran yang dingin. Mungkin akan ada masalah di pesta dansa ini." Ray memberi tahu apa yang ia temukan.


"Kau yakin? Kenapa aku tak merasakannya?" Vali ragu.


"Vali kau orang cerdas dan berbakat, tapi kau masih memiliki satu kekurangan. Vali kau belum pernah merasa hampir mati."


Perkataan membuat Vali sadar, memang orang-orang yang pernah hampir mati dapat merasakan bahaya lebih jelas. "Apa yang harus kita lakukan?"


"Kau lindungi saja Miria, Elli dan Yuri. Aku akan mengurus mereka, jika terjadi masalah." Ray memberi Vali instruksi.


"Kau yakin? Ada dua orang yang lebih kuat dari ku dalam kelompok mereka."


"Apa kau lupa? Aku mengalahkan Varian Binatang Iblis tingkat 9 dengan dua serangan. Kecuali yang datang orang sekuat Kakek Estas, kau tak perlu khawatir." Ray meyakinkan Vali.