Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 142 - Percakapan I


“Will, Vali, kenapa kalian diam saja? Jangan bilang kalian ketakutan karena tekanan ku sebelumnya?” Ray tertawa kecil menggoda William dan Vali.


“Yah, jujur saja penampilan mu tadi membuat ku sedikit terkejut. Aku bahkan sempat berpikir apakah kau benar-benar Ray yang ku kenal?” William tertawa kecil saat mendengar celetukan Ray.


Sudah hampir satu tahun sejak William bertemu Ray, meski mereka cukup dekat saat masih anak-anak tapi setelah tumbuh dewasa mereka sudah semakin jarang berbicara dan bertemu karena tujuan dan prioritas mereka yang berbeda.


William ingin menjaga stabilitas kerajaan dan memastikan Silver Moon Kingdom tidak jatuh akibat serangan Ras Iblis maupun kolusi dan masalah internal kerajaan. Sementara Ray hanya ingin lingkungan hidup yang baik dimana orang tidak dibeda-bedakan berdasarkan status dan asal kelahiran mereka, tapi mereka dinilai dari kemampuan dan usaha mereka sendiri.


Ray dan William yang paham kalau kedua tujuan mereka tak bisa memiliki titik temu di masa depan memutuskan untuk mengambil jalan masing-masing untuk impian mereka sendiri. William mulai belajar ilmu politik dan startegi militer karena dia tidak memiliki cukup bakat untuk berlatih sihir dan kemampuan pertarungan, sementara itu Ray mendalami ilmu ekonomi, pengumpulan informasi, penyusupan dan juga melatih kemampuan sihir dan bertarungnya.


“Setiap orang akan berubah seiring mereka beranjak dewasa, bukankah kau juga sama? Selain itu kita sudah hampir tidak berhubungan selama setahun.” Jawab Ray dengan santai.


“Yah, itu karena kau mengimpikan sesuatu yang luar biasa. Aku tak bisa membayangkan dunia kesetaraan yang kau impikan untuk muncul tanpa pertumpahan darah.” William masih berpikir mimpi Ray terlalu sulit dicapai dan mungkin hanya akan menimbulkan pemberontakan di masa depan.


“Will, bukannya kau disini karena kau terlibat masalah dengan para bangsawan korup itu? Jika tidak Paman Chris tidak akan mengirim mu ke tempat ini dan juga masih banyak cara untuk melakukan revolusi yang ku inginkan.” Ray berkata dengan tegas saat wajahnya berubah serius.


“Hai, jika saja kau mau bergabung ke dalam keluarga kerajaan aku berpikir kau lebih cocok menjadi Raja berikutnya daripada aku.” William menghela nafas panjang saat melihat ekspresi tegas Ray.


“Hentikan pembicaraan tak berguna ini, bukankah sebaiknya kau mulai menjelaskan mengapa kau di sini sekarang? Meskipun aku sudah tahu tujuan mu tapi lebih menyenangkan untuk mendengarnya langsung.” Ray mengalihkan pembicaraan.


“Seperti yang pernah kau sebutkan sebelumnya, Duke Gremory mulai membuat pergerakannya dan merekut bangsawan lain yang tidak puas dengan pihak kerajaan. Selain itu mereka mulai mengumpulkan pasukan dengan menggunakan nama mu.” William langsung menuju kearah topik utama.


Ray yang mendengar penjelasan William langsung memandangnya dengan aneh. “Will? Apa kau meninggalkan otak mu di rumah? Bagimana kau menanyakan hal bodoh seperti ini pada ku?”


“Apa maksud mu Ray?” Alis William mengkerut saat mendengar perkataan Ray.


“Maksud ku apa kau tidak tahu kalau aku sudah mempermalukan Carl Gremory sebelumnya? Itu juga alasan mengapa bandot tua itu kehilangan kendali sebelumnya.” Ray menjelaskan sambal menunjuk Zeoticus yang masih meringkuk ketakutan.


“Kapan kau mempermalukan bocah sombong itu?” William bingung dengan informasi yang baru diterimanya.


“Sebelum aku berangkat ke Hutan Kematian. Jangan bilang kau sama sekali tak mengetahuinya? Apa kau tak punya jaringan informasi yang memadai?” Ray sedikit merasa aneh saat melihat William bingung.


“Aku sama sekali belum mendengar tentang itu.” William hampir menaikan suaranya.


“Nah, kalau begitu kau perlu melakukan ‘pembersihan rumah’ terlebih dahulu sebelum kembali pada ku untuk meminta bantuan ku. Selain itu dengan info ini kau bisa membuat mereka berhenti menggunakan nama ku.” Ray memberi saran pada William.


“Sepertinya yang kau katakan benar, aku akan melakukannya saat aku kembali ke Silver City.” William mengangguk.


“Oh, dan juga Vali. Aku mendengar Kakek Estas menyetujui dua orang putri untuk mengikuti perburuan ini? Jangan bilang mereka ingin menjodohkan ku atau semacamnya?” Ray beralih ke Vali yang sudah diam sejak awal.


“Ah, itu... Bagaimana aku mengatakannya... Kakek hanya bilang kau bisa mengurusnya dengan sopan dan tak masalah apapun keputusan mu dia tidak akan mengeluh. Jujur aku sendiri tak tahu apa maksudnya...” Vali menjelaskan pesan yang diberikan Estas pada Ray dengan nada bingung.


“Hm...” Vali menoleh kea rah Ray.


“Kau perlu lebih dewasa dan cerdas...” Kata Ray dengan wajah lurus dan bijak.


“Entah mengapa aku merasa kau sedang mengataiku sekarang...” Vali kembali menatap Ray dengan alis berkerut.


“Hahaha... Tentu saja tidak. Oh, ngomong-ngomong dimana kedua putri itu? Seharusnya salah satunya adalah Ying Yueru bukan?” Ray mengalihakan topik kembali.


“Iya, itu Putri keempat Qin Empire, Ying Yueru dan juga Putri ketiga Gizakia Kingdom, Alice Zhirkov.” William menjawab dengan tenang.


“Dua orang putri yang terlahir dari selir ya... Dua orang tua licik itu melakukan langkah yang besar hanya untuk merekrut ku? Yah, jika mereka sudah tahu tentang Bom Air yang kembali ku ciptakan... membuat hal ini menjadi lebih masuk akal...” Gumam Ray pelan.


“Bagaimana Ray? Apa yang akan kau lakukan sekarang?” Tanya Vali ingin tahu.


“Yah, biarkan aku bertemu mereka terlebih dahulu... Jujur aku tak terlalu suka dekat Ying Yueru karena gadis ini penuh perhitungan dan skema yang merepotkan, dan untuk Alice Zhirkov sendiri aku sama sekali tidak mengenalnya selain dari informasi yang ku kumpulkan.” Ucap Ray pelan.


Vali dan William yang mendengar kalau Ray sudah mengenal dan mengumpulkan informasi tentang kedua orang putri menunjukan ekspresi terkejut.


“Ray, apa kau sudah tahu kalau kedua kerajaan akan mengirimkan putri mereka?” Tanya William menyelidik,


“Itu hanya dugaan yang ku buat dari semua informasi yang ku ketahui, aku yakin hal semacam ini akan terjadi setelah memilah semua informasi yang ku ketahui.” Jawab Ray tenang.


“Ray, apa kau benar-benar tak tertarik menjadi Raja Silver Moon Kingdom?” Tanya William sambal menghela nafas.


“Tidak tertarik, tapi aku tertarik menjadi raja yang lain...” Ucap Ray santai.


“Raja apa?” Vali bingung dengan ucapan Ray.


“Raja Harem... hahaha...” Celetuk Ray sembari tertawa lepas.


Sementara itu Vali dan William yang mendengarnya hampir terjatuh karena tersandung kaki mereka sendiri.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Maaf sebelumnya, karena masih terlalu banyak pekerjaan dan kewajiban di dunia nyata, saya baru bisa update sekarang. Dan saya juga baru saja kembali dari perjalanan kerja saya.


Terimakasih sudah mendukung dan mengikuti cerita saya sejauh ini. Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang membangun tulisan saya.


See you next chapter and have fun...