
Setelah pertandingan dimulai sesuai dengan aba - aba Ray, kedua tim langsung bersiap menyerang satu sama lain. Namun yang mengejutkan Ray adalah saat James langsung menyergap salah satu anggota Tim 2 hanya beberapa detik setelah pertandingan dimulai dan berhasil membuatnya jatuh pingsan setelah satu pukulan tepat mengenai lehernya.
Serangan sergapan James langsung membuat Tim 14 berada di posisi yang lebih diunggulkan sejak awal pertandingan. Karena itu tak butuh wkatu lama sebelum Tim 14 berhasil menjatuhkan semua anggota Tim 12.
Ray yang melihat pertandinga final yang berlangsung tidak sesuai dengan prediksinya hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Kali ini James benar – benar berhasil menunjukan tentang kekuatan satu orang yang mengubah jalannya pertempuran.” Gumam Ray pelan.
“Tapi bakat, kemampuan, kewaspadaan, dan kecerdasannya memang luar biasa. Aku tak tahu bagaimana bisa dia menyembunyikan kemampuannya tanpa terdeteksi oleh ku, tapi hal ini justru yang membuatnya semakin menarik.” Batin Ray dalam hati di saat yang sama sebuah senyum tersungging di wajahnya.
“Baiklah dengan ini pertandingan evaluasi selesai dan dimenangkan oleh Tim 14. Aku akan memberikan Tim 2 waktu istirahat lima belas menit sebelum melakukan hukumannya. Dan yang terakhir dalam waktu satu jam dari sekarang semua tim yang berhasil masuk semi final akan berkumpul di tempat ini. Sekarang semuanya bisa bubar!” Ray memberikan arahanya sebelum membubarkan kelompok prajurit.
Setelah Ray selesai memberikan arahan, semua prajurit mulai membubarkan diri dan mencari tempat untuk memulihkan diri dari rasa sakit dan kelelahan. Bagi mereka ini pertama kalinya ada evaluasi dengan cara yang gila seperti ini, bahkan tes kelulusan Sekolah Militer mungkin hanya setengah dari kesulitan yang sekarang.
Sementara itu, Ray mengeluarkan dua puluh buah pedang dari spatial ring miliknya. Diantara dua puluh pedang yang dikeluarkan Ray hanya lima yang terlihat berbeda dan memiliki aura sihir di dalamnya. Tapi jika diperhatikan dengan benar, semua pedang yang baru saja dikeluarkan Ray adalah Magic Tool dengan yang terendah berada di Copper Low-Tier dan yang tertinggi berada di Silver High-Tier.
Jika dua puluh pedang yang dikeluarkan Ray dikelompokan sesuai tingkatnya, maka akan ada sepuluh Copper Low-Tier, lima Copper Top-Tier, empat Silver Mid-Tier dan satu Silver High-Tier. Awalnya Ray hanya berniat memberikan mereka Magic Tool Silver Mid-Tier paling banyak, tapi karena melihat penampilan James yang luar biasa dia berniat memberikan hadiah yang lebih baik dari keempat rekannya.
Sementara Ray memilah Magic Tool yang akan dia hadiahkan pada para prajurit tak terasa waktu istirahat satu jam telah berlalu dan semua prajurit yang berhasil masuk semi final sudah berkumpul di atas panggung yang sebelumnya digunakan untuk pertandingan evaluasi.
Para prajurit hanya diam dan tidak menjawabnya walau dalam hati mereka merasa kesal dan teraniaya. Mereka sudah mendapatkan pelajarannya sendiri, kalau berdebat dengan Ray hanya akan membuat mereka lebih sengsara.
“Yah, tak masalah kalau kalian tak mau menjawab. Dan karena sesi evaluasi dan hukuman sudah selesai maka sekarang kita bisa maju ke sesi hadiah bagi para pemenang.” Ray tersenyum cerah saat mengungumkan tujuannya.
Sementara itu para prajurit hanya terdiam dan melihat Ray dengan seksama untuk memastikan apakah ini sebuah jebakan atau tipuan lain yang dibuat Ray untuk menyiksa mereka. Namun, setelah memeriksa beberapa saat mereka tidak menemukan apa pun jadi salah satu prajurit memberanikan diri untuk bertanya, “Pak, apa kau baru saja mengatakan sesi hadiah?”
“Iya benar. Apa aku tak mengatakan pada kalian kalau yang memenangkan pertandingan evaluasi akan mendapatkan hadiah?” Ray menggaruk bagian belakang kepalanya dengan wajah tak bersalah.
Para prajurit yang melihatnya bermain bodoh benar-benar ingin melompat dan meninju wajah tak tahu malu milik Ray. Tapi pada akhirnya mereka memutuskan untuk pasrah dan menerima karena tahu mereka sama sekali bukan tandingan Ray. Namun, meski mereka menerimanya mereka masih menunjukan wajah penuh kekesalan kepada Ray dan menjawab dengan teriakan keras, “TIDAK PAK!!!”
“Oh, iya kah? Maaf aku lupa?” Ray masih menggaruk bagian belakang kepalanya sambil tertawa kecil.
Para prajurit hampir meledak karena marah tapi mereka akhirnya bisa menenangkan diri setelah mengingat kekuatan luar biasa Ray. “Sialan, orang ini benar-benar menyebalkan. Jika bukan karena kekuatannya terlalu kuat kami akan mengalahkannya dengan jumlah.” Batin semua prajurit.
“Karena semuanya sudah tenang, mari kita lanjutkan sesi hadiah kita.” Ray kembali tersenyum dan melanjutkan sesi hadiah miliknya.