Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 30 - Kekacauan IV


“Roaaaarrrr!!!” Pada saat yang sama monster lava raksasa muncul merubuhkan seluruh White Feather Restauran.


Ray dan kelompoknya berhasil selamat dari runtuhnya White Feathers Restauran tanpa terluka, begitu juga sebagian besar tamu undangan di lantai lima White Feather Restauran. Sementara itu Pria Suku Sayap Hitam dan kelompoknya melayang diatas reruntuhan White Feathers Restauran.


“Ini adalah Hellbound Lava Beast, kekuatan miliknya hampir setara dengan Tingkat Kaisar.” Ray mengencangkan alisnya saat mengenali monster raksasa yang baru saja dipanggil.


“Nak, kau punya kemampuan dan pengetahuan yang luar biasa. Sayangnya kau seorang manusia, jadi aku tak bisa membiarkan mu tumbuh sepenuhnya.” Pria Suku Sayap Hitam itu tersenyum kejam.


Suara Pria Suku Sayap Hitam baru saja jatuh, sebuah bayangan merah melesat dari istana. Itu adalah sosok pria paruh baya berumur 40-an dengan rambut merah menyala, yang tak lain adalah Estas Rogue mantan panglima tertinggi Silver Moon Kingdom.


Melihat sosok yang datang Pria Suku Sayap Hitam hanya tersenyum tipis. “Pak tua Estas, akhirnya kau datang. Sepertinya orang-orang ku cukup mampu menahan mu.”


“Mereka memang cukup mampu, karena beratarung tanpa memerhatikan nyawanya. Melatih prajurit seperti mereka pasti perlu banyak usaha. Bukankah begitu Mephistoteles?” Estas menanggapi santai.


Perkataan Estas mengejutkan semua orang, karena Mephistopeles bukanlah nama melainkan julukan yang dimiliki jendral muda terkuat Blood Sun Empire. Nama asli Mephistopeles tak pernah diketahui, info tentang dirinya yang disebarkan Kaisar Blood Sun Empire hanyalah suku dan usianya. Mephistopeles baru berusia 40 tahun, usia yang cukup muda untuk seorang jendral tinggi.


Rumor semakin menjadi-jadi setelah lima tahun yang lalu, pertempuran besar antara tiga kerajaan manusia melawan Blood Sun Empire yang merupakan kekaisaran terbesar ras iblis. Dalam pertempuran terakhir dua jendral besar ras iblis Baal Sairarorg dan Mephistopeles bertarung melawan empat jendral besar dari ketiga kerajaan manusia. Pada pertempuran ini Baal Sairarorg menghadapi Estas, sementara Mephistopeles menghadapi tiga jendral yang lainnya.


Pertarungan antara Baal dan Estas berlangsung seimbang tanpa ada yang memiliki keunggulan, sementara pertarungan antara Mephistopeles dan tiga jendral lainnya justru tak sesuai dengan perkiraan. Mephistopeles yang sendirian melawan ketiga jendral justru memiliki keunggulan tipis, selain itu kemampuan Mephistopeles yang dapat mengendalikan api hitam kehancuran yang merupakan salah satu teknik milik Kaisar Iblis Diablo yang hampir tak ada ras iblis yang mampu menguasainya.


Kemampuan Mephistopeles dalam mengendalikan api hitam membuatnya dikaitkan dengan Kaisar Iblis Diablo, seribu tahun yang lalu Diablo menggunakan sihir yang sama untuk melenyapkan sebuah kerajaan besar. Kejadian itu terekam dalam catatan sejarah dari ketiga ras karena itu adalah awal mula pertempuran besar seribu tahun yang lalu.


“Pak tua Estas, apa kau memiliki cukup kemampuan untuk menghentikan ku? Kau perlu mengurus si besar itu dulu.” Mephistopeles tersenyum sinis saat mengarahkan pandangannya kea rah monster lava raksasa yang baru saja dia panggil.


“Cih... kau pikir aku dating kesini tanpa persiapan?” Estas mengeluarkan pedang hitam dari dalam spatial ring miliknya. Pedang panjang bermata hitam bersinar dengan warna hitam kelam membuktikan pedang ini sudah menghabisi banyak nyawa.


“Kau bahkan membawa Slayer Sword, pak tua. Apa kau yakin cukup mampu mengendalikannya?” Melihat pedang di tangan Estas, Mephistopeles hanya tersenyum sinis. Dirinya tahu Estas belum mampu sepenuhnya mengendalikan Slayer Sword yang diwariskan dalam keluarganya.


“Aku memang belum cukup mampu menggunakan pedang ini dengan sempurna, tapi ini sudah cukup untuk memusnahkan mu dan benda merah sialan itu.” Estas menggenggam Slayer Sword menebaskannya ke arah Mephistopeles.