
Di atas dinding Pos Perbatasan antara Silver Moon Kingdom dan Hutan Kematian, Ray sedang berdiri mengawasi daerah sekitar Pos Perbatasan dengan Divine Sense miliknya.
“Aku masih tidak bisa meneemukan apa pun dalam jangkauan Divine Sense milik ku. Aku harap kelompok James bisa menemukan sesuatu.” Ray menghela nafas setelah menarik kembali Divine Sense miliknya.
Hanya beberapa saat setelah Ray menarik Divine Sense miliknya, sebuah suar merah menyala di sebelah utara. “Jadi mereka mengirim kelompok pengintai di daerah utara? Dan dengan suar yang menyala dari sana pasti memberikan mereka kejutan dan membuat mereka merubah asal serangan dan juga mempercepat serangan.”
Ray terdiam sesaat sambil memikirkan kemungkinan terbesar yang akan terjadi dalam penyerangan ini. Kemudian Ray tanpa ragu mengeluarkan divine sense miliknya dan mempeluas jangkauannya ke titik maksimal.
“Mereka bergeser ke arah barat laut, dan juga tempat tenda Ying Yueru, Alice dan Natasha berada di sebelah barat laut dari bagian tengah Pos Perbatasan. Sepertinya mereka memang mengincar kedua tuan putri itu, tapi apa yang sebenarnya mereka inginkan...” Ray mulai memikirkan apa tujuan kelompok ini.
“Seharusnya berdasarkan informasi yang aku miliki, mereka bukan orang bodoh yang berpikir kematian satu atau dua orang putri di kerajaan lain akan menjadi alas an sebuah perang... Kecuali, jika mereka memiliki...” Ray bergumam pelan.
“Kecuali jika mereka memiliki orang dalam yang bekerja dengan mereka untuk membuat keributan yang lebih besar.” Ray menyimpan pemikiran terakhirnya dalam hati, dia tidak mau membuat dugaan atau tuduhan palsu tanpa bukti yang kuat.
Saat Ray larut dalam pemikirannya, sekelompok orang yang terlihat seperti pembunuh dengan pakaian hitam dan mengenakan topeng memasuki jangkuan Divine Sense miliknya. Ray terkejut dengan kekuatan kelompok yang dating menyerang Pos Perbatasan ini, karena kelompok ini berjumlah lima puluh orang dengan yang terlemah berada di Tingkat Lord.
“Hais... Sejak kapan seorang ahli Tingkat Raja dan Tingkat Lord menjadi seperti kubis di pasar?” Ray bergumam pelan sambil memikirkan berapa banyak Tingkat Raja yang sudah dia hadapi.
Tak berselang lama kemudian Ralf dan prajuritnya langsung berada dalam posisi siap bertempur setelah melihat suar merah menyala dari sebelah utara.
“Ada kelompok pembunuh merepotkan yang sedang menyerang Pos Perbatasan ini. Perintahkan prajurit mu untuk memperketat pertahanan di Pos Perbatasan dan ikuti aku untuk menyambut tamu tak diundang ini.” Ray langsung bergerak ke arah kelompok pembunuh tanpa menunggu reaksi dan jawaban dari Ralf.
Ralf terkejut melihat Ray langsung pergi tanpa memberinya penjelasan, tapi dia juga paham kalau mungkin ini akan menjadi situasi yang berbahaya. “Dengarkan perintah ku! Perketat penjagaan Pos Perbatasan dan bangunkan para siswa, juga pastikan mereka tidak panik! Dan jika ada hal yang terlihat mencurigakan langsung nyalakan suar tanpa penundaan!” Teriak Ralf.
Para prajurit langsung mengikuti urutan perintah yang diberikan Ralf tanpa penundaan. Mereka menutup gerbang dan memperkuatnya. Kemudian menyalakan lampu obor untuk menambah penerangan sebelum mempersiapkan pemanah di atas tembok Pos Perbatasan. Setelah itu mereka membangunkan para siswa untuk bersiaga melindungi diri mereka sendiri tanpa membuat kepanikan.
Sementara para prajurit melaksanakan urutan perintah yang diberikan oleh Ralf, sekitar dua ratus meter di sebelah barat laut dari Pos Perbatasan Ray dan Ralf menghentikan kelompok lima puluh orang dengan pakaian hitam dan mengenakan topeng untuk menutupi wajah mereka.
“Little Black, waktunya berksi!” Ray langsung membangunkan Little Black yang sedang tertidur dalam bentuk gelang di tangannya.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...
See you next chapter and have fun...