
Pos Perbatasan Silver Moon Kingdom dan Hutan Kematian, Tenda Ray.
Sudah sehari berlalu sejak berlalu sejak insiden Flame Chimera yang telah membuat Ray dalam kondisi koma tanpa menunjukan keadaan akan bangun kapan pun.
Disaat yang sama Ray berada di alam bawah sadarnya berhadapan dengan seekor naga dengan empat kaki dan memiliki sayap dengan lebar lebih dari 20 meter.
"Hm... Aku tak menyangka justru seorang manusia yang datang ke tempat ini." Naga itu menundukan kepalanya untuk melihat Ray lebih jelas.
Ray sendiri tidak memiliki kekuatan untuk menggerakan tubuhnya dibawah tatapan tajam yang dimiliki sang naga.
"Siapa kau? Kenapa aku bisa ada disini?" Day mencoba menenangkan dirinya dan mencari informasi tentang apa yang sedang terjadi.
"Tenanglah, nak. Dewa ini tidak akan melakukan sesuatu kepada mu. Jujur saja, aku cukup tertarik saat kau berhasil sampai ke tempat pewarisan ku." Suara naga itu menggema diseluruh ruangan.
Disaat yang sama tubuhnya mulai mengecil dan berubah menjadi sesosok pria dengan dua tanduk di kepalanya dan sepasang sayap terbuka lebar.
"Perkenalkan nama dewa ini adalah Gild Dragnir, aku telah melewati batasan dari dunia ini dan menjadi seorang dewa." Naga itu memperkenalkan dirinya sebagai Gild Dragnir.
"Dragnir? Tunggu dulu, kau mengatakan nama belakang mu Dragnir?" Ray yang mendengar nama belakang naga itu benar-benar mengejutkannya.
"Ah, apa kau tahu tentang keluarga ku anak kecil? Bagaimana kondisi mereka sekarang?" Gild yang melihat keterkejutan dalam suara Ray menjadi sedikit antusias, merasa kalau Ray pasti memiliki hubungan dengan keluarganya.
"Aku tidak tahu tentang keluarga Dragnir, tapi nama belakang ibu ku juga Dragnir, namanya Tiffa Dragnir." Ray bisa menebak kalau orang yang berdiri di depannya pasti berhubungan dengan keluarga ibunya.
"Ibu mu memiliki nama belakang Dragnir? Apakah ibu mu seorang Draconian?" Gild merasa terkejut dengan jawaban Ray.
Gild merasa Ray tidak berbohong kepadanya tapi saat melihat Ray yang hanya seorang manusia, dia merasa aneh karena hanya keturunannya dan anggota Ras Draconian yang bisa mendapatkan warisannya ini. Jadi Gild bisa menyimpulkan kalau Ray pasti adalah keturunannya.
"Draconian? Apa itu? Sejauh yang ku tahu ibu ku adalah seorang manusia sama seperti ku." Ray bingung dengan keterkejutan dan jawaban Gild.
"Draconian adalah adalah Ras Naga setengah manusia, kami bisa beralih diantara wujud humanoid kami dan wujud naga dengan bebas. Tapi sepertinya Ras Draconian telah benar-benar menghilang karena kau bahkan tidak mengetahui tentang Ras kami." Gild bisa melihat ekspresi Ray tidak mengetahui tentang rasnya, jadi kemungkinan besar Rasnya sudah tiada.
"Suku Draconic? Mereka bukan anggota Ras Draconian, bisa dibilang mereka memang berhubungan dengan kami, tapi mereka lebih mirip keluarga cabang yang lebih rendah bagi kami." Gild dengan santai menjawab pertanyaan Ray.
"Jadi kau seperti kaum bangsawan dan mereka adalah cabang dari keluarga mu? Apakah begitu?" Ray menarik kesimpulan dari jawaban Gild.
"Benar, kau bisa menyimpulkannya seperti itu." Gild mengangguk persetujuan.
Mendengar persetujuan Gild membuatnya yakin bahwa orang yang berdiri di depannya adalah orang yang telah melampaui Tingkat Overlord, karena Suku Draconis yang hanya sebuah cabang rendahan dari Kelaurga Gild sudah memiliki dua orang di Tingkat Overlord.
"Jadi sekarang, bisakah anda memberitahu ku mengapa aku berada disini? Tuan Gild?" Ray akhirnya mengarahkan pembicaraan ke topik yang lebih penting.
"Karena kau bisa mencapai tempat ini, berarti kau sudah mengalami pembatisan api dengan selamat tanpa kehilangan akal. Dan hal ini juga membuktikan bahwa kau masih memiliki silsilah dara dari keluarga ku." Gild mulai menjelaskan alasan mengapa Ray ada disini.
"Karena hanya mereka yang berasal dari Ras Draconic atau keturunan Keluarga Dragnir yang bisa melewati pembaptisan api dengan selamat, hal ini juga berarti kau bisa mendapatkan warisan yang ku tinggalkan di dunia ini saat aku menjadi dewa." Lanjut Gild dengan nada bangga.
"Keturunan mu? Warisan?" Ray terkejut dengan informasi yang baru saja diterimanya.
"Benar, kau biasa mengambil semua harta yang ku tinggalkan dalam istana ku yang berada di pusat hutan kematian." Gild memberitahu Ray letak warisanannya.
"Selain itu, kau juga akan mendapatkan sisa kekuatan dari pecahan jiwa ku ini. Tapi karena sudah ribuan tahun berlalu, sepertinya sisa kekuatan dalam jiwa ini tidak akan terlalu banyak membantu mu, keturunan ku." Gild tersenyum sebelum menghilang dalam kehampaan.
Sebelum Ray sempat bereaksi dan bersiap diri, seluruh ruangan mulai retak dan perlahan hancur, sebelum lubang hitam menghisap Ray bersama sisa-sisa ruang yang telah hancur.
...* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * ...
...Dan ini adalah chapter baru untuk hari ini......
Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...
See you next chapter and have fun...