Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 140 - Zeoticus Gremory


Hari menjelang malam dan matahari sudah hampir tenggelam, sepuluh kereta kuda mewah yang ditarik sekawan Flame Horse sudah terlihat dari bagian depan gerbang utama Pos Perbatasan antara Silver Moon Kingdom dan Hutan Kematian.


Di depan gerbang utama Pos Perbatasan, Ray sudah lama berdiri untuk meyambut kedatangan para siswa Akademi Silver Moon yang akan mengikuti Pelatihan Perburuan Binatang Iblis di Hutan Kematian.


Di samping Ray juga berdiri dua orang gadis yang mengenakan topeng menutupi setengah bagian atas wajah mereka dengan rambut hitam panjang menjuntai dan mata ungu yang terlihat indentik satu sama lain. Kedua gadis ini tak lain adalah Schnee Raizar dan Syr Raizar yang penampilan aslinya sudah disembunyikan dengan ilusi yang dibuat topeng yang mereka kenakan.


Topeng yang dikenakan oleh Schnee dan Syr sendiri merupakan Magic Tool Gold Top-Tier yang diciptakan oleh Ray beberapa hari yang lalu tepat setelah dia menerima surat merah darah dari Dark Note di Silver City. Ray menyebut topeng ciptaannya dengan nama Illusion Mask yang hanya memiliki satu kemampuan yaitu membuat ilusi yang menyembunyikan penampilan dan ciri fisik asli hingga ras asli pemakainya yang bahkan bisa mengelabuhi seorang ahli Tingkat Kaisar sekalipun.


“Schnee, Syr, sepertinya mereka sampai lebih cepat sesuai dengan perkiraan dan untungnya aku bisa membuat kedua topeng itu tepat waktu.” Ray membuka pembicaraan saat melihat rombongan kereta kuda mendekat.


“Bukannya kau memang sudah memperkirakan ini Ray? Mereka membawa anggota bangsawan dari kerajaan lain jadi mereka perlu mengubah waktu keberangkatan dan kecepatan perjalanan mereka untuk menipu mata banyak orang bukan?” Schnee tersenyum sambil menjawab Ray.


Setelah cukup lama menghabiskan waktu dengan Ray membuat Schnee cukup bisa memahami cara berpikir Ray dan juga keahliannya dalam mengolah informasi dan membuat perkiraan meningkat lebih jauh.


Ray sendiri sudah tahu kalau kemampuan kedua saudari setengah elf ini untuk menyesuaikan diri dengan segala macam situasi sudah terasah sampai tingkat tertinggi mengingat mereka sudah berhasil kabur dari musuhnya selama lebih dari lima tahun, karena itu Ray hanya perlu mengajari mereka untuk mengambil keputusan dan perkiraan sesuai dengan semua informasi yang ada.


“Selain itu Ray, apa kau yakin topeng ini cukup mampu untuk menyembunyikan keberadaan kami? Kau tahu kan kebanyakan orang memandang rendah orang seperti kami.” Syr mengehela nafas rendah saat mengingat perlakuan yang mereka dapatkan selama lima tahun ini karena mereka adalah ras campuran.


“Tenanglah Syr, meski topeng itu tak memiliki kemampuan bertarung sama sekali tapi itu cukup mampu untuk menutupi penampilan dan ras asli kalian... Jadi kau tak perlu khawatir sama sekali...” Jawab Ray menenangkan Syr.


Kemudian Ray, Schnee, dan Syr kembali membahas tentang identitas yang akan mereka gunakan selama berbaur dengan acara perburuan Binatang Iblis ini. Karena mereka bertiga harus memastikan untuk terakhir kalinya kalau semua informasi palsu yang mereka buat bisa menutupi identitas asli mereka tanpa mengundang keraguan sama sekali.


Beberapa saat kemudian rombongan kereta kuda mewah berhenti di depan gerbang utama Pos Perbatasan. Lalu beberapa siswa Akademi Silver Moon turun dengan seragam berwarna perak dengan aksen putih dan hitam yang diikuti dengan para guru yang mengenakan pakaian merah dengan aksen hitam.


Setelah semua orang turun dari kereta kuda, dua orang guru diikuti dengan dua orang siswa datang mendekati Ray. “Apakah anda yang bernama Tuan Ray Ainsworth?” seorang guru bertubuh kekar berbicara dengan Ray.


“Ah, maafkan ketidak sopanan ku... Perkenalkan nama ku Ryan Evans, aku adalah seorang guru dari Kelas Ksatria Jenius. Lalu ini...” Ryan memperkenalkan dirinya lalu mempersilahkan guru lainnya memperkenalkan diri.


“Nama ku Zeoticus Gremory, seorang penyihir Kelas Mage dan juga guru Kelas Penyihir Atas.” Pria paruh baya dengan rambut dan janggut berwarna merah memperkenalkan dirinya sebagai Zeoticus. Zeoticus mencoba menahan suaranya, tapi perasaan sombong miliknya masih terlihat oleh Ray.


“Zeoticus, apa kau berhubungan dengan seorang idiot bernama Carl?” Ray yang melihat kesombongan Zeoticus langsung menghilangkan sikap sopan miliknya.


“Hah? Dia adalah putra ku yang berbakat, ada masalah apa tentang itu? Dan juga kenapa bocah haram seperti mu yang memimpin perburuan ini!” Zeoticus langsung kehilangan kesabarannya saat putranya disebutkan.


Sementara itu Ray yang mendengar ocehan Zeoticus sempat terdiam sesaat sebelum aura kekuatan dan niat membunuh miliknya mengepul keluar tanpa dia tahan sama sekali. Aura menakutkan milik Ray membuat sesak nafas hampir semua orang yang berada disana, dan Zeoticus yang menjadi sasaran utama niat membunuh Ray langsung kehilangan kekuatannya untuk berdiri.


“Hei... Bandot tua sialan, biar aku katakan satu hal pada mu... Jika ada hal yang paling ku benci adalah seseorang yang memandang rendah orang lain hanya karena status atau asal mereka...” Ucap Ray dengan nada dingin yang memperkuat niat membunuhnya dan mendekati Zeoticus.


“Meski kau beruntung sekarang karena aku berjanji pada Kakek Estas untuk menahan diri agar tidak membunuh serangga bodoh seperti mu, tapi bukan berarti aku tak bisa membuat mu menghilang di Hutan Kematian karena serangan Binatang Iblis...” Bisik Ray saat mendekati Zeoticus yang ketakutan dan mulai terkencing di celananya.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Saya menyempatkan menulis ini saat sedang transit di Jakarta untuk lanjut penerbangan berikutnya, pekerjaan saya cukup banyak kali ini dan saya juga perlu pergi ke berbagai tempat untuk bertemu klien dan owner proyek yang saya kerjakan. Karena semua hal itu saya mungkin tidak bisa menjajikan update rutin sampai semua pekerjaan ini selesai atau setidaknya sampai saya selesai mengatur semua pertemuan saya dengan klien dan owner proyek saya.


Terimakasih sudah mengikuti karya saya selama ini, jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang membangun.


See you next chapter and have fun...