Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 123 - Evaluasi Prajurit I


“Jenderal Ralf, kau terlambat lima belas menit.” Ray menatap Ralf dan kelompoknya dengan ketidakpuasan.


“Hahaha... Ray ini hanya lima belas menit.” Ralf tertawa seolah tidak merasa bersalah.


“Yah... Aku tak memiliki kemampuan untuk menghukum mu.” Ray menatap tajam pada Ralf yang masih terlihat santai. “Tapi kalian! Sekarang lari berkeliling pos ini sepuluh kali dan harus selesai dalam lima belas menit!!!” Ray berteriak memerintah pada kelompok prajurit dibelakang Ralf.


Ray sebenarnya tidak terlalu marah karena sikap Ralf, dia sudah tahu kebiasan aneh Ralf dan ketidak teraturan miliknya. Jadi, Ray sudah berpikir kalau hal semacam ini akan terjadi. Tapi siapa Ray? Dia adalah orang yang tidak suka menerima kerugian apa pun, jadi karena mereka membuatnya menunggu selama lima belas menit, Ray akan membuat mereka berlari dalam waktu yang sama.


Semua prajurit baru tertegun saat mendengar teriakan Ray, mereka merasa teraniaya karena bukan keinginan mereka untuk terlambat. Semua prajurit baru terlambat karena Ralf memerintahkan mereka untuk berkumpul terlebih dahulu agar dia bisa memeriksa hasil pelatihan mereka. Tapi sekarang karena mereka mengikuti perintah Ralf mereka terkena hukuman Ray, seolah kabur dari mulut harimau dan masuk mulut buaya.


“Hahaha... Ray lepaskan saja mereka kali ini... Lagi pula ini bukan salah mereka untuk terlambat, aku yang meminta mereka berkumpul terlebih dahulu.” Ralf mencoba membantu para prajurit terhindar dari hukuman Ray.


“Oh, kalau begitu biar ku ubah hukuman ku. Evaluasi akan dimulai dengan pertarungan kelompok lima lawan lima, dengan kata lain delapan puluh orang dalam kelompok kalian akan dibagi ke dalam enam belas tim dan pemenangnya akan lolos dari hukuman ku ... Peringkat kedua akan lari dua putaran, yang masuk semifinal berlari empat putaran, lalu perempat final terkena hukuman berlari delapan putaran dan yang pertama kali kalah berlari enam belas putaran!!!”


Suara Ray terdengar tegas tanpa kompromi dia tak akan menerima tawar menawar lagi. Semua prajurit terdiam saat mendengar perkataan Ray, mereka masih merasa ini tidak adil tapi mereka juga tahu kalau mereka sekali lagi mengajukan protes pada Ray hasilnya akan menjadi hukuman mereka bertambah berat.


Sejauh yang Ralf ingat, Estas Rogue selalu membuat berbagai aturan yang ketat dan semua hal dalam pelatihan harus sesuai dengan jadwal dan perencanaan yang dibuatnya karena itu setiap prajurit elit dalam kelompok yang dilatih Estas memiliki kedisiplinan yang tinggi dan selalu bergerak secara teratur sesuai perintah dari komandan tertinggi.


Ralf sendiri seharusnya menjadi seorang jenderal dalam pasukan elit yang dipimpin langsung oleh Estas Rogue, tetapi karena dia selalu memiliki pemikiran taktis yang unik dan tidak sesuai dengan taktik perang tradisional milik Estas, akhirnya Estas memutuskan untuk menjadikan Ralf pimpiman pasukan salah satu perbatasan. Dan pada akhirnya Ralf memilih untuk menjadi pemimpin Pos Perbatasan bagian Hutan Kematian.


Karena merasa apa pun yang dikatakannya tidak akan membantu dan hanya memperburuk hukuman para prajurit akhirnya Ralf hanya bisa setuju dengan Ray. “Baiklah kalau begitu, aku tidak akan protes lagi.” Ralf tersenyum seperti biasa dan duduk di tribun yang sudah disiapkan Ray.


“Karena Jenderal Ralf tidak memiliki pendapat apa pun. Sekarang evaluasi kemampuan kalian akan segera dimulai. Perisapkan diri kalian, kami sudah menyiapkan satu set armor, pedang dan juga perisai. Setelah kalian selasai mempersiapkan diri bagi kelompok kalian sesuai dengan baris pelatihan kemarin. Itu saja, sekarang bubar!” Ray memberikan instruksi pada para prajurit dan membuat mereka mulai bersiap.


“Baik, pak!!!” Semua prajurit menjawab secara kompak dan serentak.


Ray berbalik dan kembali ke tempat duduknya, sementara para prajurit mulai mengenakan satu set armor bersama pedang tumpul dan perisai logam. Setelah beberapa saat terbentuk tim beranggotakan lima orang yang berbaris rapi di sisi panggung.