Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 186 - Hutan Kematian III


Ray memasuki mansion besar itu, dan melihat ke dalamnya. Hampir taka da hal yang berbeda dengan bangunan yang biasa dilihatnya. Di dalam mansion terdapat sebuah aula besar yang juga merupakan ruang tamu, sebuah tangga di masing-masing sisi untuk menuju lantai kedua yang terdiri dari beberapa kamar dan ruangan. Kemudian ada sebuah lorong yang sepertinya mengarah ke area lain dari mansion ini.


“Sepertinya arsitektur dunia ini sama sekali tidak ada perkembangan sejak ribuan tahun yang lalu...” Gumam Ray saat melihat susan arsitektur mansion di depannya.


Ray terus mengitari mansion dan memeriksa setiap kamar yang ada, dia bisa melihat bahwa mansion yang ada di depannya dibagi menjadi beberapa ruangan khusus dengan sebuah lorong yang sepertinya mengarah ke area lain.


Ray bisa melihat masing-masing kamar memiliki array tersendiri yang melindungi isinya. “Sepertinya ini adalah ruangan yang berisi beberapa hal penting, jadi menurut kebiasaan yang ada lorong itu seharusnya mengarah ke tempat pribadi.” Ray menyimpulkan setelah memperhatikan sekitarnya.


Ray terus menyusuri lorong panjang yang menuju ke sebuah taman terbuka dengan beberapa kamar  dan ruangan yang mengitarinya. Saat melihat arsitektur yang ada, Ray merasa tempat ini mirip dengan stadion sepak bola. Namun, bukannya lapangan sepak bola yang berada di tengahnya, tetapi malah sebuah taman yang indah yang membawa perasaan nyaman dan tenang.


Setiap kamar yang mengelilingi taman ini memiliki sepertinya memiliki fungsinya tersendiri. Ray bisa melihat bahwa setiap kamar dan ruangan memiliki formasi array khusus yang diperuntukan untuk berbagai hal.


Salah satu ruangan terlihat memiliki formula array yang mengandung elemen api, tanah, dan logam. Jika Ray, tidak menebak dengan salah maka ruangan ini seharusnya menjadi tempat menempa atau Blacksmithing dari Gild Dragnir.


Sementara itu ruangan disebelahnya juga memiliki formula array angin, kayu, dan logam. Seharusnya itu adalah ruang membaca atau perpustakaan pribadi yang ditinggalkan oleh Gil Dragnir.


Ruangan lainnya juga memiliki formula array api dan kayu. Tanpa perlu memikirkannya, Ray juga bisa menebak bahwa ruangan itu adalah ruangan alkimia yang dulu digunakan Gild Dragnir untuk meramu obat, membuat pil, dan juga potion.


Ray terus mengitari taman dan melihat setiap ruangan, beberapa ruangan hanya memiliki formula array kecil dari elemen api dan es yang tak lain adalah dapur dan Gudang tempat menyimpan makanan.


Lalu terakhir ada ruangan dengan luas yang sangat besar di sisi utara taman dengan formula array yang sangat rumit. Saat Ray mencoba melihat dan mempelajarinya dia bisa melihat bahwa formula array ini terdiri dari lima elemen yaitu air, tanah, logam, api, dan kayu. Selain itu juga ada formula array dengan elemen angin yang dikombinasikan dengan kelima elemen tersebut dengan sempurna, yang menyebabkan susunan formula array ini menjadi jauh lebih rumit daripada sebelumnya.


Ray bertanya-tanya ruangan apa yang memiliki susunan formula array yang begitu rumit? Bahkan formasi semacam ini yang bisa memberikan kenyaman, keamanan, dan ketenangan di saat yang sama, sebenarnya hanyalah sebuah formasi yang digunakan untuk kenyamanan hidup saja. Namun nilai pembelajaraan dari formasi ini jauh lebih berharga dari semua formasi yang Ray lihat di ruangan dan kamar lainnya.


“Sebenarnya, ruangan apa ini? Mengapa Senior Gild Dragnir menempatkan formasi tidak berguna yang begitu rumit di tempat ini? Seharusnya dia juga tahu bahwa kombinasi semacam ini akan menghilangkan kelebihan masing-masing elemen yang menyebabkan melemahnya kekuatan dari setiap-setiap elemen.” Pikir Ray dalam hati.


Ray benar-benar tidak memahami apa niatan asli dari Gild Dragnir untuk menciptakan hal semacam ini. Meskipun, formula array ini sangat rumit dan luar biasa tetapi sebenarnya kombinasi semacam ini hampir benar-benar tidak berguna dalam pertarungan.


“Kecuali kalau...” Setelah memikirkan beberapa saat, Ray akhirnya mencapai sebuah kesimpulan. Meskipun terlihat sebagai kesimpulan yang konyol tetapi Ray tetap merasa ini adalah kesimpulan yang masuk akal.


Ray segera memecahkan array yang mengunci ruangan di depannya, tak butuh waktu lama bagi Ray yang sudah memahami sebagian formula array yang ada di mansion ini, untuk membuka ruangan tersebut.


Setelah Ray memecahkan formasi array yang ada dia akhirnya bisa melihat apa yang ada dalam ruangan yang membuatnya penasaran. Akhirnya, Ray bisa mengetahui apa yang ada di dalam ruangan itu.


“Ternyata memang benar...”