Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 37 - Identitas Terungkap III


Estas langsung mengarahkan para penjaga untuk mengatur korban selamat untuk menerima perawatan dari para healer, sebagian penjaga lainnya ditugaskan mendata korban jiwa dalam serangan ini dan mengabari keluarga mereka. Semua proses penanganan korban berjalan dengan baik, hingga matahari kembali terbenam penanganan korban baru diselesaikan. Saat ini Estas, Ray, dan yang lainnya sedang berada dalam ruang rapat pos penjaga tempat para korban mengungsi.


“Ray katakana apa yang sebenarnya terjadi? Jangan bilang kau tak sengaja mengatur array di tempat Mark dan tak sengaja muncul di tempat ras iblis menyerang.” Estas menatap Ray dengan tatapan yang tajam seolah melihat semua hal yang ingin disembunyikan oleh Ray.


“Hahaha... kenapa begitu serius pak tua? Tentu saja itu semua tidak sengaja... hehehe...” Ray menjawab dengan asal-asalan, mengabaikan tatapan tajam Estas.


“Berhenti bermain-main bocah sialan!!!” Estas menggebrak meja di depannya hingga hancur berkeping-keping. Tentu saja dia tak percaya dengan jawaban asal-asalan Ray, lagipula bisa dibilang dia yang paling kenal dengan sifat menjengkelkan Ray. Dimata Estas Ray tak akan melakukan hal yang tidak menguntungkan dirinya maupun keluarganya.


“Kau benar-benar tidak berubah, mau berapa banyak masalah yang kau bawa?” Estas yang mulai tenang mendesah pelan.


“Hal-hal terlalu merepotkan untuk dijelaskan sekarang, lebih baik aku menjelaskannya nanti didepan Paman Chris dan yang lainnya. Merepotkan untuk mengulang penjelasan tentang hal yang sama.” Ray tetap dengan sikapnya yang acuh tak acuh.


Ray sendiri cukup terkejut dengan ingatan yang didapatnya dari tubuh baru miliknya, bukan karena identitas dari pemilik tubuh ataupun bakatnya sebelum mati tapi karena sikap, sifat dan tabiat pemilik tubuh ini sama persis dengan dirinya. Ray mengingat dirinya yang dulu saat berusia belasan yang acuh tak acuh pada kehidupan dan penuh keegoisan, baginya yang dulu tak masalah mengabaikan orang lain yang tak dikenalnya selama menguntungkan dirinya dan keluarganya. Meski waktu merubahnya perlahan tapi tak semua sifatnya itu menghilang.


“Kalau kau memang mau menjelaskannya secara langsung pada keluarga kerajaan dan para petinggi akan jadi lebih baik, tapi bukan alasan mu untuk kabur tanpa penjelasan lagi kan?” Tanya Estas menyelidik.


“Begitu lebih baik.” akhirnya Estas dengan enggan melepaskan Ray dari interogasinya.


“Aku akan melihat keadaan Vali dan yang lainnya, setelah itu kita bisa pergi ke istana. Rahasia besar tentang kegelapan yang meliputi kerajaan ini akan mulai terbuka.” Ray meninggalkan Estas yang termenung saat mendengar kata-kata Ray.


Setelah meninggalkan ruangan tempat Estas berada, Ray berjalan ke arah salah satu tenda medis dengan ukuran yang lebih besar. Saat melangkah ke arah tenda tersebut Ray memikirkan tentang kematian pemilik tubuh asli yang ditempatinya, dalam memori yang tertinggal terakhir kali pemilik tubuh ini pergi keluar dari kediaman Rogue untuk mencari kebenaran tentang yang terjadi 16 tahun yang lalu,karena setelah melihat dan mendengar tentang sikap dan tabiat Mark dia sudah tahu kalau ada masalah besar yang menghampirinya.


Bukan karena tabiat Mark yang buruk dan sifatnya yang seperti sampah, tapi karena walau Mark seorang sampah dia tidak bodoh dan bukan seseorang yang akan mengambil resiko untuk kesenangan sesaat. Karena itulah hampir mustahil Mark memperkosa ibunya yang merupakan anak angkat Estas, bukankah dia hanya mencari mati? Karena Mark adalah pecundang yang cerdas dan sangat takut mati dia tak akan melakukan hal bodoh seperti itu.


Setelah semua mulai jelas, pemilik tubuh yang asli pergi mencari kebenaran tentang yang terjadi 16 tahun yang lalu. Namun belum sempat mendapatkan berita apapun dia sudah dikejar puluhan orang tingkat 8 dengan seragam penjaga kediaman Mark dan kemudian terbunuh sebelum Ray memasuki tubuhnya dan menggatikan jiwanya yang sudah mati.


“Sudahlah, aku pikirkan nanti saja. Semua hal terlalu rumit untuk dipecahkan.” Pikir Ray dalam hati. Membersihkan semua pikirannya yang kacau Ray berjalan menuju tenda medis besar tempat Vali dan lainnya dirawat.