
“Entah kenapa aku merasa suara teriakan ini tidak asing, sepertinya aku pernah mendengar suara gadis yang sedang berteriak.” Ray bergumam pelan saat bergegas menuju suara teriakan.
“Ding ~~~ Misi Khusus”
Misi Khusus \[Selamatkan Schnee Raizar dan Syr Raizar\]
Selamatkan Schnee Raizar dan adiknya, Syr Raizar dari kelompok pembunuh bayaran.
Reward : \+10 STR, \+10 AGI, \+10 DEX, \+10 INT, \+10 VIT
Kegagalan semua status tuan rumah selain LUC \(\-20\).
~~~\*\*\*~~~
“Misi Khusus terpicu? Schnee Raizar dan Syr Raizar? Ah, aku ingat itu suara teriakan Nona Syr.” Mendengar pemberitahuan sistem, Ray akhirnya mengingat suara teriakan siapa yang didengarnya sebelumnya.
“Sepertinya mereka berniat kabur saat aku membuat kekacauan di kelompok pembunuh, tapi mereka justru bertemu kelompok pembunuh yang lain dan sekarang sedang dalam bahaya.” Ray mempercepat gerakannya ke arah teriakan Syr.
Beruntung jarak dari asal suara teriakan Syr dan tempat Ray sebelumnya hanya seratus meter sehingga Ray bisa mencapainya hanya dalam beberapa tarikan nafas. Setelah sampai ke tempat Schnee dan Syr sekaligus asal teriakan sebelumnya,
Ray bisa melihat saat ini Schnee dan Syr sedang menghadapi kelompok pembunuh beranggotakan empat orang dan semuanya adalah seorang Tingkat Raja. Sementara itu Ray bisa melihat aura hitam yang keluar dari tubuh Schnee menghalangi aliran mana dalam tubuhnya sehingga Schnee tidak mampu mengeluarkan seluruh kemampuan bertarungnya. Di sisi lain Syr yang sebelumnya memiliki tampilan gadis yang bangga dengan sikap dingin, sekarang dalam kondisi menyedihkan dengan berbagai luka menganga di tubuhnya dan juga pakaiannya yang sudah compang\-camping.
“Khakhaha... Mau lari kemana lagi kalian, nona manis?” Salah satu pembunuh tertawa dengan suara yang sangat mengerikan.
“Kenapa kalian berdua tidak menyerah saja? Sungguh menyakitkan merusak tubuh mu yang indah?” Pembunuh lain berkata dengan tatapan penuh nafsu sambil menahan air liurnya agar tidak menetes.
“Kalian berdua, cukup main\-mainnya! Segera tangkap mereka dan bawa kembali ke tuan muda!” Seorang pembunuh dengan perawakan paling besar berteriak memberi perintah pada yang lainnya.
“Ya ya ya ...” Sahut pembunuh yang lain, dia masih tak bisa menyembunyikan nafsu dari wajahnya.
Pembunuh dengan perawakan besar yang sebelumnya memberikan perintah menatap kedua pembunuh lainnya dengan tatapan yang tajam dan mematikan. Kedua pembunuh yang sebelumnya bertindak ceroboh langsung terdiam seketika saat melihat tatapan membunuh dari pembunuh berperawakan besar.
“Sekarang, mari tangkap kedua gadis ini dan menyerahkannya pada tuan muda.” Pembunuh berperawakan besar kembali memberi perintah.
‘swishh... wishh... swishs... wiss...’ empat buah pisau melesat ke arah kelompok pembunuh.
Tertangkap dalam kondisi kurang siap, dua orang pembunuh Tingkat Raja terbunuh dengan pisau menembus dada sebelah kiri dan leher mereka.
“Serangan musuh!!!” Pembunuh berperawakan besar berteriak sekeras mungkin untuk menarik perhatian kelompok pembunuh lain.
Sementara pembunuh pertama tanpa sengaja melihat bayangan hitam yang berwujud seperti ular menerkam ke arah pembunuh berperawakan besar. “Kapten! Aw... ugh...” belum sempat memperingatkan rekannya, sebuah pedang menembus ke leher pembunuh pertama. Ray berhasil membunuhnya dalam satu serangan.
“Arrgghh...” disaat yang sama Little Black menggigit leher pembunuh lainnya sampai sang pembunuh meregang nyawanya.
“Ambil ini, dan sembuhkan diri kalian.” Ray mengeluarkan dua buah botol Heal Potion kelas tertinggi dan melemparkan masing\-masing satu botol pada Schnee dan Syr.
“Terimakasih...” Schnee berkata pelan pada Ray, sebenarnya dirinya sekarang merasa malu karena sudah mencurigai Ray dan membuat dirinya dan Syr dalam kondisi yang menyedihkan sekarang.
“Terimakasih...” Syr juga berterimakasih pada Ray, sekarang dia merasa malu dan bersalah karena terus menganggap Ray sebagai orang yang tidak bisa dipercaya.
“Itu bukan masalah besar, sekarang lebih baik pulihkan diri kalian. Karena aku sendiri juga akan kerepotan untuk menghadapi puluhan pembunuh sambil melindungi dua orang gadis yang terluka.” Ray sekarang mulai sedikit menyesal karena meninggalkan Little Green untuk menjaga kelompok Vali dan siswa akademi lainnya.
“Jika Little Green ada disini, dia akan dengan mudah menyembuhkan mereka ke kondisi terbaik mereka.” Ray hanya bisa menghela nafas sambil mempersiapkan diri untuk menghadapi kelompok di pembunuh di depannya.