
Ray duduk bersila di belakang Allen setelah mengaktifkan array formasi pertahanan. Ray mulai mengalirkan mana miliknya untuk membantu menstabilkan kondisi pembangkitan Mana Core milik Allen. Disaat yang sama dengan mengalirkan Mana ke dalam tubuh Allen, Ray juga menyerap mana di sekitarnya guna mengisi ulang sebagian mana miliknya.
Merasakan mana yang mengalir dari Ray, Allen memfokuskan pikirannya untuk mengalirkan mana untuk tetap berotasi sesuai polanya sementara Mana Core miliknya terus menerus menyerap mana yang melewatinya tanpa henti.
Saat ini Allen merasa bagian bawah dadanya seperti terbakar dengan intens akibat dimulainya kebangkitan Mana Core miliknya. Berbeda dengan kebangkitan dasar sebelumnya yang membuatnya terasa tertusuk-tusuk jarum di sekujur tubuhnya, sementara sekarang seolah-olah dirinya ditenggelamkan dalam cairan yang begitu panas yang membuatnya darahnya mendidih.
Semakin lama waktu berlalu semakin panas yang dirasakan Allen, sekarang dia merasa bisa meledak kapan saja karena Mana Core miliknya mulai meledak-ledak sambil mengeluarkan atribut ledakan ke seluruh tubuhnya. Meskipun terasa begitu menyakitkan Allen hanya menggertakan giginya, dia tahu kalau hal ini diperlukan untuk kesembuhan dan masa depan miliknya.
Beriringan dengan waktu yang berlalu cairan merah gelap keluar dari pori-pori kulit Allen. Disaat yang sama juga membuat seluruh tubuhnya seolah direndam dalam lahar panas. Allen menggertakan gignya hampir kehilangan kesadaran karena rasa sakit yang dideritanya. Melihat kondisi Allen, Ray hanya bisa memintanya untuk menahannya lebih lama. “Tahanlah sebentar lagi, ini adalah tahap terakhir dari kebangkitan Mana Core milik mu.”
“B.b.baik.” Allen mengangguk dan berusaha menahannya lebih lama. Setelah beberapa menit cairan merah gelap sudah menutupi seluruh tubuh Allen dan pakaian putih yang dia kenakan juga sudah berwarna merah gelap. Tak lama berselang rasa sakit yang dirasakan Allen mulai berkurang dan cairan merah merah gelap ditubuhnya mulai mengeras dan terkelupas lalu hancur bersamaan dengan pakaiannya.
Allen yang merasa seluruh tenaganya habis langsung terjatuh pingsan. Ray mengeluarkan sebuah jubah untuk menutupi tubuh Allen sebelum membawanya ke dalam kamarnya. Setelah memastikan tak ada masalah dengan kondisi Allen, Ray memutuskan keluar dari kamarnya karena dirinya juga kelelahan dan merasa lapar.
Ray pergi ke dapur mencari sesuatu untuk dimakan namun dia tak menemukan apapun. Ray memutuskan membeli beberapa bahan masakan dari sistem dan mulai memasak sesuatu. “Sebenarnya aku masih bingung bagaiman sistem ini bekerja? Mereka bahkan memiliki berbagai macam barang dari bumi.” Ray terkadang masih sulit percaya dengan apa yang dialaminya sampai saat ini, namun dia memutuskan untuk menjalaninya.
Selain bahan masakan dari sistem Ray juga mengeluarkan sepotong daging bagian paha yang merupakan daging dari binatang iblis Black Bull. “Aku tak tahu mengapa tapi daging binatang iblis di dunia ini jauh lebih enak daripada daging binatang di tempat asalku.”
Ray memotong daging tersebut menjadi lembaran setebal satu ruas jari lalu merendamnya dalam bumbu yang sudah dia haluskan sambil meratakan bumbu agar meresap ke dalam daging. Sambil mendiamkan daging dalam bumbu, Ray memanaskan penggorengan dengan api sedang. Setelah penggorengan panas Ray memanggang daging diatas penggorengan sambil menaburkan lada dan garam diatasnya. Ray membalik daging setelah satu sisinya kecoklatan dan menggang sisi lainnya sampai kecoklatan.
“Lebih baik aku membuat lebih banyak, mungkin nanti Allen merasa lapar setelah bangun.” Ray memutuskan untuk memasak beberapa porsi steak lagi.