Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 93 - Penempatan Kelas


Sementara Ray bisa menebak siapa murid baru yang dimaksud Sophia. Kemudian Ray dan Sophia membahas beberapa hal pribadi dan apa yang terjadi pada Ray dalam beberapa bulan ini. Tak lama kemudian dua orang memasuki ruangan dekan.


Orang yang memasuki ruangan tak lain adalah Natasha dan Phytagoras. Ray tahu kalau Natasha bergabung dengan akademi ini, tapi dia sedikit terkejut saat mengetahui wali kelasnya adalah Phytagoras. “Nona Natasha, Tuan Phytagoras.” Ray menyapa mereka.


Sementara Natasha balik menyapa Ray dengan sopan, Phytagoras justru merasa sedikit terkejut bertemu Ray di akademi. “Oh, Ray? Kau juga datang ke akademi?” Menurutnya tidak ada hal yang perlu di pelajari Ray lagi di akademi.


“Iya, lagipula aku masih perlu menikmati masa muda ku.” Ray menjawab tanpa beban.


“Menikmati masa muda?” Gumam Phytagoras merasa bingung dengan jawaban Ray.


“Ray, kau sudah berjanji tak akan mengacau bukan?” Disisi lain Sophia khawatir dengan arti “menikmati masa muda” milik Ray.


“Hei, Bibi Sophia? Sebegitu tidak percayanya kau pada ku?” Ray pura-pura memasang wajah kecewa.


“Hmph... Kau pikir kau bisa dipercaya?” Sophia mendengus, saat menatap Ray tajam.


“Tentu bisa, bagaimana mungkin pria muda tampan, jujur dan berwibawa seperti ku tak bisa dipercaya.” Ray menjawab dengan wajah sombong yang menjengkelkan.


“Kau ini...” Sophia hampir kehilangan kesabarannya tapi masih bisa menahan diri untuk tidak marah. Karena dia tahu marah pun tak akan berguna untuk berhadapan dengan orang seperti Ray.


“Sudahlah, Sophia. Tak perlu membahas hal ini lebih lanjut.” Phytagoras menyela.


“Hm... Aku mengerti. Jadi aku akan mulai masuk kelas sekarang?” Ray mengangguk paham.


“Iya, kau bisa mengikuti Tuan Phytagoras dan masuk ke kelas sekarang.” Jawab Sophia.


“Karena urusan disini sudah selesai, ikuti aku ke kelas.” Phytagoras meminta Natasha dan Ray mengikutinya ke kelas.


“Hai, Ray. Kau benar-benar masuk akademi? Aku pikir dengan kemampuan mu bahkan para instruktur disini sudah tak sanggup untuk mengajari mu lagi.” Tanya Natasha. Sebelumnya Natasha sempat terkejut saat mendengar dari Miria dan Olivia kalau Ray akan masuk Akademi Silver Moon. Namun, saat Natasha bertanya lebih jauh tentang tujuan Ray masuk akademi, Miria dan Olivia hanya terbatuk canggung dan tanpa memberi jawaban.


“Tentu saja, karena ada hal penting yang harus ku lakukan disini.” Ray menjawab dengan wajah serius miliknya.


“Hal penting? Apa itu?” Natasha menanggapi perkataan Ray dengan serius. Natasha benar-benar berpikir Ray memiliki tujuan khusus saat bergabung ke dalam akademi. Jujur saja, jika Ray tahu apa yang dipikirkan Natasha dia pasti akan berpikir. “Sialan, betapa polosnya gadis ini? Apa dia benar-benar seorang bangsawan? Hidupnya pasti akan penuh kesulitan.”


“Ini adalah hal yang penting menyangkut mimpi dan martabat seorang pria muda.” Ray masih menjawab dengan wajah seriusnya, tanpa tahu dia sudah menyesatkan seorang gadis muda yang polos.


“Hm... Sepenting itu?” Natasha mengelus dagunya seolah sedang memeikirkan apa yang dimaksud Ray.


Sementara itu Phytagoras yang dari tadi mendengar percakapan antara Ray dan Natasha hanya menggelengkan kepalanya dan mengumpat dalam hati. “Apanya yang mimpi dan martabat pria muda? Kau hanya ingin menggoda gadis disini.”


“Tentu, sepenting itu...” Jawab Ray pada Natasha dengan meyakinkan.