
William dan Natasha membantu Elli dan kelompoknya untuk mempersempit gerakan Flame Ape, karena Binatang Iblis dengan afinitas terhadap elemen akan sangat sulit dikalahkan jika meemiliki ruang untuk menggunakan kemampuan sihirnya.
Vali yang melihat ada celah dalam gerakan Flame Ape langsung menebas kepalanya tanpa ragu. Melihat rekannya mati Flame Ape yang tersisa mengamuk dan mengeluarkan api di seluruh tubuhnya.
“Berhati-hatilah binatang ini mengamuk!” William berteriak memperingatkan yang lainnya.
Flame Ape menyerang seperti orang gila, kali ini dia sama sekali tidak peduli dengan luka yang didapatkannya dan hanya ingin menarik lawannya untuk mati bersamanya.
“Bam!” Sebuah pukulan mendarat di tubuh Vali dan membuatnya terlempar beberapa meter.
“Vali!” Teriak William dan kelompoknya.
Miria langsung bergegas ke arah Vali untuk memberinya sihir penyembuhan. “Vali, kau baik-baik saja?” Miria terkejut karena selain luka luar Vali tidak mengalami luka lain.
“Aku tak apa-apa, Flame Ape itu hanya di Tingkat Lord dan tidak bisa melukai ku dengan parah.” Vali mendorong Miria dan kembali membantu melawan Flame Ape.
“Ulur waktu untuk ku sebentar, aku akan augmentasi sihir sekarang!” Vali mulai mengaliri tubuhnya dengan mana yang membuat tubuhnya mulai berderak dan mengeluarkan petir biru.
William dan lainnya mengangguk dan mulai menjaga Flame Ape agar tidak mengganggu Vali mempersiapkan kemampuannya.
Vali membuat seluruh tubuhnya diselubungi elemen petir, disaat yang sama Venom Sword miliknya mulai bersinar dengan warna ungu kebiruan. “Will, bawa yang lain mundur aku akan menghadapinya sendiri sekarang!” Vali bergegas dan menyerang Flame Ape yang mengamuk.
Vali menghadapi Flame Ape satu lawan satu dan berhasil menahan kekuatan amukan gila Flame Ape dengan menggunakan augmentasi sihir miliknya. Setelah melapisi dirinya dengan elemen petir kecepatan, ketahan, dan kekuatan Vali menjadi dua kali lipat dari sebelumnya.
Vali terus menyerang Flame Ape dan mengarahkan serangannya ke arah leher dan jantung Flame Ape. Vali berniat menghabisi Flame Ape secepat mungkin.
“Vali!” Miria berteriak cemas saat melihat Vali jatuh pingsan, dia langsung mendekatinya dan memeriksa kondisinya. Setelah beberapa saat Miria akhirnya bisa merasa lega saat menemukan kalau Vali hanya jatuh pingsan karena kehabisan tenaga dan kejang otot karena beban yang berlebihan.
“Miria, bagaimana kondisi Vali? Apakah dia baik-baik saja?” William menanyakan kondisi Vali karena dia juga merasa cemas.
“Dia baik-baik saja, Pangeran William. Saat ini Vali hanya mengalami kelelahan dan kejang otot biasa, dia seharusnya bisa kembali sadar setelah beberapa saat.” Miria menjelaskan kondisi Vali dan menenangkan anggota kelompok yang lain.
Setelah mengetahui kondisi Vali baik-baik saja akhirnya William bisa merasa tenang. Sekarang mereka bisa melihat pertempuran Ray dengan tenang dan menghilangkan kecemasan Ray tentang kondisi mereka.
Di sisi lain, Ray masih terus memperhatikan kondisi Vali dan kelompoknya. Sejak hanya tersisa satu Flame Ape, Ray langsung memanggil Little Green untuk membantunya menghadapi lima Binatang Iblis Tingkat Raja dan satu Binatang Iblis Tingkat Kaisar.
“Mereka sudah aman sekarang, aku bisa lebih fokus untuk menghadapi orang besar ini!” Ray bergumam pelan sebelum kembali meyerang kawanan Binatnag Iblis.
Dengan bantuan Little Green yang menahan banyak serangan Bintanang Iblis yang dia lawan, Ray akhirnya lebih leluasa untuk menyerang dengan teknik pedang ganda miliknya. Ray menggunakan gerakan memutar untuk menambah area dan kecepatan serangannya. Setelah beberapa saat Ray berhasil membunuh dua ekor Binatang Iblis Tingkat Raja dengan tebasan di leher mereka.
Serangan Ray tidak berhenti dan dia terus menyerang dengan kedua pedang yang dipegangnya. Karena dia menggunakan dua pedang di masing-masing tangannya membuat serangan Ray lebih cepat dan bervariasi yang membuat Binatang Iblis yang dia lawan kewalahan.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Dan ini adalah chapter baru untuk hari ini...
Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...
See you next chapter and have fun...