Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 33 - Akhir dari Kekacauan I


“Tak ku sangka ada yang cukup mampu merepotkan reinkarnasi ku.” Suara yang terdengar menghina keluar dari mulut Mephistopeles bersama hawa membunuh yang membumbung tinggi, membuat area sekitar yang semula sudah dingin bertambah dingin dan mencekam. Aura membunuh yang dilepaskan dari tubuh Mephistopeles sudah cukup untuk menekan sebagian besar orang yang ada disekitarnya.


Ray yang berada cukup jauh dari tempat pertarungan Estas dan Mephistopeles juga merasakan tekanan dari hawa membunuh yang keluar dari tubuh Mephistopeles. Menggunakan tombak api raksasa untuk menghancurkan Hellbound Lava Beast yang sudah membeku, Ray langsung beregerak ke arah Vali dan kelompoknya untuk menyelesaikan pertempuran secepat mungkin. “Setidaknya Kakek Estas masih bisa menahannya beberapa waktu.” Pikir Ray dalam benaknya.


Mendekat ke arah kelompok Vali, Ray melihat orang sebelumnya dia lawan menyelinap ke belakang punggung Vali. Ray langsung menggunakan armor petir melipat gandakan kecepatannya, merasa tak cukup waktu Ray menebaskan tangannya membentuk pisau angin ke arah Vali. “Vali menunduk...” teriak Ray setelah melepaskan sihirnya.


Vali yang mendengar teriakan Ray langsung menunduk dengan refleks, pisau angin memotong sebagian rambut Vali dan menebas pria yang menyelinap di belakangnya. Melihat keadaan orang di belakangnya Vali merasa ngeri, “Bajingan kau Ray!!! Bagaimana jika pisau angin itu mengenaiku!!!” Vali berteriak protes ke arah Ray.


“Hei... kau baik-baik saja kan? Jangan banyak protes seperti wanita...” perkataan Ray terhenti saat melihat Yuri, Elli, dan bahkan Miria memelototi dirinya. “Ehemm... pokoknya bawa Yuri, Elli, dan Miria ke tempat yang aman. Dan Vali bawa ini, hancurkan bola ini dan perisai pelindung akan muncul selama kekuatan penyerang tidak lebih tinggi dari tingkat kaisar pelindungnya tak akan pecah.” Ray menyerakan sebuat bola kecil seukuran bola bekel dan menyerakannya pada Vali, yang tak lain adalah batu pelindung yang dia beli dari Shop Sistem


seharga 40 Gold.


“Lalu apa yang akan kau lakukan Ray?” Setelah menerima batu pelindung Vali kembali bertanya pada Ray.


“Membantu Kakek Estas, meskipun dengan Slayer Sword kakek tak akan mampu menahannya terlalu lama. Sekarang lebih baik kalian segera pergi ke tempat yang aman.” Tanpa menunggu bantahan atau tanggapan dari Vali dan kelompoknya, Ray langsung melesat ke arah pertempuran Estas dan Mephistopeles diikuti dengan Little Black.


Melihat Ray pergi ke tempat pertempuran yang berbahaya, Elli ingin menyusulnya atau setidaknya menghentikannya. Vali langsung menepuk leher belakang Elli membuatnya pingsan, “Lebih baik kita menjauh dari pertempuran, keberadaan kita hanya akan mengganggu konsentrasi kakek dan Ray.” Meski berkata demikian Vali menggenggam erat Venom Sword yang diberikan Ray, dia menyesali betapa lemahnya dirinya untuk pertama kali.


Ray dan Little Black semakin dekat dengan area pertempuran Estas dan Mephistopeles. Melihat kedatangan Ray, Estas merasa bebannya agak terangkat. “Nak, bagaimana orang-orang di bawah?” Tanya Estas.


“Cucu mu dan yang lainnya sudah aman sekarang, yang perlu kita pikirkan bagaimana menangani monster besar yang ada di depan kita.” Ray menanggapi pertanyaan Estas dengan tenang.


“Kalau begitu kau pergilah juga, kau masih terlalu muda untuk mati.” Ray agak kaget saat Estas memintanya pergi menyelamatkan diri.


“Sepertinya kau benar...” Estas menghela nafas rendah.


"Ding~~~ Misi Utama dipicu..."


\~***\~


Misi Utama [Kekuatan dan Kekuasaan]


Bagian 2 [Pukul Mundur Reinkarnasi Diablo]


Diablo adalah Kaisar Iblis 1000 tahun yang lalu, saat hampir terbunuh dia berhasil melepaskan sihir reinkarnasi. Pukul mundur reinkarnasinya!


Reward : 10000 Exp, Skill : Alchemy (A), +1 Recovery Potion


Hukuman : Host kehilangan 5000 Exp dan Skill Blacksmith.


\~***\~


“Ding~~~...”


“Bagaimana jika aku ikut bertarung?”