Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 190 - Eksperimen III


“Ayo, kita lanjutkan eksperimennya.” Ray kembali melanjutkan eksperimennya.


Ray mulai mengecek setiap hukum energi dan fisika yang dia pahami. Dalam pengetahuannya, hukum gravitasi dan kekekalan energi masih sama dengan yang ada di bumi. Meskipun ada beberapa perubahan dalam kedua hal itu, tetapi tidak mempengaruhi banyak hal lainnya, karena perubahan ini hanyalah masalah elemen tambahan dunia ini yaitu ‘Mana dan Qi’.


Pada dasarnya bisa disimpulkan bahwa dunia ini mirip dengan bumi namun ada dua elemen tambahan yang sudah ditemukan yaitu ‘Mana dan Qi’. Berikutnya masalah menjadi sederhana, lagipula sejak awal peradaban muncul di bumi sudah banyak perubahan karena sains dan ilmu lainnya. Jadi Ray bisa secara yakin menyimpulkan bahwa dunia ini hanya salah satu dunia parallel dimana perkembangan mengarah pada hal lain alih-alih sains dan ilmu pengetahuan.


“Pada dasarnya semua elemen di dunia ini saling terkait, karena jika tidak masalah teori materi tidak akan diperdebatkan sampai sekarang.” Gumam Ray sambil mulai Menyusun material miliknya.


Pertama, Ray berniat untuk membuat bubuk mesiu dan peluru. Baginya benda ini yang paling mudah dibuat karena sebelumnya sudah membuat bom air alias bom hidrogen bahkan membuat reaktor fusi nuklir. Bubuk mesiu yang hanya versi sederhana dari dua item sebelumnya bisa dia selesaikan dengan cepat.


Setelah selesai membuat peluru, Ray mulai menyusun ingatannya tentang senjata api dan bagian yang menyusunnya. Ray mulai mengingat tentang bagian pistol genggam sederhana. Mulai dari Grip, Magazine, Hammer, Trigger, Extractor, Recoil, Drawbar, hingga Barrel.


Kemudian dia memilih beberapa material yang tahan panas dan punya daya tahan tinggi. Selain itu, material yang digunakan juga harus bisa menyalurkan mana dengan baik. Memanfaatkan pengetahuan tentang sains dan sihir di dunia ini untuk membuat senjata yang bahkan bisa digunakan oleh ‘orang biasa’ di dunia ini.


Ray mulai menggunakan sihir dan kemampuan blacksmith miliknya untuk membuat setiap spare part satu demi satu. Dia beruntung karena menemukan sihir baru dalam perpustakaan sebelumnya, salah satu buku yang dia baca merupakan grimoire yang berisi mantra modifikasi. Sehingga pembentukan komponen menjadi lebih mudah karena hanya perlu membayangkan setiap spare part dalam otaknya.


Ray melihat sebuah pistol genggam di tangannya, ini bukan model rumit sepertisenjata laras panjang atau sejenisnya, hanya sebuah versi sederhana dari pistol genggam. Setelah melihat hasil karyanya selama beberapa saat, Ray akhirnya keluar dari bengkel dan berniat menguji coba benda yang ada di tangannya.


“Bang! Bang! Bang!” Suara tembakan terdengar saat Ray menekan pelatuk pistol yang baru dibuatnya.


“Yah, ini baik-baik saja. Meski masih perlu menggunakan tapi nilai konsumsinya cukup kecil.” Ray meletakan pistolnya di atas meja dan mulai kembali menyusun array sihir di dalamnya.


Ray merasa dia masih bisa mengurangi nilai konsumsi mana sampai bisa digunakan oleh orang biasa di militer. Setelah sampai di dunia ini, dia bisa melihat bahwa ada banyak masalah yang akan muncul di masa depan. Baik itu berasal dari para Ras Iblis yang menginvasi maupun anggota kerajaan yang korup.


Saat berada di Silver City sebelumnya, Ray juga bisa merasakan tentang perubahan situasi setiap kekuatan di sana. Selain Dark Note yang selalu menjauh dari masalah, Sebagian besar kekuatan bawah tanah memiliki backup yang berasal dari keluarga kelas atas dari Silver Moon Kingdom. Beberapa dari mereka juga mulai mengumpulkan kekuatan dan persediaan yang berlebihan seolah berniat melakukan sesuatu.


“Seharusnya Silver City baik-baik saja kan? Aku sudah meninggalkan pengingat untuk Paman Chris dan William, sekarang seharusnya Alex sudah memberikan informasi yang ku minta pada mereka bukan?” Gumam Ray.


Setelah memikirkan beberapa saat, Ray akhirnya memutuskan. “Seharusnya baik-baik saja jika aku kembali sebulan lagi?”