
Ternyata memang sesuai dugaan Ray, akibat ledakan yang dibuat Little Black saat bertarung di sisi utara membuat kelompok di sisi barat mempersempit jarak antara kelompok pembunuh yang satu dengan yang lainnya. Ray bisa merasakan tiga puluh lima orang mendekat ke arah mereka dan delapan belas diantaranya berada di Tingkat Lord.
“Apa aku harus menggunakan bom air untuk mengatasi mereka? Ah, tidak aku masih punya sihir itu... aku akan mencobanya pada mereka.” Ray bergumam saat kelompok pembunuh sudah mendekatinya dalam jarak seratus meter.
Ray mengalirkan mana miliknya ke udara dan mengendalikan aliran angin membentuk sebuah kubah berdiameter hampi dua ratus meter di depannya. Kubah angin yang dibuat Ray hanya berupa arus angin ringan yang hanya lebih kencang dari semilir angin biasa.
Para pembunuh yang merasakan angin hanya menghiraukannya, bagi mereka angin ini hanyalah angin yang sedikit kencang dan tidak berefek apapun pada mereka. Para pembunuh terus berkumpul dalam satu titik dan secara perlahan mendekati tempat Ray berada, tanpa menyadari kalau mereka masuk ke dalam jebakan Ray.
Di sisi lain Ray masih mengendalikan udara dengan tangan kanannya, sementara di tangan kirinya Ray membuat lima buah bola api dengan masing-masing berdiameter tiga sampai lima meter.
Ray terus mengendalikan aliran angin sambil memeriksa kondisi kelompok pembunuh yang sekarang sudah berkumpul di dalam kubah angin, dengan sigap Ray langsung mempercepat aliran angin dalam kubah angin.
Lalu dengan tangan kiri miliknya, Ray melemparkan kelima bola api masing-masing ke empat sisi kubah angin dan tepat di pusat atas kubah angin. Bola api yang bertemu aliran angin kencang dalam kubah angin menciptakan sebuah kubah api raksasa yang menelan dan membakar segala hal yang ada di dalamnya.
Pemandangan sebuah kubah merah raksasa di tengah gelap malam akan menjadi pemandangan yang luar biasa jika bukan karena teriakan lirih kesakitan dari para pembunuh yang terbakar hidup-hidup.
“AAAArrrgghhhh......”
“AAArrrrrggghhhhh...”
“AArrghhh...”
Teriakan kesakitan para pembunuh yang terbakar dalam api bisa terdengar dalam jarak ratusan meter. Sementara itu Ray hanya menutup telinganya karena suara teriakan para pembunuh mulai mengganggunya, sementara dia terus menerus mengatur aliran angin yang sekarang terbakar agar tidak padam sebelum membakar habis para pembunuh.
Seandainya Ray membakar orang hidup-hidup dalam kehidupan pertamanya, dia mungkin akan merasa bersalah dan tak bisa tidur untuk beberapa hari. Namun, setelah bereinkarnasi ke Eternal World, bagi Ray hanya ada kata membunuh atau dibunuh.
Di dunia ini dimana yang kuat makan yang lemah, jika kau lunak dan ragu-ragu sesaat mungkin kau yang akan mati atau mungkin kau akan kehilangan orang-orang yang berharga untuk mu. Karena itu bagi Ray, musuh adalah hal yang harus dimusnahkan bagaimanapun caranya.
Ray tak peduli cara yang digunakannya manusiawi atau tidak, karena dia hanya ingin menikmati hidupnya yang kedua dan melindungi semua hal yang berharga baginya. Dan jika ada yang menghalangi keinginannya dia akan menghancurkan mereka apapun caranya. Karena seperti kata pepatah ‘semuanya adil dalam perang’.
Setelah melepaskan sihirnya selama lebih dari satu jam dan membakar habis semua pembunuh, akhirnya Ray menerima pemberitahuan dari sistem.
“Ding~~~ Selamat tuan rumah menyelesaikan Misi Khusus [Selamatkan Schnee Raizar dan Syr Raizar]. Tuan rumah menerima reward?”
“Terima reward.”
“Ding ~~~ reward diterima. Memunculkan status tuan rumah.”
Nama : Ray Ainsworth \(16\)
Tittle : \[Sang Pembantai\] \[Blacksmith\] \[Alchemist\]
Ras : Manusia
Exp : \[ 900 / 165000 \]
HP : 4200
MP : 4300
Uang : 36 Gold 97 Silver
STATUS \(SP \= 100\)
STR : 210
VIT : 210
DEX : 215
AGI : 210
INT : 215
LUC : 999
Skill : Alchemist \(A\), Blacksmith \(A\), Sihir Element Api \(A\), Sihir Element Air \(A\), Sihir Element Tanah \(A\), Sihir Element Angin \(A\), Sihir Element Petir \(A\), Sihir Penyembuhan \(A\), Regenerasi \(P\), Peningkatan Fisik \(P\), Ketrampilan Pedang Ahli \(A\), Divine Sense \(A\), Analyze \(A\), Bahasa Universal \(P\), Memori Eidetik \(P\),
~~~\*\*\*~~~