Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 182 - Terbangun


"Aaaarrrggghhhh...." Ray berteriak sekencang-kencangnya saat kesadarannya mulai terhisap dalam lubang hitam.


Ray merasakan rasa sakit yang seolah merobek-robek tubuhnya dan membuatnya berteriak keras, rasa sakit terus menjalar di seluruh tubuhnya saat dia juga merasakan kekuatan besar yang berputar di dalamnya.


Ray akhirnya membuka matanya setelah semua rasa sakit intens yang menyiksa tubuhnya beberapa waktu yang lalu, dia merasa aneh saat melihat pemandangan yang akarab di depannya.


"Tunggu, bukannya ini adalah tenda ku? Bagaimana aku bisa berada disini?" Ray bergumam pelan saat melihat dirinya yang telah berpindah ke dalam tenda militernya.


Sebelum Ray sempat memikirkan keadaannya sekarang. Ray merasakan pelukan dari kedua sisinya, sekarang dia baru menyadari keberadaan Olivia dan Elli di kedua sisinya.


"Ini apa yang terjadi sebenarnya?" Ray bingung dengan kondisi yang dia alami sekarang.


"Hiks... hiks... kau telah pingsan lebih dari satu hari setelah terbakar dalam api itu..." Elli masih memeluk Ray seolah akan kehilangan Ray jika dia melepaskannya sambil tersedu-sedu.


"Benar, kau sudah dalam kondisi koma selama lebih dari sehari..." Olivia perlahan melepaskan pelukannya sambil memeriksa kondisi tubuh Ray.


"Apa kau sudah baik-baik saja? Apa aku meminta Kakak Schnee untuk memeriksa mu?" Olivia menanyai Ray dengan nada khawatir.


"Tidak perlu, aku sudah baik-baik saja. Sebenarnya aku merasa jauh lebih kuat dari diriku yang sebelumnya." Ray menjawab pertanyaan Olivia sambil melepaskan pelukan Elli yang sedang menangis.


"Elli, berhenti menangis... aku sudah baik-baik saja... tidak ada yang akan terjadi padaku..." Ray mencoba menenangkan Elli sampil menghapus air matanya.


"Hmm... jangan melakukan hal yang bodoh seperti itu lagi..." Elli yang sudah tenang melepaskan pelukannya sambil menghapus bekas air mata yang mengalir di pipinya.


"Baiklah, sekarang dimana yang lainnya? Dan bisakah seseorang mengambilkan aku cermin, aku merasa ada sesuatu yang berubah pada tubuh ku." Ray berkata pelan.


"Ini... Aku baru menyadarinya sekarang, sepertinya warna mata mu berubah, kulit mu menjadi lebih bersih, dan juga rambut mu terlihat lebih hitam dari sebelumnya." Olivia yang tersadar dengan ucapan Ray akhirnya memperhatikan perubahan pada tubuh Ray.


Sementara itu, Elli dengan cepat mengambil cerminnya dan memeberikannya pada Ray. Elli sendiri juga merasa terkejut saat melihat Ray yang terlihat jauh lebih tampan daripada sebelumnya.


"Ini cermin ku." Tanpa disadari Elli wajahnya mulai memerah dan dia memalingkan muka secara tidak sadar sambil tersipu malu.


Ray tidak melihat ekspresi Elli yang berubah, dia hanya melihat sosok barunya di dalam cermin.


Namun yang mengejutkan Ray, sekarang matanya terlihat sama dengan yang dimiliki Gild Dragnir. Selain itu, Ray merasa penglihatannya jauh lebih tajam dari yang sebelumnya dan juga dia merasa tubuhnya jauh lebih ringan.


"Apa yang terjadi pada ku? Jangan bilang yang ku alami sebelumnya dalam ruangan putih itu kenyataan? Ini benar-benar aneh." Batin Ray dalam hati.


Saat Ray masih termenung dan memikirkan tentang apa yang terjadi dengannya dan hal-hal yang dialaminya di alam bawah sadarnya. Beberapa orang memeasuki tendanya.


"Ray, apa kau baik-baik saja?" Vali yang memimpin rombongan langsung mendekati Ray dan memeriksa keadaannya.


"Aku baik-baik saja, tidak ada hal yang buruk terjadi pada ku." Ray mendorong Vali menjauh sambil mengatakan dirinya baik-baik saja.


"Syukurlah, kalau kau baik-baik saja." Vali menghela nafas lega saat melihat Ray baik-baik saja.


"Sebenarnya apa yang terjadi saat aku tak sadarkan diri?" Ray bertanya tentang situasi sekarang.


"Tidak ada hal besar yang terjadi, hanya ada kau yang koma selama lebih dari satu hari dan serangan binatang iblis yang lebih aktif dalam skala kecil di sekitar perbatasan." William yang datang bersama Vali menjelaskan situasi yang terjadi sekarang.


"Untunglah, tidak terjadi apa-apa. Aku sempat khawatir mengingat Flame Chimera yang seharusnya tidak berada di wilayah luar justru kita temui disana." Ray merasa lega saat mendengar ucapan William.


"Ngomong-ngomong Ray, sejak kapan kau begitu dekat dengan Ellizabeth dan Olivia? Mereka berdua sudah menemani mu sejak kau pingsan kemarin bahkan sampai kurang tidur karena menjaga mu." Vali bertanya dengan senyum menjengkelkan di wajahnya.


Sementara itu baik Elli dan Olivia mulai memerah dan tersipu malu saat mendengar ucapan Vali dan hampir menenggelamkan kepala mereka ke dalam dadanya.


"Anggaplah, keberuntungan pria yang telah mengalami kemalangan hahaha..." Ray tertawa kecil saat menghilangkan kecanggungan.


...* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *...


...Dan ini adalah chapter baru untuk hari ini......


Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...


See you next chapter and have fun...