
Wilayah luar Hutan Kematian.
Saat ini Yuri dan kelompoknya sedang menghadapi seekor Binatang Iblis Tingkat Raja yaitu Flame Phyton. Yuri menggunakan semua kemampuannya untuk menahan serangan dari Flame Phyton sementara rekannya yang lain menyerang Flame Phyton dengan sihir dan pedang mereka.
Setelah pertarurang sengit selama hampir satu jam akhirnya Yuri dan kelompoknya berhasil membunuh Flame Phyton dengan menusuk otak Flame Phyton melalui kepalanya. Melihat Flame Phyton sudah berhenti bergerak, akhirnya Yuri dan timnya bisa bernafas lega.
“Sial, bagaimana bisa ada Binatang Iblis Tingkat Raja di sini? Bukankah Ray bilang dia sudah menghabisi sekitar empat puluh Binatang Iblis Tingkat Raja di wilayah luar? Apakah ini Binatang Iblis yang lolos dari pembantaian Ray?” Yuri mengumpat kesal karena keberuntungannya yang buruk.
Berbeda dengan putri bangsawan lainnya, Yuri terlihat lebih tomboy, jujur dan terus terang. Yuri jarang membedakan status seseorang dan selama menurutnya orang itu memiliki sifat yang baik dia akan berteman dengan mereka, itu juga alasan dia menjadi sangat dekat dengan Elli yang hanya cucu seorang Baron.
“Kalian melakukan pekerjaan yang baik, sekarang biarkan aku memeriksa luka kalian.” Schnee yang merupakan instruktur kelompok mendatangi mereka dan mulai memeriksa luka yang diderita Yuri dan kelompoknya.
Schnee melihat kalau luka yang diderita mereka hanya luka memar dan luka bakar ringan akhirnya merasa lega. Tanpa menunggu lama Schnee menggunakan sihir penyembuhan untuk menyembuhkan mereka semua dan memulihkan kondisi mereka ke puncaknya.
“Terimakasih, Nona Schnee.” Yuri dan kelompoknya berterimakasih pada Schnee.
“Tidak perlu berterimakasih pada ku, karena semua ini sudah menjadi tugas ku.” Schnee membalas dengan lembut.
Para pria dalam kelompok itu sudah melihat Schnee layaknya seorang dewi karena kebaikan hatinya, selain itu meskipun Schnee menggunkan topeng untuk menutupi bagian atas wajahnya, masih tidak bisa menutupi kecantikan alami yang dimiliki Schnee.
Yuri yang melihat para pria dalam kelompoknya mulai berkerumun di sekitar Schnee segera memisahkan mereka dan mulai kembali mengatur formasi mereka dengan bantuan Syr yang juga merupakan instruktur mereka.
“Kalian segera berkumpul dan kembali ke formasi!” Teriak Yuri memerintahkan kelompoknya.
“Siap bos!” anggota kelompok Yuri menjawab dan kembali membentuk formasi mereka.
“Jangan panggil aku bos, bodoh!” Ucap Yuri sedikit kesal, dia benar-benar tak suka dengan panggilan ‘bos’ karena membuatnya terlihat seperti gangster dan preman. Tapi entah kenapa, setiap orang yang dekat dengannya sering memanggilnya seperti itu, terutama orang-orang tanpa latar belakang besar.
“Ouch... Maaf ketua Yuri.” anggota kelompok meminta maaf sambil mengelus kepalanya yang sakit.
“Sekarang lebih baik kita kembali ke daerah selatan dan menjauh dari wilayah dalam sejauh mungkin, aku berpikir kalau Flame Phyton sebelumnya mungkin adalah Binatang Iblis dari wilayah dalam yang kehilangan daerah kekuasaannya.” Yuri memutuskan untuk bergerak ke selatan.
“Aku setuju dengan Yuri, seharusnya sudah tidak ada lagi Binatang Iblis Tingkat Raja di daerah luar ini karena Ray sudah membersihkan mereka beberapa hari sebelum kalian datang dan dia juga sudah memastikan hal itu dua hari yang lalu.” Schnee menambahkan alasan untuk bergerak ke selatan.
“Jadi pasti ada sesuatu yang salah di Hutan Kematian ini jika sesuai dengan apa yang dikatakan Nona Schnee. Selain itu, aku juga tak bisa memikirkan tentang monster berkulit manusia itu melakukan kesalahan konyol seperti ini.” Yuri melanjutkan dengan nada sedikit kesal saat memikirkan tentang Ray yang mengirimnya dalam kelompok ini sebagai benteng berjalan.
“Pffft...” Suara tawa tertahan keluar dari mulut Syr. “Sepertinya bukan hanya aku yang berpikir dia adalah monster berkulit manusia... hehe...” Celoteh Syr dengan tawa kecil.
“Kalau begitu sudah diputuskan untuk bergerak ke selatan mendekati wilayah terluar Hutan Kematian, aku juga akan menghubungi sembilan tim yang lain juga...” Schnee mengambil keputusan dan mulai menghubungi tim lain sebelum kembali bergerak ke arah selatan.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Sebelumnya saya minta maaf, seharusnya chapter ini saya update hari senin, tanggal 28 kemarin. Tapi saya lupa menguploadnya setelah selesai mengetiknya hari minggu, tanggal 27 malam... Karena saat itu saya juga perlu mengirim beberapa email untuk pekerjaan saya, dan akhirnya kelupaan untuk mengupload yang ini...
Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...
See you next chapter and have fun...