
“Ayah, akhir-akhir ini terjadi banyak masalah serangan Binatang Iblis di pinggiran Hutan Kematian. Dan juga jumlah gelombang Binatang Iblis yang keluar dari Hutan Kematian.” Chris berbicara pada Julius dengan penuh kekhawatiran.
“Berapa banyak peningkatan serangan Binatang Iblis sekarang disbanding masa sebelumnya?” Tanya Julius pada Chris.
“Sudah hampir dua kali lipat dibandingkan dengan masa sebelumnya, dan jumlah gelombang Binatang Iblis juga meningkat hampir dua kali lipat.” Chris menjelaskan kondisi saat ini.
“Sudah hampir dua kali lipat? Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?” Estas menyela percakapan Chris dan Julius.
“Maaf, ayah mertua. Sebelumnya karena kita mengalami banyak masalah seperti serangan Ras Iblis di perabtasan selatan dan juga penyusupan Ras Iblis di Silver City membuat kita kekurangan tenaga untuk mengurus masalah ini.” Chris menjelaskan kendala dalam penyelesaian masalah ini.
“Haah... memang benar keadaan kita masih sangat sulit sekarang. Kita benar-benar kekurangan tenaga ahli yang bisa mengatasi hal semacam ini.” Estas menghela nafas karena tahu keadaan Silver Moon Kingdom yang sekarang sedang sangat buruk.
Saat Julius, Chris, dan Estas sedang dalam pembahasan mereka tentang cara menangani masalah Hutan Kematian ini, seseorang menerobos masuk ke dalam istana. “Bruak...” Pintu istana terbuka dengan keras, saat seorang pemuda melangkah santai ke dalam istana.
“Siapa yang berani merobos istana?!” Estas berteriak marah.
“Pak Tua, jangan terlalu sering marah, bisa-bisa nanti kau kena serangan jantung.” Orang yang menorobos istana tak lain adalah Ray, dan dengan santainya dia membalas amarah Estas dengan lelucon santainya.
“Bocah sialan, kau menyuruh ku cepat mati!!!” Estas hampir melompat menerkam Ray karena amarahnya, sebelum Julius menghentikannya dan mencoba menenangkannya.
“Sudahlah Estas, tak perlu membuat panjang masalah sepele seperti ini.” Julius menahan Estas dan mencoba menenangkannya.
“Hmph... aku tahu Julius. Dan bocah bau ada masalah apa kau kemari?” Estas menurut pad aJulius, lalu menatap tajam pada Ray seolah mencari kesalahan Ray yang bisa memberinya alasan untuk memukulnya.
“Aku kesini hanya untuk menyampaikan sesuatu, bukan maslah penting.” Ray berbicara dengan ekspresi santai miliknya.
“Ya, ini memang bukan hal yang penting. Aku hanya ingin bilang kalau sekarang aku adalah seorang Alchemist dan aku sudah bisa membuat hampir semua potion termasuk Recovery Potion yang hanya ada di Eternal Treasure Alliance.” Ray mengangkat bahunya dengan santai seolah mengatakan hal yang sepele.
“Hah! Kau hanya ingin bilang sudah bisa membuat Reco--. Uhuk... uhuk... kau baru saja bilang apa? Recovery Potion?” Estas yang hendak memarahi Ray dan baru saja berpikir kalau dia mendapatkan alasan untuk menghukum Ray berhenti ditengah kalimatnya. Sebelum akhirnya dia bertanya memastikan apa yang dikatakan Ray.
“Hm... itu hanya Recovery Potion, bukan hal yang besar.” Ray berkata santai dengan ekspresi wajah kemenangan, karena dia telah berhasil membuat Estas kehabisan akal.
“Bocah sialan, beraninya kau mempermainkan ku!” Estas hampir saja melompat menyerang Ray jika tidak kembali ditahan Julius.
“Estas, tenanglah... Dan kau juga Ray, bisahkah kau berhenti membuat lelucon semacam itu? Kau mulai membuat ku kerepotan karenanya.” Julius yang sedang menahan Estas menasehati Ray untuk berhenti dengan leluconnya.
“Baiklah Kakek Julius. Dan selain ingin menyampaikan berita tadi, aku juga berniat memberikan beberapa potion dan pill untuk penelitian.” Ray mengeluarkan sebuah meja kecil dari cicin penyimpanan miliknya beserta berbagai macam potion dan pill yang membuat Chris, Julius dan Estas terkejut dengan banyaknya jenis potion dan pill yang ada.
Lalu Ray mengeluarkan sebuah buku catatan di tangannya. “Dan juga ini adalah catatan alchemist yang aku buat selama aku berlatih yang mungkin akan berguna bagi alchemist lainnya.” Ray memberikan buku tersebut pada Chris.
Catatan :
Untuk hari ini sampai tanggal 18 Mei saya akan update satu chapter setiap hari karena arc 1 sudah hampir selesai.
Jangan lupa tinggalkan like dan berikan vote jika menyukai novel ini, dukungan anda menambah semangat saya untuk menulis.
Have fun and see you next chapter...