Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 106 - Malam yang Melelahkan II


Ray memasuki hutan dan mulai memeriksa keadaan sekitar dengan Divine Sense miliknya. “Jumlah pembunuh yang ada lebih sedikit di arah timur dibandingkan dengan arah utara dan barat. Selain itu jumlah ahli Tingkat Raja di arah timur lebih banayk daripada dua arah yang lain. Pertama aku akan menghilangkan sisi timur terlebih dahulu.”


Ray memutuskan bergerak ke arah timur terlebih dahulu. Setelah memeriksa kondisi wilayah timur hutan, Ray menemukan total tujuh belas musuh dengan tujuh diantaranya berada di Tingkat Raja. “Enam Tingkat Lord, Tujuh Tingkat Raja, dan sisanya berada dibawah Tingkat 9. Aku bisa mengatasinya dengan cepat.”


“Nona Schnee, Syr, kalian berdua bersembunyilah di dalam semak-semak itu. Aku akan menyergap mereka dan mengurangi jumlah musuh.” Ray menyuruh Schnee dan Syr untuk bersembunyi terlebih dahulu.


“Sepertinya ini saatnya mencoba kemampuan Night Heaven Cloth dalam pertempuran nyata.” Gumam Ray sebelum membuat kamuflase penuh dirinya dalam kedalaman hutan. Salah satu kemampuan Night Heaven Cloth yang dipakai Ray adalah menyamarkan dirinya seutuhnya dengan kondisi sekitar.


Ray yang sudah berkamuflase penuh dengan lingkungan hutan, langsung menuju ke salah satu pembunuh Tingkat Raja. “lima belas meter di barat laut ada satu Tingkat Raja yang terpisah dari yang lainnya.” Ray langsung melesat ke arah pembunuh tersebut.


‘Jleb...’ satu tusukan pisau menusuk tepat di jantung pembunuh Tingkat Raja langsung mencabut nyawanya. Ray dengan sigap meletakan tubuh pembunuh di dalam semak-semak untuk menyamarkan bau darahnya.


Kali ini Ray menggunakan Magic Tool Diamond Low-tier berbentuk pisau miliknya daripada menggunakan Venom Sword yang berperingkat lebih tinggi. Karena menurut Ray dalam serangan mendadak lebih baik menggunakan senjata yang lebih kecil dan fleksibel daripada senjata yang lebih kuat.


“Ada tiga orang yang mendekat, mereka hanya dibawah Tingkat 9.” Ray kembali mengaktifkan kamuflase dari Nigt Heaven Cloth miliknya.


Ray menunggu ketiga orang pembunuh memasuki jarak serang miliknya. Setelah melihat tiga orang berada dalam jarak lima meter darinya, Ray mengeluarkan tiga buah pisau lempar dari spatial ring miliknya.


Setelah melapisi pisau dengan sihir angin kedap suara, Ray melemparkan ketiga pisau. ‘swishh... wiss... wish...’ ketiga pisau yang dilempar Ray tepat mengenai titik vital pada ketiga pembunuh.


Kedua pembunuh tak mengetahui keberadaan Ray, karena Ray sudah tersamarkan sepenuhnya dengan kamuflase dan sihir kedap suara miliknya. Saat mendekati kedua pembunuh Ray dengan menggorok leher pembunuh Tingkat Lord sementara tangan lainnya secara bersamaan menusuk jantung pembunuh Tingkat Raja.


Ray menahan kedua tubuh tak bernyawa dan meletakannya di dalam rerumputan dibawah pohon yang ada didekatnya. Lalu menarik mayat tiga orang yang terbunuh sebelumnya ke tempat yang sama.


Ray perlu melakukan ini karena Binatang Iblis di Hutan Kematian sangat ganas di malam hari, dan jika mereka mencium bau darah hanya akan menambah keganasan dan kebrutalan mereka. Hal ini yang tidak diinginkan Ray, untuk itu dia harus memastikan menyamarkan bau darah yang muncul disekitar hutan.


“Pembunuh di sekitar sini sudah bersih. Tapi ada kelompok enam orang pembunuh yang berjarak seratus meter dari tempat ini, dan lima diantaranya berada di Tingkat Lord.” Ray kembali menghilang dari pandangan dan bergegas ke kelompok pembunuh berikutnya.


Catatan :


Untuk tanggal 24 Mei 2020, saya akan update 2 atau 3 chapter tergantung situasi saya. Sebenarnya saya sudah menulis Ch. 107, tapi terlalu banyak typo dan kesalahan tulis jadi saya akan revisi lagi dan saya update tanggal 24 Mei nanti. Karena itu tanggal 24 Mei saya bisa update 2 chapter atau mungkin 3 chapter kalau sedang dapat pencerahan wkwk.


Oke itu saja.


Have fun, and see you next chapter...