Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 40 - Identitas Terungkap VI


Mendengar penjelasan Ray, Miria merasa kalau Ray terlalu merendah. Ini tak bisa dipungkiri karena dimata orang lain Ray terlihat hanya menggunakan beberapa gerakan untuk mengalahkan Hellbound Lava Beast yang hampir mencapai tingkat Kaisar. Dengan kata lain menurut penglihatan orang lain kekuatan Ray sudah mencapai Tingkat Kaisar.


Melihat Miria yang masih tak mempercayai penjelasannya, Ray hanya mengeluarkan sebuah bola kristal yang merupakan alat pengukur tingkat kekuatan seseorang. “Nona Miria kalau kau masih tak percaya aku bisa menunjukan tingkatan ku yang sebenarnya.”


Ray mengalirkan mana miliknya kedalam bola kristal yang membuat bola itu bersinar kemerahan kemudian menunjukan angka 160 dengan warna merah menyala yang menunjukan bahwa dirinya masih berada di Tingkat Lord, bahkan masih jauh dari tingkat selanjutnya yaitu Tingkat Raja.


Miria yang melihat bola kristal merasa tak percaya dengan yang dilihatnya, sepanjang sejarah sangat jarang ada orang yang mampu melampaui tingkat mereka dan melawan seseorang dengan tingkat yang jauh lebih tinggi. “Kau hanya seorang Tingkat Lord?” Miria masih merasa hal yang dilihatnya hanya mimpi, sebuah hal konyol untuk melihat seorang di Tingkat Lord mengalahkan monster yang hampir sekuat seorang Tingkat Kaisar.


Ray sendiri merasa aneh dengan bola kristal ditelapak tangannya, namun dia teringat sistem pernah mengatakan kalau biasanya status Luck seseorang hanya akan dihitung sepertiga oleh bola kristal, karena bola kristal di dunia ini mengukur tingkat kekuatan seseorang di medan tempur, dan biasanya Luck seseorang tidak bisa ditingkatkan dalam hidupnya.


“Kekuatan ku memang hanya berada di Tingkat Lord, tapi selama seseorang menggunakan sihir dan serangan yang cocok dia mengalahkan mereka dengan level yang jauh lebih tinggi dari miliknya.” Ray masih mencoba meyakinkan Miria, bagaimanapun juga akan merepotkan jika ada orang yang menyebarkan tingkat kekuatannya yang sekarang.


Jika tingkat kekuatannya yang sekarang diketahui public maka dia akan menjadi pusat perhatian tidak hanya di Silver Moon Kingdom tapi juga diseluruh Ras Manusia, karena ini Ray tidak pernah ingin menunjukan tingkat kekuatannya jika bukan keadaan yang mendesak.


“Mungkin yang kau katakana benar.” Miria akhirnya mau menerima pernyataan Ray.


“Sudahlah Miria, kau tak perlu menekan Ray seperti itu.” Vali menenangkan Miria, dia sangat paham mengapa Miria begitu bersemangat.


Miria bertindak seperti ini karena kondisi adik laki-lakinya yang sekarang kesulitan mengatur mana di dalam tubuhnya yang sering meledak-ledak membuatnya kesakitan sepanjang waktu, karena itu Miria berpikir jika ada seorang penyihir yang cukup kuat dan memiliki pemahaman yang baik tentang mana mungkin bisa membantunya.


“Vali kenapa Miria sangat bersemangat tentang kekuatan ku? Dia sepertinya tak terlihat memiliki keserakahan akan sesuatu.” Ray menanyai Vali.


Sebelum vali sempat menjawab Olivia menimpali, “Ini karena adik kami Allen mengalami penyakit aneh dimana seluruh mana ditubuhnya lepas kendali dan meledak-ledak, sebelumnya Tuan Kevin mengatakan yang mungkin bisa menyembuhkan adik akmi adalah seseorang yang memiliki kontrol dan jumlah mana yang besar.”


“Kenapa tidak mencari seorang Grand Mage seperti Tuan Phytagoras?” Ray bertanya.


“Kami sebelumnya bisa meminta kedatangan Tuan Phytagoras lewat perantara Yuri, tapi bahkan Tuan Phytagoras tak paham apa yang terjadi pada Allen.” Olivia menghela nafas rendah.


“Aku akan mencoba melihatnya setelah semua urusan ku di tempat ini dan istana selesai.” Ray mencoba menenangkan Olivia, karena identitasnya sudah terungkap melakukan satu atau dua lagi tidak akan menjadi masalah. Selain itu Ray merasa dia bisa meminta anggota kerajaan untuk menyembunyikan beberapa hal.


“Vali dan yang lainnya sudah baik-baik saja, aku akan mengikuti mu ke istana sekarang.” Ray menyetujui.


“Aku juga ikut ke istana.” Vali meminta pada Estas.


“Sepertinya kau sudah baik-baik saja, kau bisa ikut dengan kami ke istana.” Setelah menyetujui permintaan Vali, Estas langsung mengalihkan pandangannya pada kedua saudari yang ingin angkat bicara, “Sementara kalian berdua lebih baik tetap disini.”


Olivia dan Miria hanya bisa menurut dan tetap di tenda medis sampai Ray dan Vali kembali.


“Aku akan memenuhi janji ku, kalian berdua tak perlu khawatir.” Ray meyakinkan kedua saudari.


Setelah melihat Olivia dan Miria mengangguk, Ray pergi bersama Vali dan Estas ke istana.


Catatan :


Tahun 2019 sudah berlalu, dan tahun 2020 menanti didepan kita, semoga semua harapan para pembaca di tahun ini sudah terpenuhi dan semua keinginan sudah terjalankan.


Walau beberapa orang teman mengatakan kalau merayakan tahun baru dan mengucapkan selamat natal itu haram hukumnya tapi saya tetap melakukannya, kalau ada yang bertanya mengapa? Tentu saja karena perbedaan itu indah dan toleransi adalah awal keharmonisan dalam bersosialisasi.


Yah, walaupun saya gak melakukannya di wa ataupun sosmed pribadi. Karena males aja nanggepin orang sekampung yang pada protes hehehe... 😅😅


Tapi untungnya ada tempat nulis yang bisa buat kita bebas, Soalnya gak ada yang kenal saya sih wkwkwk... 😁😁😁


Jadi, intinya selamat merayakan natal dan tahun bagi yang merayakan.


And have fun...