
Kini hari demi hari berlalu minggu demi minggu juga silih berganti, hingga hari-hari yang sudah di nanti-nanti oleh semua keluarga akhirnya datang juga.
Melly yang baru saja selesai mandi tiba-tiba merasakan sakit pada perutnya.
"Mas....perut aku sakit......!!!" seru Melly dari dalam kamar mandi.
Kenzo yang mendengar suara istrinya dari dalam kamar mandi, dia langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Sayang......!!"
"Buka pintunya.....!!"
Kenzo mengetuk pintu kamar mandi.
"Tidak di kunci mas," terdengar suara Melly agak merintih.
Kenzo langsung membuka pintu kamar mandi, matanya membulat sempurna melihat Melly terlihat menahan rasa sakit.
"Mass sakit......" Melly kembali merintih, tangannya terus memegangi perutnya.
"Sayang, kamu kenapa?" Kenzo terlihat begitu panik, lalu buru-buru mengangkat Melly dan langsung membawanya keluar dari dalam kamar mandi.
"Sepertinya aku mau melahirkan mas," jawab Melly sambil menahan rasa sakit yang sedang dia rasakan.
Kimmy dan Kalandra yang baru saja keluar dari dalam kamar mereka. Mereka melihat Kenzo membopong Melly dan jalan buru-buru.
"Kak, Kak ipar kenapa?" tanya Kimmy.
"Melly mau melahirkan, Kalandra tolong bawa mobilnya!" titah Kenzo, buru-buru Kalandra mengambil kunci mobil lalu langsung pergi menuju ke depan.
Mereka semua langsung pergi menuju ke rumah sakit, di perjalanan menuju ke rumah sakit Melly terus merintih kesakitan. Kenzo juga terlihat begitu kawatir, raut wajahnya sudah tidak karuan.
"Masss sakittt......" Melly kembali merintih sambil mengelus-elus perutnya.
"Tahan sayang! Kalan, cepatlah bawa mobilnya!" pinta Kenzo, hati dan pikirannya rasanya tidak tenang sekali.
Kalandra mempercepat laju mobilnya agar cepat sampai di rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Melly langsung di bawa ke ruang persalinan, Kenzo, Kalandra dan Kimmy menunggu Melly di ruang tunggu, mereka terlihat cemas dan sangat kawatir.
"Mudah-mudahan anak dan istriku baik-baik saja, sayang berjuanglah, aku akan selalu ada untuk kamu." Kata Kenzo, terlihat tidak tenang dan begitu kawatir.
Kalandra mengusap punggung Kenzo, dia tahu kali ini kakaknya sedang tidak tenang apalagi saat ini Kenzo sedang menunggu istrinya yang sedang melahirkan.
"Kak, kita berdoa ya biar Kak Melly dan anak kakak baik-baik saja!" tutur Kalandra, dalam hatinya juga sebenarnya tidak tenang dia juga memikirkan istrinya yang sebentar lagi mau melahirkan.
"Kimmy, di saat kamu melahirkan nanti mudah-mudahan mas bisa menemani kamu dan melihat anak kita lahir ke dunia ini," batin Kimmy dalam hatinya.
"Iya Kal, sungguh suara bayi belum terdengar, aku kawatir sekali," jawab Kenzo yang masih belum tenang dan terus berdoa dalam hatinya.
Betapa leganya Melly mendengar suara tangisan anaknya, hatinya seketika menjadi bahagia, kini rasa sakit akan perjuangkan akhirnya terbayar sudah.
"O...ek...oek....." suara tangisan bayi.
"Nyonya, anaknya sudah lahir, anaknya laki-laki," kata sang Dokter dan Melly tersenyum senang.
Entah apa yang harus Melly katakan? Yang jelas saat ini Melly sangat bahagia sekali dan rasanya ingin sekali buru-buru memberitahu kan rasa bahagia ini pada sang suami.
"Iya Dok, terimakasih." Jawab Melly, terlihat senyum bahagia di sudut bibirnya.
Dokter mengangguk, lalu menyuruh Melly untuk istirahat dan bayi laki-laki yang tampan itu langsung di urus oleh para suster.
Dokter yang baru saja keluar dari ruangan persalinan membuat Kenzo buru-buru beranjak dari tempat duduknya untuk mempertanyakan keadaan istri dan anaknya.
"Dok, bagaimana...." Kenzo sangat gugup dan sangat kawatir.
"Semuanya baik-baik saja, anak bapak laki-laki, nanti bisa langsung melihat ibu dan anaknya setelah di pindahkan ke ruang perawatan ya pak," jelas sang Dokter.
"Baik Dok, terimakasih ya." Jawab Kenzo, akhirnya bisa bernafas lega.
Setelah beberapa lama akhirnya Melly sudah di pindahkan ke ruang perawatan, Kenzo juga langsung memberikan kabar pada kedua orang tuanya agar datang ke rumah.
Kini Kenzo, Kalandra dan Kimmy langsung pergi menuju ke ruangan tempat Melly di rawat.
"Mas Ken, anak kita sudah lahir," kata Melly masih terlihat sayup karena kelelahan.
Kenzo hanya tersenyum dan langsung memeluk Melly dengan hati-hati dengan perasaan yang sulit untuk di katakan.
"Terimakasih istriku, akhirnya aku menjadi seorang papa." Kenzo mengucap kening Melly dengan penuh cinta.
Kalandra dan Kimmy sama-sama tersenyum, mereka juga tidak sabar menantikan anak mereka lahir.
Kini Kenzo duduk di tepi ranjang sambil memangku putra kecilnya sambil terus menatap wajah tampan putra pertamanya.
"Sayang, hidungnya mirip mas," kata Kenzo.
"Alisnya mirip aku, mas." Sambung Melly.
"Oh iya mas, anak kita mau di kasih nama siapa?" tanya Melly pada Kenzo.
Kenzo terdiam sejenak, dia sedang memikirkan nama untuk anaknya yang bagus.
BERSAMBUNG
Terimakasih para pembaca setia
Maaf ya Authornya sibuk banget, apalagi tanggal 11 nanti insyaallah Author akan melangsungkan pernikahan Author, mohon doanya ya semuanya 🙏🙏