Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Dika Prastyo


Melihat sekretaris barunya Kenzo terkejut, sungguh tidak percaya kalau dia adalah seorang anak muda yang dia kenal.


"Kamu...."


"Kak Kenzo....."


Mata Kenzo membulat sempurna sungguh tidak percaya dengan apa yang dia lihat di hadapannya saat ini.


Laki-laki muda yang kira-kira usianya 23 tahun ini adalah adik kelas Kenzo waktu SMA dulu, bahkan dia juga pernah mendekati Melly di belakang Kenzo secara diam-diam, betapa kesalnya Kenzo waktu itu.


"Bocah tengil ini, kenapa dia bisa sampai ke kantor aku? Bahkan dia sampai-sampai menjadi sekretaris aku," batin Kenzo dalam hatinya.


"Untuk apa kamu datang kesini?" tanya Kenzo pada pemuda itu, padahal Kenzo tahu karena bawaan dia juga sudah menjelaskan pada dirinya kalau pemuda yang menunggu di ruangan ini adalah sekretaris barunya.


"Tentu saja sekarang aku ini adalah sekretaris baru kak," jawab pemuda tampan itu dengan begitu tengilnya.


Kenzo menatapnya dengan tatapan kesal, tapi untungnya Kenzo sudah menikah dengan Melly jadi Kenzo tenang dan pemuda tampan itu pasti tidak akan bisa mendekati Melly secara diam-diam lagi seperti dulu waktu jaman mereka masih saling sekolah.


Mungkin jika Melly melihat pemuda ini Melly juga pasti mengenalnya, karena mereka juga kebetulan satu kelas dan Kenzo adalah kakak kelas mereka.


"Jangan galak-galak lah kak, kakak ingat kan nama aku?" tanyanya dengan nada bercanda.


"Haruskah aku mengingatnya?" Kenzo malah balik bertanya, tatapan matanya juga terlihat tidak suka tapi mau bagaimana lagi?


"Aku perkenalkan namaku Andika Prasetyo," pemuda itu tanpa di suruh dia mengenalkan dirinya pada Kenzo.


"Baik-baiklah, terserah kamu saja! Sekarang kamu adalah sekretaris ku dan pergi ke ruang kerja kamu sekarang! Karena disana sudah ada banyak pekerjaan untuk kamu," kata Kenzo dan Dika langsung mengangguk penuh semangat.


"Dulu Melly begitu dekat dengan Kak Kenzo, sekarang Melly ada dimana ya? Sungguh aku ingin ketemu sekali," batin Dika dalam hatinya.


Dika tidak tahu saja kalau Melly adalah istrinya Kenzo, jika Kenzo mendengar semuanya pasti Kenzo tidak akan mengizinkan Dika untuk bekerja di kantornya, untung Dika cuma batin dalam hatinya.


Setelah Dika keluar dari dalam ruangannya, Kenzo duduk di kursi kerjanya kali ini raut wajah Kenzo begitu kesal.


"Jangan sampai Melly datang ke kantor, jika bocah itu melihat Melly pasti dia akan kembali menggodanya seperti dulu lagi," batin Kenzo dalam hatinya.


Kini Kenzo kembali sibuk dengan pekerjaannya dan Dika juga mulai bekerja, Kenzo juga tidak mau satu ruangan dengan Dika padahal jika Melly yang menjadi sekretarisnya pasti mereka satu ruangan.


*****


Melly dan Kimmy duduk di halaman belakang mereka sedang makan bakso berdua, karena kedua mertua mereka juga sedang pergi berlibur bersama para sahabatnya.


"Kimmy, aku lihat suamimu tadi berangkat ke cafenya siang sekali," kata Melly penasaran.


"Biasalah kak, Mas Kalan itu ada-ada saja kalau acara pagi," sahut Kimmy yang tidak mau memberitahu kalau Kalan habis meminta asupan gizi sebelum kerja.


"Ada-ada saja tapi kamu suka kan," goda Melly yang diiringi dengan tawa jailnya.


"Ya begitulah kak, oh iya kak bakso ini enak, kakak buat sendiri?" Kimmy mengalihkan pembicaraannya, karena takut keceplosan tadi pagi habis ngapain?


"Iya Kim, tadi iseng pingin makan bakso, jadi aku buat saja." Jawab Melly, sambil menikmati bakso yang dia masak sendiri.


Mereka asik menikmati bakso sambil mengobrol, apalagi dirumah juga tidak orang, jadi mereka bingung mau ngapain?


*****


Sore menunjukkan pukul 4, Kinan, Aftar dan yang lainnya sedang menikmati berendam air hangat di sebuah kolam renang yang di sewa khusus oleh Aftar. Karena tidak mau ada orang lain dan akhirnya Aftar menyewa pemandian itu.


Kini mereka berendam bersama pasangan mereka, mereka tampak bahagia, dia usianya yang tidak muda lagi tapi mereka masih bisa menghabiskan waktu berlibur bersama.


Aftar yang cemburuan suka berlebihan, makin kesini juga makin biasa dan malah terlihat akrab dengan Arga.


Kini Kinan, Vira dan Caca, mereka asik berendam sambil menikmati jus jeruk pesanan mereka.


"Entah, kapan lagi kita bisa berlibur bersama seperti ini?" celetuk Arga, sambil menghirup udara yang begitu segar, melihat pemandangan yang begitu indah itu membuat hatinya begitu tenang.


"Selamat jalan burung peliharaan ku, maafkan aku karena telah memakan kamu, aku sungguh tidak tahu kalau itu daging kamu," batin Arga dalam hatinya.


"Iya kalau Bos Aftar mengajak, liburan dengan Bos Aftar itu enak, apa-apa di bayarin," celetuk Vino dengan begitu bahagia.


Aftar hanya sibuk menikmati cemilan yang dia pesan.


"Oh iya Vin, bagaimana rasanya burung puluhan juta kamu di lepaskan begitu saja oleh istrimu?" tanya Arga, terlihat begitu ingin tahu.


"Aku juga begitu Ar, jika aku marah pada Kinan yang ada aku disuruh tidur di sofa," sambung Aftar yang mulutnya penuh dengan makanan.


Arga tertawa, tapi dia juga tidak memungkiri karena dirinya juga sama seperti Vino dan Aftar ya tipe suami takut istri juga.


Padahal dulu Arga sedingin es batu, tapi entahlah es batu itu seketika meleleh dan hatinya juga akhirnya berlabuh pada Vira, wanita yang di jodohkan oleh mamanya.


Kini akhirnya mereka asik mengobrol tentang percintaan mereka di masa lalu sedangkan istri-istri mereka sedang sibuk luluran bersama.


*****


Malam sudah menunjukkan pukul 7 malam, seperti malam biasanya Kenzo dan Kalandra juga sudah pulang dari kerjaan mereka.


Kenzo langsung masuk ke dalam kamar, dia langsung mencari sosok istri yang sudah dia rindukan.


"Sayang......"


"Kamu sudah mandi?"


Kenzo langsung memeluk Melly yang sedang berdiri di dekat jendela, iya Melly sedang melihat indahnya pemandangan malam ini yang begitu terang benerang.


"Sudah mas, bagaimana? Taruhannya siapa yang menang?" tanya Melly antusias, hadeh suami pulang bukannya ajakin duduk dulu, biar mandi dulu, ini malah nanyaiin taruhan tadi pagi.


"Kamu yang menang sayang, kali ini mas kalah." Jawab Kenzo, nada suaranya terdengar tidak senang.


Melly hendak berjingkrak-jingkrak, tapi Kenzo menahannya dan malah memperat pelukannya agar Melly tidak sampai jingkrak-jingkrak.


"Tenanglah, nanti kalau anak kita kenapa-kenapa bagaimana?" oceh Kenzo dan Melly langsung mengangguk.


Melly membalikkan tubuhnya dan dia menatap Kenzo dengan tatapan begitu dalam.


"Mas...." Melly menatap Kenzo genit.


"Apa?" Kenzo menjawabnya dengan jutek.


"Aish pasti dia ingat mobil barunya," batin Kenzo dalam hatinya.


"Kamu kalah," ledek Melly jail.


"Sayang, kata siapa mas kalah? Sekertaris baru mas seorang laki-laki muda yang tampan dan itu artinya kamu yang kalah," kata Kenzo dengan tawa kemenangannya.


Seketika Melly menatap kesal suaminya, apakah suaminya sengaja mengerjainya? Aish sungguh, menyebalkan sekali.


"Mas, kamu ih...." Melly memasang wajah kesal.


"Apa? Mas yang menang sayang, bagaimana kalau kita jalanin hukuman kamu sayang, mas tanya kamu sudah mandi?" goda Kenzo, jail sekali pada istrinya ini.


Padahal Melly sudah berharap menang tapi sayang sekali Kenzo hanya mengerjai dirinya, sungguh suami tidak ada akhlak.


"Mas, mendadak anak kamu mengajak tidur," tolak Melly dengan alasan yang menurut dirinya tepat.


"Sayang, mana boleh seperti? Aku ini adalah akal-akalan kamu saja, tidak mungkin di jam yang masih sore ini, anak kita mengajak tidur, apalagi tahu papanya mau mengajak dia bermain," kata Kenzo yang tidak percaya dengan istrinya ini.


Melly mengangguk, rupa dia tidak pandai untuk berbohong pada suaminya.


"Baiklah, sekarang mas mandi dulu, lalu makan malam dulu!" pinta Melly.


"Tunggu mas mandi dulu, tapi mas sudah makan, ingat kamu jangan tidur!" tandas Kenzo sebelum masuk ke dalam kamar mandi.


Melly hanya mengangguk, kali ini dia harus mengakui kelelahannya dan harus siap menerima hukuman dari suaminya.


"Nak padahal kita hampir berhasil mendapatkan mobil baru, tapi gagal." Batin Melly dalam hatinya.


Sambil menunggu Kenzo mandi, Melly membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil membaca novel kesukaannya.


Entah apa yang akan terjadi selanjutnya?


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia