
Pagi yang cerah, Kenzo sudah rapi dengan setelan jas warna abu-abu. Kenzo keluar dari dalam kamar, Kinan yang melihat anaknya keluar dari kamar dia tersenyum sambil berjalan menghampiri Kenzo.
"Tampan sekali anak mama, sayangnya belum punya kekasih atau calon istri," sindir Kinan dengan sengaja.
"Mama apasih? Pagi-pagi sudah membicarakan hal tidak jelas seperti ini," Kenzo agak kesal pada mamanya.
Kalandra juga sudah rapi dengan setelan kemeja warna hitamnya, senyumnya pagi ini terlihat berbinar senang. Membuat Kinan penasaran, apa yang terjadi pada anak yang satunya ini?
"Pagi mama," kata Kalandra dia langsung memeluk mamanya dengan bahagia.
...Aftar yang dari tadi duduk di sofa memperhatikan anak-anaknya dan istrinya, dia hanya bisa tersenyum bahagia....
..."Lihat kek, cucu-cucu kamu sudah tumbuh dewasa. Tapi mereka di suruh menikah belum ada yang mau, entah siapa yang akan menikah duluan nanti?" Batin Aftar dalam hatinya....
"Pagi anak mama, apa yang membuat kamu sebahagia ini nak?" Tanya Kinan, dia tahu pasti Kalandra sedang bahagia.
"Mama tahu, aku sudah bertemu dengan calon jodohku. Aku rasa, Kak Kenzo harus merestui aku agar aku menikah duluan ma," Kalandra menatap Kenzo dengan tatapan meledek.
"Dasar bocah sialan," gerutu Kenzo dengan suara pelan.
Kinan tersenyum, lalu memeluk Kalandra dengan begitu senang.
"Tentu saja nak, lagian kakakmu ini tidak niat mencari kekasih. Dia hanya sibuk dengan semua pekerjaannya, entah sampai kapan dia mau jadi bujangan." Kinan melirik Kenzo kesal, tapi melihat Kalandra dengan senyum manis.
Kalandra senyam-senyum penuh kemenangan, Kenzo selalu kalah talak kalau masalah wanita dan pernikahan.
"Kakak mau kemana?" Tanya Kalandra, yang melihat Kenzo pergi begitu saja.
"Mau ke kantor, kamu di rumah saja bergosip sama mama!" Jawab Kenzo, membuat Kinan dan Kalandra sama-sama tertawa kecil.
"Dasar kakakmu itu nak, bukannya mikirin pernikahan ini malah kerjaan terus di pikirankan sama dia," keluh Kinan.
"Sudahlah ma, anak-anak sudah besar mereka bisa menentukan hidup mereka masing-masing dan ingat jangan terlalu di kekang dan terlalu keras pada anak," tutur Aftar. Dia juga merasa lelah, setiap saat menyuruh Kenzo untuk segera menikah.
Kini mereka sarapan bertiga tanpa Kenzo, karena Kenzo sudah berangkat ke kantor.
Sambil menyetir mobil Kenzo terus menggerutu kesal, apalagi tadi dia melihat laki-laki lain menjemput Melly ke rumahnya.
"Siapa laki-laki yang menjemput Melly tadi?"
"Biasanya pagi-pagi Melly datang ke rumah, ternyata pagi ini dia tidak datang karena di jemput oleh laki-laki."
Kenapa tadi Kenzo buru-buru berangkat ke kantor, Kenzo berencana mengajak Melly berangkat ke kantor bersama sepeti pagi biasanya. Tapi belum sempat Kenzo berjalan menuju ke rumahnya Melly, pandangan tidak sedap sudah dia lihat. Bahkan Kenzo melihat laki-laki itu mengandung tangan Melly dengan begitu mesra.
Hati siapa yang pagi-pagi tidak panas melihat pemandangan seperti truk gandeng yang sedang bergandengan mesra.
"Ehem-ehem, waktunya kerja Mell. Pacaran mulu," kata Kenzo dengan nada agak menekan.
Melly melihat ke arah Kenzo, menurut Melly tidak biasanya Kenzo bersikap seperti ini.
"Apasih kak?" Tanya Melly, agak mendengus kesal.
"Ini kantor, aku atasanmu. Panggil aku dengan sebutan bos!" Kenzo malah menjawab pertanyaan Melly dengan ketus.
Melly ingin tertawa tapi dia menahannya.
"Kak Kenzo kenapa sih? Pagi-pagi sudah tidak jelas seperti ini," batin Melly dalam hatinya.
"Melly, aku pergi dulu ya. Oh iya, nanti aku jemput ya sekalian kita jalan sama makan malam berdua," kata Alex sambil tersenyum mesra pada Melly.
Rasanya Kenzo kesal sekali ingin sekali melepaskan satu sepatunya, lalu melemparkan sepatunya ke wajah Alex.
"Tidak bisa, malam ini kita ada meeting dengan klien penting!" Belum sempat Melly menjawab, Kenzo sudah memberikan penegasan pada Alex, membuat Alex agak kesal.
"Kak bukannya......" Belum sempat Melly kata-katanya, Kenzo sudah menarik tangan Melly dengan cepat.
"Sudah jangan banyak bicara, kamu pergilah! Melly harus kerja," Kenzo mengusir Alex secara halus.
Alex menghela nafas panjang, bos macam apa Kenzo ini? Berani sekali dia menarik tangan calon kekasihnya, rasanya Alex ingin memukul Kenzo tapi Alex menahannya.
Alex pergi begitu saja setelah Kenzo membawa Melly masuk ke dalam, Melly masih bingung dengan sikap Kenzo pagi ini, bahkan Melly juga agak kesal.
"Kak, lepaskan tanganku!" Pinta Melly agak menekan.
Para pegawai lain melihat Melly dan Kenzo agak terkejut, apalagi melihat Kenzo sedang memegang tangan Melly.
"Mereka pacaran?"
"Aku tidak tahu, tapikan mereka memang dekat."
"Mungkin sudah ada perkembangan."
Kenzo melepaskan tangan Melly, tatapan Kenzo seolah-olah tidak cemburu tapi Kenzo tidak punya keberanian untuk mengatakannya pada Melly.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 🤗