Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Kenyataan yang ada


Setelah pesta selesai semua tamu undangan pulang dan Herlin, Kakek Sanjaya, Vino dan Caca mereka sudah pulang lebih dulu.


Sedangkan Kinan dan Aftar baru saja keluar dari tempat acara.


Rosa berdiri dengan tatapan tidak suka pada Kinan, Kinan yang melihat dia hanya melaluinya begitu saja.


"Sombong sekali dia." Rosa berjalan menuju ke mobilnya.


Bukannya Kinan tidak mau menyapa Rosa yang tidak lain adalah mamanya Arga. Kinan hanya terus teringat apa saja yang di katakanya pada Kinan waktu dulu.


Kinan dan Aftar sama-sama masuk ke dalam mobil mereka.


"Sayang, tadi ada calon mertua tidak jadi. Kamu tidak menyapanya?" Tanya Aftar dengan nada meledek.


"Haruskah? Dia terlalu sombong mas, padahal Arga begitu baik. Entahlah sifat mereka itu jauh berbeda mas," jawab Kinan dengan jujur.


Aftar menganggukkan kepalanya mengerti, Kenzo yang berada di pangkuannya dia tidur begitu nyenyak.


"Perasaan dari tadi, kamu terus memuji Arga." Sorot mata Aftar terlihat cemburu, kini tingkat cemburunya mulai menyusup ke hatinya.


"Apasih mas? Aku tahu pasti kamu cemburu," goda Kinan dia menyandarkan kepalanya di bahu Aftar.


Tangan Kinan meraih tangan Aftar lalu menggegamnya dengan erat.


"Mas, Arga itu sudah punya istri dan tentunya keluarga kecil mereka juga sangat bahagia, tapi haruskah mas terus-terusan cemburu pada Arga?" Tutur Kinan, dengan nada begitu lembut.


Supir yang sedang menyetir, dia menahan tawanya melihat bosnya sedang cemburu pada istrinya.


"Perasaan dulu bos tidak seperti ini waktu sama Nona Karin, tapi sama Nona Kinan dia sering kali cemburu berlebihan," batin sang supir yang tidak lain adalah supir pribadi Aftar.


"Arga sebaik apa? Apa lebih dari mas?" Tanya Aftar penuh selidik, hatinya tidak tahan dengan rasa cemburunya.


"Arga dia baik sekali mas, dia begitu lemah lembut dan sangat perhatian, tidak seperti mas yang dulu seperti es batu." Jawab Kinan sambil senyam-senyum, dia sengaja agar Aftar lebih cemburu lagi.


Habisan Aftar demen sekali main cemburu buta, padahal jelas-jelas Arga juga sudah sangat bahagia dengan Vira dan putri kecil mereka berdua.


"Terus saja puji Arga!"


"Mas, tadi yang tanya."


"Haruskah kamu menjawabnya dengan selengkap itu?"


"Biar tidak ada kebohongan di antara kita."


"Males sayang ih."


"Apa mas? Kinan hanya mencintai Mas Aftar dan Mas Aftar itu lebih dari segalanya di bandingkan dengan Arga."


Kinan menyakinkan Aftar, lagian dalam hati Kinan memang hanya ada Aftar. Tapi namanya suaminya sering cemburuan jadi Kinan harus lebih sabar.


Sesampainya di rumah Kinan langsung mandi, sedangkan Aftar menaruh Kenzo di dalam bok bayi.


Setelah Kinan selesai mandi, Aftar bergantian mandi. Kini setelah keduanya sudah sama-sama mandi mereka langsung tidur karena hari ini begitu lelah sekali, Kenzo tidur di bok bayi yang di taruh di dekat Kinan tidur dan Aftar tidur sambil memeluk Kinan seperti bantal guling.


*****


Malam semakin larut, Arga dan Vira masih sama-sama terjaga sedangkan Kimmy sudah tidur nyenyak.


"Sayang, daripada nonton televisi mending buat adik untuk Kimmy," saran Arga dengan tatapan mesum.


Vira menatap Arga, dengan tatapan yang sulit di artikan. Dia menaruh kepalanya di bahu Arga sambil tangannya memegang tangan Arga.


Terlihat Vira begitu sedih dan dia tidak sebahagia biasanya, Arga menggegam tangan Vira dengan erat.


"Kamu kenapa? Mas salah bicara?" Tanya Arga yang diselimuti perasaan kawatir, Arga tahu Kimmy masih terlalu kecil untuk punya adik tapi dia malah membuat adik, Arga takut Vira akan marah pada dirinya.


"Tidak mas, aku hanya takut mas masih memikirkan Kinan. Apalagi setelah tahu semuanya," jawab Vira. Sulit di artikan sorot matanya, tapi dalam hatinya dia takut kehilangan Arga.


Arga melepaskan tangannya dari tangan Vira, membuat Vira agak terkejut. Tapi rasa terkejut itu tiba-tiba membuat Vira tersenyum simpul karena kedua tangan Arga sudah memegang kedua pipinya dengan lembut.


"Mas tanya, apa kamu mencintai mas?" Tanya Arga dengan sorot mata penuh cinta.


"Iya mas, aku sangat mencintai mas." Jawab Vira dengan begitu yakin.


"Sayang, mungkin dulu mas ingin kembali dengan Kinan. Tapi setelah mas merasakan kebahagiaan bersama kamu, rasa itu hilang begitu saja sayang." Tutur Arga, dia ingin Vira tidak meragukan cintanya lagi.


"Semuanya sudah berlalu, mas tahu semuanya tapi saat ini mas punya keluarga kecil yang harus mas bahagiakan, jadi selamanya mas hanya akan mencintai kamu." Arga terus meyakinkan Vira, hingga air mata membasahi pipi Vira dan Arga langsung mengusap air mata itu lalu menarik Vira masuk ke dalam pelukannya.


Sungguh Vira terharu, ternyata cinta Arga begitu besar padanya. Vira sempat kawatir kalau Arga akan mengejar cinta Kinan lagi, namun pikiran itu hilang seketika ketika Arga memeluknya dengan pelukan penuh cinta.


Kini keduanya kembali menonton televisi dan televisi itu mereka mendengar gosip peresmian butik baru milik Herlin.


"Herlin, bukannya dia perancang busana terkenal. Wahh pasti banyak keluaran yang baru-baru," Vira begitu antusias dan ternyata Vira adalah satu langganan di butik Herlin.


"Sayang lihat, ada Kinan dan itu lihat ada sebuah pengakuan yang mengejutkan!" Arga fokus dengan pandangannya melihat televisi.


Mendengar siaran itu betapa terkejutnya mereka, ternyata Kinan adalah anak dari pemilik butik itu.


"Tunggu mas, bukannya mama juga datang ke acara peresmian butik itu?" Kata Vira, sambil melihat Arga.


"Kok kamu tahu?" Tanya Arga, dia masih fokus dengan televisi.


"Mama mengajak aku tadi, hanya saja aku tidak mau karena takut Kimmy rewel." Jelas Vira, dan Arga langsung menatap Vira.


"Bukannya mama masih marah?" Tanya Arga, dia sangat bingung dengan sikap mamanya.


Vira menggelengkan kepalanya, dia juga tidak tahu kenapa mamanya mengajak ke acara peresmian butik Herlin?


"Iya mas, tapi mama tiba-tiba ngajak." Jawab Vira dengan begitu santai.


Bagi Vira marahnya Rosa itu bukan apa-apa, kalau Rosa macam-macam pasti Vira akan melawan, apalagi Vira bukan tipe memnantu yang tidak bisa melawan mertua, jika mertua dia baik maka dia akan baik, tapi jika mertua jahat ya Vira juga akan bersikap tegas.


"Sudahlah sayang, ternyata Kinan anak orang kaya. Aku yakin mama pasti sangat terkejut mas, Herlin itu salah satu perancang busana yang terkenal dan sukses mas, ternyata Kinan bukan orang sembarangan." Vira tersenyum bahagia, bagi Vira ini adalah kabar bahagia biarkan saja mertuanya ini sadar.


"Biarkan saja sayang, mama menyesal pasti. Tapi mas tidak pernah menyesal menikah dengan kamu," jawab Arga sambil tersenyum.


Mereka berdua sangat bahagia melihat berita Kinan dan Herlin, setidaknya ke depannya Rosa tidak bisa menghina Kinan lagi.


BERSAMBUNG 🤗


Terimakasih para pembaca setia 😘