Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Tujuh hari telah berlalu


Satu minggu telah berlalu, akhirnya semuanya mulai menjalani hidup seperti biasanya. Iya walaupun rasa sedih masih menyelimuti hati mereka, tapi hidup harus terus berjalan.


Pagi ini Kenzo sudah rapi dengan setelan jasnya, tapi Kenzo hanya terdiam memikirkan surat dari sang buyut.


"Papa besar, aku tidak tahu apakah aku punya perasaan dengan Melly atau tidak? Untuk saat ini Ken belum bisa berbuat apa-apa, surat dari Papa besar, aku simpan dulu." Batin Kenzo dalam hatinya.


"Tok...tok....tok..." suara ketukan pintu.


Kenzo menghela nafas pelan, lalu dia berjalan menuju ke pintu untuk membukakan pintu kamarnya yang masih dia kunci.


"Ceklek...." suara gagang pintu, melihat sang mama yang datang Ken tersenyum dengan begitu manis. "Mama, ada apa?" Tanya Kenzo dan dia langsung mengajak mamanya masuk ke dalam rumah.


Kinan duduk di tepi ranjang, lalu Kenzo duduk di sebelah sang mama.


"Mama ada apa?" Tanya Kenzo dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Ken mama mau bercerita sama kamu, kalau mama dulu pernah berniat menjodohkan kamu dengan anaknya teman mama, usia kalian tidak jauh berbeda," cerita Kinan. Dia menghela nafasnya, Kenzo fokus mendengarkan cerita sang mama.


"Lalu ma?" Kenzo semakin merasa penasaran.


"Lalu, mama tidak pernah tahu lagi kabar keluarga teman mama itu." Jawab Kinan, sebenarnya dia juga sangat merindukan keluarga Vira. Dia juga ingin bertemu dengan Kimmy.


Tapi selama beberapa tahun ini, keluarga Vira dan Arga tidak pernah ada kabar sama sekali. Sehingga Kinan juga tidak tahu kabar Kimmy, seperti apa?


"Mama masih menjodohkan aku dengan anaknya teman mama?" Tanya Kenzo, dia menatap sang mama dengan tatapan penuh serius.


"Sekarang kamu sudah besar, masalah perjodohan ya mama juga tidak tahu apalagi mama sudah lama tidak bertemu dengan teman itu. Jadi jika kamu ada gadis cantik yang kamu sukai, segeralah kenalkan pada mama dan papa!" Jawab Kinan, sambil tersenyum tapi Kenzo hanya mengangguk pelan.


Menurut Kenzo saat ini bukan saat yang tepat untuk membicarakan tentang seorang gadis. Apalagi suasananya masih dalam berduka.


"Mama, jika nanti ada seorang gadis yang Kenzo suka. Ken, akan kenalkan pada mama dan papa, Ken ke kantor dulu ya m." Kenzo beranjak dari tempat duduknya, lalu dia mencium punggung tangan mamanya.


Kenzo berlalu pergi meninggalkan kamarnya sedangkan Kinan, hanya dia menatap kepergian Kenzo keluar dari dalam kamarnya.


Kalandra yang baru saja keluar dari dalam kamar, dia mengejar langkah kaki kakaknya lalu dengan kasar menarik tangan sang kakak.


"Apasih Kalan, dasar cecungguk!" Omel Kenzo, tapi Kalandra malah tersenyum jail.


"Darimana Kalandra, tahu kalau Melly hari ini cutti kerja?" Batin Kenzo dalam hatinya.


"Sok tahu kamu," Kenzo kembali mengomel pada Kalandra.


Kalandra tidak terima dia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya lalu dia menunjukkan pesan yang di kirim oleh Melly semalam. Kenzo hanya mengangguk, kali ini raut wajah Kenzo sangat sulit di artikan.


"Sana berangkat sendiri, aku takut mobilku lecet jika kamu ikut denganku!" Kenzo berlalu pergi dari hadapan Kalandra.


Kalandra hanya mendengus kesal, sungguh rasanya kesal sekali pada kakaknya.


Kenzo langsung melajukan mobilnya menuju ke kantornya. Kalandra akhirnya membawa mobil sendiri pergi ke cafenya.


Tapi belum sempat melangkahkan kakinya tiba-tiba mamanya memanggilnya.


"Kalan," panggil Kinan dengan nada lembut.


"Iya mama?" Tanya Kalandra dengan nada lembut.


"Berangkat kerja kamu, ingat jangan bertengkar terus dengan kakak kamu!" Kata Kinan, yang ternyata dari tadi melihat Kenzo dan Kalandra berdebat seperti pagi biasanya.


Kalandra mengangguk lalu dia dia berpamitan pada mamanya.


Kenzo terus melajukan mobilnya, tapi tiba-tiba ada yang menyebrang jalan tanpa melihat kanan kiri lebih dulu.


"Ahhhhhh......." Orang itu berteriak, sambil menutup kedua matanya dengan tangannya.


"Apa aku sudah mati?" Batinnya dalam hatinya.


Kenzo menghentikan mobilnya, tiba-tiba orang itu terjatuh dan pingsan tepat di depan mobil miliknya.


"Brukkkkk......"


BERSAMBUNG 🤗


Terimakasih para pembaca setia 🙏