Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Nikmati saja Kenzo


"Benar ma." Jawab Melly singkat, terukir senyum bahagia di sudut bibir Melly.


Caca dan Kinan, langsung memeluk Melly secara bersamaan.


"Kalian ayo masuklah!"


Semuanya masuk ke dalam rumah, kini mereka semua duduk di ruang keluarga.


"Kalian akan menjadi orang tua, kira-kira Kalandra dan Kimmy bagaimana ya? Apa adonan mereka sudah jadi juga?" tanya Kinan, dia tidak sabar menunggu kabar bahagia dari anak keduanya juga.


"Entahlah ma, tahu itu anak betah banget di rumah mertuanya," jawab Aftar membuat Vino tersenyum kecil.


"Apa sih bos ini mau main cemburu-cemburuan lagi? Padahal sebentar lagi akan menjadi kakek," batin Vino dalam hatinya.


"Belum tahu ma, mungkin akan segera menyusul ma." Sahut Kenzo dengan begitu yakin.


Kenzo pahamlah, hampir setiap malam Kalandra mengairi sawahnya masa iya tidak tumbuh-tumbuh benihnya, aish kalah sama Kenzo.


"Mudah-mudahan saja, biar mama cepat gendong cucu." Kinan begitu antusias, apalagi usianya sudah tidak muda lagi dan tentunya Kinan sudah cocok untuk menjadi nenek.


Kinan membuka belanjaan yang di bawa oleh Kenzo, betapa terkejutnya Kinan melihat Ken membeli banyak susu ibu hamil dengan berbagai macam rasa. "Ken, sifat kamu memang sangat menuruni papamu pasti nanti kamu bersikap posesif juga pada istrimu, aku harap Melly sabar." Batin Kinan dalam hatinya.


"Nak, kalian menginap disini saja!" Kata Kinan pada anak dan menantunya.


"Iya ma, kita akan menginap disini. Oh iya sayang, tidak apa-apakan kita menginap di rumah mama? Tapi malam ini kita tidur di kamar mas," kata Kenzo dan di anggukin oleh Melly.


Melly dan Kenzo berpamitan kepada orang tua mereka untuk istirahat.


Kini Melly berada di kamar Kenzo, Kenzo duduk di samping Melly sambil mengelus-elus perut Melly yang masih terlihat rata.


Setelah hampir dua bulan lebih mereka menikah akhirnya Melly hamil anak pertama. Kenzo merasa kalau tebakan dirinya begitu hebat, ya terhitung topcer.


"Tidak terasa kamu akan akan hamil secepat ini sayang, padahal pernikahan kita sepertinya baru kemarin, tapi ternyata sudah hampir dua bulan lebih sayang." Kata Kenzo, sambil terus mengelus-elus perut Melly.


"Iya mas aku juga tidak menyangka kalau waktu itu akan berlalu sangat cepat, iya ini namanya rejeki mas." Jawab Melly sambil tersenyum.


Melly membaringkan tubuhnya di atas kasur, rasanya hari ini lelah sekali apalagi Kenzo tadi mengajak dirinya berkeliling ke supermarket.


"Mas mau kemana?" tanya Melly, melihat suaminya beranjak dari tempat duduknya.


"Mau ke depan, mau ngobrol sama papa. Kamu istirahat saja," jawab Kenzo dan Melly mengangguk.


Kenzo pergi ke ruang tengah, dia melihat ruang tengah sudah sepi, mungkin kedua mertuanya juga sudah pulang.


"Papa mana ma?" tanya Kenzo yang melihat mamanya hanya duduk sendirian sambil menonton televisi.


"Di ruang kerjanya paling nak," jawab Kinan dan Kenzo langsung menuju ke ruang kerja papanya.


Melly meraih ponselnya, lalu menelpon Kimmy untuk memberikan kabar bahagia ini pada Kimmy.


Kimmy yang sedang meny*sui Kalandra di tempat kerja Kalandra, Kimmy meraih ponsel miliknya yang ada di atas meja.


"Sebentar mas, lepaskan dulu n*n*n aku ini kakak ipar menelpon," kata Kimmy dan Kalan langsung melepaskan mulutnya dari n*n*n Kimmy.


"Hallo kak."


"Apa kak, katakan!"


"Kimmy, aku sudah hamil."


Kimmy tidak percaya, kali ini mulutnya agak menganga lebar karena rasanya kaget.


"Sungguh kak, aku kapan ya kak? Mas Kalan nembak terus, tapi belum beruntung juga kak."


"Sabar Kimmy, suruh Kalan bekerja keras!"


"Baiklah kak, aku matikan telponnya ya kak. Aku mau bekerja keras dengan suamiku."


Kimmy mematikan saluran telponnya, kini tatapan matanya melihat Kalandra dengan tatapan agak manyun.


Sedangkan Melly senyam-senyum, membayangkan adik dan adik iparnya pasti mereka sedang berbuat mesum. Melly tahu sekali kalau Kalandra itu demen banget dengan kemesuman.


"Kenapa" tanya Kalandra, jari-jarinya dengan nakal memainkan p*n**l Kimmy.


"Kak Melly sudah hamil, kapan kamu buat aku hamil mas?" rengek Kimmy sambil manyun.


Kalandra menatap Kimmy dengan tatapan begitu menggemaskan.


"Secepatnya mas akan buat kamu hamil, yang penting kamu siap bekerja sama dengan mas, kamu juga harus siap mas garap setiap malam!" Tutur Kalandra, kali ini dia berusaha memanfaatkan keadaan dengan baik.


Kimmy mengangguk dengan begitu nurut, Aish ini sungguh membuat Kalandra meronta-ronta ingin cepat-cepat membuat istrinya. hamil.


"Pintar sayang, nanti malam kita lembur ya!" Bisik Kalandra dengan nada menggoda.


Kimmy mengangguk cepat, sungguh Kimmy ini begitu polos bahkan Kimmy begitu nurut dengan Kalandra.


Kalandra melanjutkan kegiatannya yang tadi sempat tertunda, benar mereka berdua ini sama-sama mesumnya apalagi Kimmy sudah tertular virus mesum Kalandra.


*****


Di ruangan kerja Aftar, Kenzo duduk di sofa Aftar juga duduk di sofa.


"Ada apa nak?" tanya Aftar pada Kenzo.


"Papa, apa wanita hamil itu begitu jelek moodnya? Kadang dia seperti ini, kadang juga seperti itu." Celoteh Kenzo, membuat Aftar ingin tertawa karena mengingat Kinan dulu waktu sedang hamil.


"Ya seperti itulah nak, kamu cukup nikmati saja saat istrimu sedang hamil. Ingat jangan mau anaknya saja!" Tutur Aftar pada anak pertamanya ini.


"Iya pa, aku sabar sekali menghadapi Melly bahkan kadang dia bersikap aneh." Kata Kenzo, yang lagi-lagi membuat Aftar ingin tertawa.


"Nikmati saja, wanita hamil memang sensitif dan papa harap kamu tidak boleh sampai marah Melly, apalagi saat masa ngidamnya datang, pasti kamu akan repot, ya kalau ngidamnya gampang-gampang kalau aneh-aneh, jangan ngeluh kamu!" Nasehat Aftar untuk Kenzo.


Kenzo mengangguk, saat ini pikirannya sedang membayangkan jika Melly mulai mengidam. Entah, akan seperti apa nanti?


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 😊