Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Monita


"Kamu....."


Kenzo terus menatap seseorang itu dengan tatapan yang masih tidak percaya.


"Kenapa, kamu kaget sekali kelihatannya. Iya ini aku," kata wanita itu dengan tatapan begitu sulit di artikan.


"Apa kamu melakukan ini dengan sengaja?" tanya Kenzo, dia menatap wanita itu dengan tatapan sulit di artikan juga.


Tidak menyangka akan bertemu dengan wanita yang ada di hadapannya ini lagi, padahal Kenzo sudah tidak ingin bertemu lagi dengan dia tapi ya mungkin ini takdir.


Wanita itu tersenyum sengit, mana mungkin ini sebuah kebetulan? Tapi yang namanya ada lowongan kerja ya tentunya dia manfaatkan oleh wanita ini.


"Pak Iyus, tolong tinggalkan kami berdua!" titah Kenzo, lalu Pak Iyus keluar dari ruangan Kenzo.


Dalam hal ini Kenzo juga tidak bisa menyalakan Pak Iyus, apalagi Pak Iyus juga tidak mengenal wanita itu dan tentunya Pak Iyus juga memilih Monita yang mungkin karena Monita yang terbaik di antara pelamar kerja yang lainnya.


Kini Kenzo dan Wanita itu berada di ruangan hanya berduaan saja. Kenzo menatap wanita itu dengan tatapan tidak suka.


"Kenapa kamu datang lagi?" tanya Kenzo, nada bicaranya begitu datar tapi tegas.


"Apa salahnya? Aku datang untuk berkerja, lagian kalau aku bisa mendapatkan hatimu ya itu suatu keberuntungan untuk aku," tutur Monita dengan begitu yakin.


Gadis itu adalah Monita, yang tidak lain adalah gadis yang pernah menyukai Kenzo dan waktu itu Kenzo menolaknya mentah-mentah, karena memang Kenzo hanya menyukai Melly dari dulu dan tidak pernah ada rasa dengan Monita.


Monita sengaja datang lagi ke kehidupan Kenzo ya tentunya untuk berusaha mendekati Kenzo lagi dan berharap Kenzo akan menerima dirinya, biarpun Monita tahu Kenzo sudah menikah dengan Melly tapi itu tidak jadi masalah untuk Monita, karena menjadi yang kedua atau hanya sekedar selingkuhan itu juga tidak masalah untuk Monita.


Yang penting bisa bersama Kenzo dan menjadi sekretaris pribadi Kenzo itu bisa menjadi batu loncatan untuk Monita mendekati Kenzo kembali.


"Aku tidak menerima kamu bekerja di kantorku, aku akan menyuruh Pak Iyus mengurus kamu agar segera menganti kamu dengan yang lain," tegas Kenzo tapi Monita malah tertawa dia tidak takut dengan ancaman Kenzo.


"Sudahlah Ken, kamu terima saja aku untuk menjadi sekretaris kamu! Lagian yang lain itu sudah di tolak oleh bawahan kamu itu, mereka tidak ada yang memenuhi syarat dan hanya aku yang memenuhi syarat," kata Monita. Dia begitu membanggakan dirinya di hadapan Kenzo.


Kenzo mengangguk, dia yakin selama dirinya tidak memberikan celah untuk Monita masuk dalam hidupnya semuanya akan baik-baik saja.


"Baiklah lakukan sesukamu!" Kenzo memilih tidak mau tahu, apalagi bicara dengan Monita itu tidak akan ada habisnya.


Akhirnya Kenzo melanjutkan pekerjaannya, Kenzo juga menyuruh beberapa cleaning servis untuk memindahkan meja sekretaris diluar ruangan Kenzo, karena dulu Melly berada di satu ruangan dengan Kenzo. Tapi Kenzo tentu saja tidak mau satu ruangan dengan Monita.


"Ken, kenapa kamu memindahkan meja sekertaris dari ruanganmu?" tanya Monita, dia terlihat kesal.


"Kamu itu hanya sekretaris aku dah ini semua aku yang mengaturnya jadi aku harap kamu tidak banyak protes!" jawab Kenzo dengan penuh penegasan.


Setelah semua meja dan kursi sudah dibawa keluar ruangan, akhirnya Kenzo juga menyuruh Monita untuk keluar dari dalam ruangannya, ya biarpun Monita terlihat kesal, tapi Monita menuruti apa kata Kenzo.


Setelah Monita keluar Kenzo berdecak kesal, sungguh kenapa harus Monita yang menjadi sekretaris pribadinya?


"Lagian wanita itu memang dari dulu ingin sekali memilikimu, tapi ingat jangan biarkan itu terjadi karena kamu sudah punya Melly!"


Seketika Kenzo mengingat Melly, dia tahu jika Melly tahu kalau Monita menjadi sekretaris dirinya pasti Melly akan marah.


"Mudah-mudahan Melly mengerti, ini semua hanya hubungan pekerjaan sayang, percayalah mas hanya mencintaimu seorang!"


Hati Kenzo terus berbicara, Kenzo juga sadar pasti Monita akan melakukan sesuatu untuk bisa mendekati dirinya lagi, tapi Kenzo juga tidak terlalu kawatir akan hal itu lagian Kenzo juga bukan tipikal laki-laki yang mudah tertarik dengan seorang wanita.


Detik demi detik berlalu Kenzo akhirnya pulang kerja, Kenzo berjalan menuju keluar dari kantor dirinya.


Tapi sosok wanita yang tidak asing itu sudah berdiri di tempat parkir, membuat Kenzo ingin berbalik tapi mobilnya berada disana.


Kenzo tetap melangkahkan kakinya menuju ke mobilnya, dia tidak perduli dengan apa yang di lihat di hadapannya.


"Ken, kenapa kamu sombong sekali?" tanya Monita, dia sudah berdiri sambil melipat kedua tangannya ke dada.


"Kamu mau apa? Sudah malam pulanglah!" Ketus Kenzo, dia memilih buru-buru masuk ke dalam mobilnya.


Tanpa pikir panjang dan sebelum Monita berbuat yang aneh-aneh Kenzo langsung menyalakan mesin mobilnya dan dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Monita berdecak kesal, sungguh Kenzo ini tidak tahu sopan santun menurut dirinya.


"Dasar Kenzo sialan, lihat saja aku yakin kamu akan bertekuk lutut padaku dan meninggalkan Melly." Kata Monita dengan begitu yakin.


Monita langsung masuk ke dalam mobilnya lalu dia pergi meninggalkan tempat parkir itu.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan, akhirnya Kenzo sampai dirumah dia juga langsung masuk ke dalam kamarnya.


Dia menaruh tas kerja di sofa, melepaskan sepatunya, lalu mengendorkan sedikit dasinya dan tanpa mandi lebih dulu. Kenzo langsung memeluk Melly yang sedang tidur dengan erat.


Melly yang merasakan berat pada bagian tubuhnya, dia perlahan-lahan membuka matanya dan dia melihat wajah lelah suaminya.


"Mas, kamu kenapa?" tanya Melly, dia melihat suaminya tidak seperti biasanya.


"Sayang, mas hanya merindukanmu saja." Jawab Kenzo, dia tidak mau memberitahu apa yang sesungguhnya terjadi hari ini.


Melly mengangguk dan Kenzo semakin mempererat pelukannya, Melly juga membiarkan suaminya memeluk dirinya.


Sungguh hati Kenzo tidak tenang, dia sadar dedemit ada dimana-mana, dia takut dirinya hilaf dan melakukan kesalahan yang membuat Melly sakit hati.


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 🙏