
Pagi hari yang begitu cerah, Kimmy dan Melly sudah bersiap-siap untuk pergi ke Dokter untuk cek kandungan mereka masing-masing.
Kenzo dan Kalandra juga sudah rapi, mereka siap mengantarkan istri-istri mereka ke Dokter.
"Aku sangat penasaran dengan jenis kelamin anakku kak," kata Kalandra membuat Kimmy yang berdiri di sampingnya tersenyum malu.
"Aku juga penasaran Kalan, sungguh aku ingin punya jagoan kecil saja, biar aku ada teman kalau nonton bola," jawab Kenzo dengan begitu antusias.
"Kalian malah mengobrol, sudah itu istri-istri kalian sudah menunggu di ruang tamu, buruan nanti mereka ngamuk loh!" goda Aftar, yang sangat tahu kalau kedua anaknya ini terhitung suami-suami takut istri.
Apalagi kalau masalah jatah, Kenzo dan Kalandra paling takut kalau tidak mendapatkan jatah dari kedua istri-istri mereka.
"Iya benar kata papa...." kata Kalandra.
"Tunggu, papa apakah papa dulu juga takut dengan mama?" tanya Kenzo, sambil nyengir kuda ngeledekin papanya.
"Kalian mau tahu, sini papa bisikin!" Aftar tersenyum licik, tapi Kenzo dan Kalandra benar-benar mendekatkan telinga mereka ke dekat papanya.
"Papa pernah ke pergok sama kakek buyut kalian, waktu papa sedang berciuman di dapur dengan mama," bisik Aftar dengan jail.
Sungguh Kalandra dan Kenzo sama-sama geleng-geleng kepala, ternyata ke somplakan mereka ya menurun dari papanya mereka itu.
"Dasar papa ini, papa sih nafsuan, bukannya ajak mama ke kamar!" Kalandra tersenyum jail.
"Aish, ini-ini pa, anak kecil yang di kaw*n*n otaknya jadi agak miring," protes Kenzo karena menurut Kenzo pembicaraan adiknya ini terlalu vulgar. "Haha ternyata aku juga nafsuan sama seperti papa," batin Kenzo dalam hatinya.
"Sudah, buruan! Sebentar lagi pasti kedua menantu papa akan berteriak," kata Aftar dan benar tidak selang beberapa lama suara cempreng Melly dan Kimmy terdengar begitu menggema.
"Mas Kalannn......"
"Mas Kenzo, kemana mereka ini?"
Sungguh Kimmy dan Melly sudah sama-sama merasa kakinya pegal karena terlalu lama berdiri dari tadi, apa suami-suami mereka itu tidak tahu, beratnya menjadi wanita hamil? Berdiri terlalu lama saja kakinya sakit.
"Benarkan....."
Buru-buru Kenzo dan Kalandra pergi menuju ke ruangan tamu.
"Iya sayangku...." jawab Kalandra sambil tersenyum tapi Kimmy agak manyun.
"Kita berangkat sekarang!" ajak Kenzo, karena tidak mau Melly sampai mengamuk.
Akhirnya mereka berpamitan pada Kinan dan Aftar, lalu mereka langsung pergi menuju ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Kimmy dan Melly langsung masuk untuk periksa dan di temani oleh suami-suami mereka.
Mereka periksa bergantian, kini Melly yang lebih dulu di periksa. Setelah beberapa lama akhirnya Melly selesai di periksa.
"Bagaimana Dok, dengan bayi yang ada di kandungan istri saya?" tanya Kenzo, sungguh tidak sabar.
"Semuanya baik-baik saja, untuk jenis kelaminnya, bapak tidak ingin tahu?" Dokter balik bertanya pada Kenzo.
"Itu rahasiakan dulu saja Dok," jawab Kenzo sambil tersenyum.
Dokter mengangguk mengerti, sekarang giliran Kimmy yang di periksa dan setelah pemeriksaan Kimmy dan Kalandra terlihat bahagia, karena anak mereka sehat dan bertumbuh dengan baik di rahim Kimmy.
Padahal setiap hari mereka kawatir apalagi kandungan Kimmy yang lemah, tapi bersyukur janin yang Kimmy kandung sehat di dalam rahim Kimmy.
Akhirnya pemeriksaan selesai, kini sepulang dari rumah sakit, Kenzo mengajak mereka untuk pergi jalan-jalan karena memang hari ini juga Kenzo sedang libur kerja.
"Kak, tadi kakak cek jenis kelamin anak kakak?" tanya Kimmy pada Melly.
"Cek Kimm, hanya saja papanya tidak mau tahu, katanya buat kejutan saja," jawab Melly sambil tersenyum pada Kenzo.
"Tumben otak suamiku ini bener," batin Kimmy dalam hatinya.
"Kita mau kemana kak?" tanya Kalandra, karena Kenzo melajukan mobilnya tidak ke arah rumah mereka.
"Niatnya kalau tidak ada satpam kita, ya bolehlah Lan, kita cuci mata lihat yang bening-bening gitu," jawab Kenzo membuat Melly langsung menyalakan api perang.
"Mas Kalan...." pekik Kimmy dengan tatapan begitu garang.
"Sayang, itu Kak Ken yang bicara, bukan aku." Kalandra langsung memeluk Kimmy, enak saja kakaknya mengajaknya untuk hilaf, bisa-bisa tidak dapat jatah lebih nanti malam.
Melly menatap kesal Kenzo, apa Mas Ken ini mulai mencari-cari masalah? Kemarin klien sok cantik itu, waktu itu Monita sih j*l*ng itu, entah siapa lagi? Awas saja jika berani aku tidak akan diam saja.
"Mas, itu kaca jendela dirumah bening, kamu tembus saja mas!" pekik Melly, yang terlihat kesal.
Kalandra dan Kimmy sama-sama tertawa, dalam hati mereka "Emang enak bangunin macan yang sedang tidur, kalau Kak Melly sudah beraksi jangan harap kamu akan baik-baik saja Kak Ken."
"Iya kak, tabrak saja sekalian kak!" sambung Kalandra dengan begitu semangat.
"Aish sayang, aku hanya bercanda. Tidak mungkin mas cari yang bening-bening di luaran sana, lihat istri mas begitu cantik." Kenzo membela dirinya sendiri.
Tapi Melly sudah terlanjur kesal dan memilih mengabaikan Kenzo. Kenzo juga kembali fokus menyetir, kadang dia lupa kalau wanita hamil itu gampang sekali naik darah tapi suka sekali becanda yang berlebihan.
Kini suasana di dalam mobil itu terasa hening, Kimmy juga memilih memejamkan matanya dan Kalandra juga melakukan hal yang sama.
Sedangkan Melly mengabaikan Kenzo karena kesal pada suaminya.
Sesampainya di sebuah danau, Melly yang tadinya sedang kesal, seketika Melly langsung tersenyum senang.
Kalandra dan Kimmy juga sudah bangun, mereka sama-sama melihat indahnya pemandangan danau itu.
"Kak, kita ke danau." Kata Kalandra.
"Mas, aku mau main sepada air. Sungguh ini yang aku mau, kita bisa pergi piknik," celoteh Kimmy dengan begitu bahagia.
Kimmy yang jarang sekali keluar rumah karena Kalandra melarangnya, akhirnya bisa menikmati indahnya pemandangan danau dan tentunya itu membuat Kimmy sangat senang.
Kimmy dan Kalandra turun lebih dulu dari dalam mobil, sedangkan Melly dan Kenzo masih sama-sama perang dingin di dalam mobil, padahal hati Melly sangat senang di ajak ke danau ini.
Apalagi danau ini mempunyai kenangan yang indah, bohong kalau Melly akan bisa marah lama-lama pada Kenzo.
"Bagaimana sayang, kamu suka dengan bening-bening yang aku maksud, serius tadi aku hanya bercanda," tanya Kenzo dan Kenzo membentuk jarinya menjadi huruf V.
"Mas, kenapa kamu tidak bilang kamu mau mengajak aku ke danau ini?" rajuk Melly dengan manja.
Kenzo hanya terdapat pada istrinya, lalu mencium kening Melly dengan hangat.
"Mas ingin mengingat masa-masa kita dulu, anggap saja ini sebuah kejutan," jelas Kenzo dan tanpa seizin Kenzo Melly mencium bibir Kenzo dengan begitu.
"Terimakasih suamiku," kata Melly yang diiringi dengan senyum begitu bahagia.
"Sama-sama istriku, ayo kita turun!" ajak Kenzo dan mereka langsung turun dari dalam mobil.
Kini mereka langsung pergi ke danau yang tidak lain adalah salah satu tempat yang penuh kenangan indah.
BERSAMBUNG
Terimakasih para pembaca setia
Mampir yuk ke karya Kak Ranti Yona 🙏