
Malam menunjukkan pukul 7 malam, malam ini menjadi makan malam pertama Kenzo bersama keluarga Melly.
Melly juga melayani suaminya makan dengan penuh perhatian, membuat kedua orang tua Melly kagum, ternyata Melly bisa menjadi istri yang baik.
"Sayang, kamu tidak makan?" tanya Kenzo, karena melihat Melly hanya megambilkan makanan untuk dirinya saja.
"Makan mas, tapikan harus layani suami dulu baru aku menyiapkan untuk diriku sendiri," jawab Melly sambil tersenyum begitu manis.
Betapa kagumnya Kenzo, gadis bar-bar, bersuara cempreng seperti Melly ini ternyata bisa memposisikan dirinya sebagai seorang istri yang sangat perhatian pada suaminya.
Caca tersenyum, ini adalah hal yang selalu Caca lakukan pada Vino. Dan lihat putrinya bisa meniru dirinya, betapa bahagianya Caca mudah-mudahan putrinya ini bisa menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya.
"Ken, makanlah yang banyak. Anggap saja ini rumah sendiri, sekarang aku mama kamu dan bukan Tante cantik lagi," tutur Caca membuat Kenzo tersenyum simpul.
"Iya Ken, sekarang kamu anak laki-laki papa." Sambung Vino, sambil tersenyum simpul juga pada Kenzo.
Kenzo mengangguk, kini mereka menikmati makan malam mereka dengan begitu hangat.
Setelah selesai makan malam, Caca dan Melly bersama-sama membereskan meja makan. Dengan kompak, Caca dan Melly sama-sama mencuci piring bekas mereka makan.
"Bagaimana nak?"
"Bagaimana apanya, ma?"
"Malam pertama kalian? Apa Ken sudah berhasil membobol gawang kamu?"
Raut wajah Melly langsung merah merona, sungguh Caca ini kebangetan jailnya pada putri satu-satunya ini.
"Mama, kenapa bertanya seperti itu? Bagaimana kalau Mas Ken mendengarnya? Aku pasti akan malu ma," oceh Melly dengan suara pelan.
Caca tertawa kecil, sungguh putrinya ini saat ini sangat menggemaskan sekali.
"Dasar kamu ini, sama suami sendiri kok malu." Celetuk Caca, sambil melanjutkan kegiatan mereka di dapur.
Vino dan Kenzo asik menikmati cemilan yang ada di atas meja sambil mengobrol dengan begitu akrab.
"Ken, katakan pada papa! Bagaimana, dengan itu barang yang papa berikan padamu?" tanya Vino sambil menatap jail Kenzo.
"Papa, Ken tidak menggunakan itu. Ken takut kalau Melly akan kuwalahan, nanti Ken juga ikut kuwalahan," jawab Kenzo dengan jujur.
Vino menepuk jidatnya, sungguh menantunya ini dikasih yang enak-enak malah tidak di gunakan sama sekali.
Setelah selesai dengan kegiatannya di dapur, Melly dan Caca ikut bergabung dengan suami-suami mereka yang sedang menonton televisi.
Melly berglendotan mesra di lengan tangan Kenzo.
"Mas, tidur yuk!" Ajak Melly dengan manja.
"Itu diajak tidur, sana Ken!" Sahut Vino, ingin rasanya tertawa melihat sikap manja anaknya ini.
Kenzo terlihat malu-malu, pipinya sudah merah seperti kepiting rebus. "Melly, kenapa mengajak tidur seperti ini sih?" batin Kenzo dalam hatinya.
"Mama, papa, ke kamar dulu ya." Pamit Kenzo pada kedua mertuanya.
"Gendong," rengek Melly dengan manja.
Caca dan Vino sama-sama geleng-geleng kepala, sungguh pengantin baru itu begitu lucu.
"Ken gendong saja tidak usah malu-malu, papa dan mama akan tutup mata deh," cibir Vino sambil tertawa kecil.
"Iya, sana cepat buatkan boneka yang lucu-lucu buat mama dan papa ya!" Sambung Caca, yang tidak kalah jail dari Vino.
Tanpa mengatakan apapun, Kenzo langsung mengangkat tubuh mungil Melly masuk ke dalam kamar.
****
Kini Kenzo dan Melly sudah sama-sama berbaring di atas tempat tidur.
"Sayang, lelah tidak?"
"Kenapa mas? Badanku agak pegel mas."
"Mas dapat jatah tidak malam ini?"
Obrolan yang singkat tapi ujung-ujungnya ke arah itu juga, dasar Kenzo sih otak mesum.
Kenzo merenggut, lalu dia memeluk Melly dengan erat, Melly juga merasa nyaman di pelukan Kenzo.
"Sayang, jangan bersikap manja lagi kalau di depan mama dan papa ya! Aku tidak enak." Pinta Kenzo, tangannya mengusap wajah cantik Melly dengan lembut.
"Memangnya kenapa mas? Kita ini kan suami istri," jawab Melly agak manyun.
Kenzo menyamakan posisi tidurnya dengan Melly, kini tatapan mata Kenzo begitu lekat.
"Kita pindah ke Apartemen mas ya! Kita tinggal berdua, jadi kalau mau ngapain enak dan kalau mau ehem-ehem diluar ruangan juga pasti akan aman," kata Kenzo dan Melly mengangguk.
Lagian tidak ada salahnya jika mereka tidak tinggal dengan orang tua mereka, ya agar mereka juga bisa mandiri dengan rumah tangga mereka nanti.
"Aku yakin otak mas pasti penuh dengan pikiran mesum," tebak Melly dan Kenzo tertawa lalu memeluk Melly dengan erat.
"Kamu ini, lagian mas mesum dengan istri mas sendiri jadi tidak salah. Tidurlah sudah malam, atau mas akan memakanmu!" bisik Kenzo dengan mesum.
Buru-buru Melly memejamkan matanya, agar suaminya tidak berbuat macam-macam.
*****
Di sebuah club malam, Kalandra dan Kimmy sedang duduk menunggu Erika yang belum datang ke club.
"Kok kamu minum mas?" tanya Kimmy yang melihat Kalandra minuman beralkohol.
"Sini, biar sama aku juga minum!" rancau Kimmy, dia hendak mengambil gelas milik Kalandra tapi dengan cepat Kalandra menepis tangan Kimmy.
"Jangan menyentuh minuman itu! Kalau laki-laki tidak apa-apa," omel Kalandra dan Kimmy memanyunkan bibirnya kesal.
Kalandra memegang tangan Kimmy dengan lembut. Tapi tiba-tiba Fano temannya Kalan datang menghampiri Kalan.
"Fan, Erika datang tidak?" tanya Kalandra pada Fano yang baru saja datang.
"Belum juga duduk, sudah menanyakan Erika. Apa kamu sudah sangat merindukan dia?" cetus Fano, dia bahkan tidak melihat Kimmy yang langsung menatap Kalandra dengan tatapan kesal.
"Apa sih Fan? Serius, kamu kalau bicara jangan sembarangan. Kamu tidak lihat, istri aku sudah pasang kuda-kuda. Gara-gara kamu, aku bisa-bisa tidak dapat jatah lagi," oceh Kalandra membuat Fano terkekeh.
Fano melihat ke arah Kimmy sambil tersenyum, tapi Kimmy hanya diam dan enggan tersenyum karena rasa kesalnya.
"Sorry Kal, itu Erika." Kata Fano, sambil melihat Erika yang sedang berjalan ke tempat mereka duduk.
Erika begitu sexy, sungguh penampilan Kimmy yang elegan itu sangat jauh berbeda dengan Erika.
"Wihh Erika, makin montok saja." Celetuk Fano, yang lagi-lagi membuat Kalandra kesal.
"Dasar mulut Fano, dia tidak sadar istri aku sudah naik pitam," batin Kalandra dalam hatinya.
Erika tersenyum begitu manis, dia begitu senang melihat Kalandra.
"Kalandra sayang, aku sangat merindukanmu...." Kata Erika, Kimmy langsung menatapnya dengan tatapan tajam.
"Haahh...sayang!" Seru Kimmy, tatapan terlihat tidak suka pada Erika.
"Iya sayang," jelas Erika dengan genit.
Hati Kimmy rasanya meronta-ronta, sungguh apa-apaan suaminya ini?
"Erika, jagalah bicaramu! Ucapkan namaku dengan benar!" pinta Kalandra, sungguh geram sekali pada Erika.
"Hah... memangnya, wanita ini siapa?" tanya Erika sambil menatap Kimmy dengan tatapan tidak suka.
Kalandra menghela nafasnya dengan kesal.
"Dia adalah istriku!" Jawab Kalandra dengan tegas.
Seketika Erika terkejut, dia juga tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kalandra?
"Apaa?!" seru Erika.
BERSAMBUNG 😊
Terimakasih para pembaca setia 😊