
Setelah beberapa hari akhirnya Caca pulang dari rumah sakit.
Caca akhirnya resmi menjadi seorang ibu, setiap hari Caca begadang karena mengurus putri kecilnya. Sedangkan Vino karena sudah lelah kerja jadi dia lebih sering tidur lebih dulu.
Seperti itulah seorang istri dan ibu beranak satu, Caca harus bisa melakukan tugasnya dengan baik. Apalagi Vino juga sangat manja sekali pada dirinya tapi Caca senang, apalagi Vino sudah membuatkan satu putri kecil yang begitu cantik untuk dirinya.
"Sayang, dari tadi Melly nyusu terus. Mas tidak kamu susui juga?" Goda Vino, dia begitu jail sambil memainkan pipi Melly dengan jari-jarinya.
Caca menyentil dahi suaminya, dasar Vino anaknya juga butuh asi banyak ini malah dia minta nyusu juga.
"Tidurlah mas, sudah malam!" Kata Caca, dia melihat kalau Melly juga sudah terlelap tidur.
Vino tersenyum, dengan batasan Melly yang berada di tengah-tengah mereka.Vino melihat Caca, lalu membelai pipinya dengan manja.
"Aku mencintaimu sayang" Vino mencium kening Caca dengan penuh cinta.
Caca tersenyum dia tidak tau harus berkata apa lagi karena Caca juga sangat mencintai Vino.
Kini keduanya sama-sama memejamkan matanya dan akhirnya mereka tertidur pulas.
******
Malam semakin larut, Kinan dan Aftar sama-sama masih terjaga sedangkan Kenzo sudah terlelap tidur.
"Badanku pada sakit sayang, pijitin dong sayang!" Rengek Aftar dengan manja, Kinan membenarkan posisinya menjadi duduk.
Aftar juga sudah duduk dan Kinan mulai memijat punggung Aftar dengan lembut. "Sayang, pijatnya agak keras dong!" Omel Aftar, Kinan mengeraskan pijatannya.
"Iya kaya gitu enak, sebelah sini sayang, sebelahnya lagi!" Tutur Aftar dengan bawel, membuat Kinan mendengus kesal tapi dia menuruti apa kata suaminya.
Kinan terus memijat Aftar, Aftar juga tidak sebawel tadi.
"Sayang, jangan jodohkan Ken sama Kimmy ya! Sama Melly saja," kata Aftar tiba-tiba.
"Bingung aku mas, kita lihat saja nanti Ken akan memilih siapa?" Jawab Kinan, dia tidak mau ambil pusing.
Setelah selesai memijat suaminya, Aftar berbaring Kinan juga berbaring. Aftar masih terjaga sedangkan Kinan sudah memejamkan matanya.
"Aku tidak bisa membayangkan, jika aku harus besanan dengan Arga." Aftar berbicara sendiri, dia membayangkan akan seperti apa jika harus besanan dengan mantan kekasih istrinya itu?
"Sudahlah, lagian Ken masih bayi. Siapa tahu nanti ada jodoh yang lain!" Aftar menepis semua pikirannya, dia mulai memejamkan matanya hingga terlelap tidur.
*******
Jam menunjukkan pukul 7 pagi, Arga dan Vira sedang sama-sama duduk di sofa sambil bercanda dengan Kimmy.
Mereka terlihat bahagia bercanda dengan putri kecil mereka.
"Anak mama, lihat papamu nak." Kata Vira, dan Arga mengambil Kimmy lalu menaruh di pangkuannya.
"Kimmy anak papa, kesayangan papa." Arga mencium Kimmy dengan gemas.
Vira terlihat cemberut, karena semenjak mereka punya seorang anak Arga lebih sering bilang Kimmy cantik dan Arga selalu bilang kalau Kimmy adalah kesayangannya.
"Kalau Kimmy kesayangan papa, lalu mama kesayangan siapa?" Vira meranjuk manja, bibirnya pura-pura manyun.
Arga menatap Vira dengan tatapan gemas, kini tangannya meraih pipi Vira lalu mencubit pipi Vira dengan pelan.
"Tentu saja Vira yang cantik ini adalah kesayangannya Mas Arga." Kata Arga, terlihat senyum bahagia terukir di sudut bibirnya.
Vira tersenyum senang, lalu dia memeluk kedua orang yang dia sayangi secara bersamaan. "Mama, sayang kalian." Kata Vira, membuat Arga tersenyum bahagia.
Vira melepaskan pelukannya dari Arga dan Kimmy. Kini tatapannya begitu dalam pada Arga.
"Sayang katakan, kenapa kamu tidak setuju jika aku jodohkan Kimmy dengan Kenzo?" Tanya Vira, tatapan matanya meminta jawaban dari Arga.
"Jangan tanyakan itu sayang, pasti Ken, akan cemburuan dan pastinya melebihi bapaknya itu, yang cemburunya tingkat dewa." Jawab Arga, sungguh dalam hatinya tidak mau besanan dengan Aftar.
Vira tertawa lepas, bagi Vira laki-laki yang cemburuan itu sangat menarik dan lucu. Dan tentunya itu membuat hubungan semakin terjalin mesra, menurut Vira.
"Aku suka laki-laki cemburuan, mas." Celetuk Vira sambil tertawa, dia mengingat waktu Arga pertama kali cemburu. Dulu wajahnya Arga sangat lucu sekali.
"Tetap saja, aku tidak mau!" Tandas Arga tidak mau tahu.
Vira hanya bisa mendengus kesal, saat ini dia merasa kesal pada suaminya.
"Dasar, kamu juga cemburuan mas." Batin Vira dalam hatinya.
"Mam juga tidak sudih, kalau cucu mama harus menikah dengan anak gadis udik itu!" Cetus Rosa, yang ternyata sudah berdiri dari tadi mendengar obrolan Vira dan Arga.
"Mama......" Arga dan Vira sama-sama kaget.
"Apa? Mama, tidak setuju jika Kimmy harus menikah dengan anaknya gadis itu, dari dulu mama tidak pernah suka Kinan," jelas Rosa. Matanya terlihat kebencian pada Kinan.
"Mama, ini anaknya Vira! Dan bukan mama yang mengatur hidup anaknya Vira, jika mama tidak setuju yang penting Vira sebagai orang tuanya setuju!" Vira tidak mau kalah, Vira paham sekali seperti apa sifat mama mertuanya ini.
"Lancang ya kamu Vira, berani kamu melawan mama!" Suara Rosa terdengar menggema.
Arga semakin pusing dengan kedua wanita yang ada di hadapannya ini.
"Mama, Vira, sudah!" Lerai Arga agar istri dan mamanya tidak melanjutkan cecok mereka.
Vira menatap Arga, tatapannya begitu sulit di artikan. Membuat Arga menatapnya dengan tatapan lembut.
"Ingat ya! Mama tidak akan setuju jika Kimmy dan anaknya gadis itu, kalian jodohkan!" Rosa, menatap Vira dan Arga secara bergantian.
"Vira tidak perduli ma, jika anak Vira mau menikah dengan Kenzo di masa depan, maka Vira akan dengan senang hati merestuinya. Karena Vira tidak mau ada Mas Arga yang kedua ma, cukup Mas Arga yang mama hancurkan perasaannya, asal jangan anakku!" Vira menatap Rosa, kali ini sungguh hati Vira di kuasai dengan amarah.
Rosa semakin kesal pada Vira, rasanya menyesal sekali Rosa menjodohkan Arga dengan Vira.
"Lancang mulutmu Vir, berani sekali kamu mengatakan hal seperti itu!" Sentak Rosa, dia menatap Vira dengan tatapan penuh amarah.
Arga mencena kata-kata Vira, dia melihat ke arah Vira seolah-olah meminta penjelasan padanya.
"Sayang, kamu bilang apa? Tidak mau ada Arga yang kedua, maksudnya apa?" Tanya Arga tatapannya begitu dalam.
"Mas, kenapa Kinan dulu meminta putus dengan kamu. Itu semua karena ulah mama mas, mama menyuruh Kinan putus sama kamu." Jelas Vira, membuat Arga ternganga tidak percaya.
"Ternyata dalang di balik patah hati aku selama ini adalah mamaku sendiri." Batin Arga dalam hatinya.
Arga menatap mamanya dengan tatapan begitu garang.
"Mama....."
"Arga, mama bisa jelaskan semuanya!" Potong Rosa dengan cepat.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊