Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Berkunjung ke yayasan


Pagi hari yang indah, Melly, Kenzo, Kalandra dan Kimmy sudah siap untuk pergi ke yayasan bersama-sama.


Semua makanan dan yang lainnya juga sudah di tata rapi oleh para orang suruhan Kenzo.


Caca dan Kinan melihat anak-anak mereka dengan senyum bahagia.


"Kinan, lihat anak-anak kita begitu bahagia, mereka terlihat begitu mesra," kata Caca sambil melihat Kenzo yang dari tadi tidak melepaskan tangan Melly dari tangannya.


"Mereka sudah seperti truk gandeng ya kak, lihat dari tadi Kenzo terus mengandeng tangan Melly, sungguh jadi merindukan masa muda dulu," jawab Kinan sambil mengingat kenangan indah waktu dengan Aftar dulu.


Caca juga akhirnya ikut membayangkan masa-masa dulu waktu bersama Vino.


Kalandra dan Kimmy yang baru saja keluar, raut wajah Kimmy terlihat begitu kesal dan bibir manyun, entah apa yang di lakukan oleh Kalandra, sampai-sampai Kimmy seperti ini.


"Sayang, mas minta maaf!" Kata Kalandra, tapi Kimmy cuek karena kesal pada suaminya ini.


Kinan beranjak dari tempat duduknya, lalu dia menghampiri Kimmy.


"Kalian kenapa?" tanya Kinan sambil menatap Kimmy dengan tatapan lembut.


Dengan manja Kimmy langsung memeluk Kinan, Aftar yang sedang berdiri di dekat Kenzo, dia hanya tersenyum melihat Kimmy dan Kinan.


"Entah apalagi yang di lakukan anak bandel itu pada istrinya?" batin Aftar dalam hatinya.


"Mama, Mas Kalan itu nyebelin sekali masa lipstik baru Kimmy di patahin," dengan manja Kimmy mengadu pada mama mertuanya.


"Mama, dia membeli lipstik dengan warna yang begitu menor, lihat saja bibirnya Kimmy sudah seperti di sengat oleh tawon," Kalandra membela dirinya sendiri.


"Bukan ma, bibir Kimmy menjadi seperti ini karena Mas Kalan, Mas Kalan mencium bibir Kimmy dengan kasar ma," Kimmy tidak mau mengalah.


Dengan raut wajah yang begitu polos dan tanpa dosa itu, Kalandra hanya bisa garuk-garuk kepala karena merasa malu.


"Tapi Mas Kalan, malah menyalahkan lipstik Kimmy," sambung Kimmy yang kini semakin manyun.


"Sudah-sudah! Kimmy, nanti mama belikan lipstik baru, Kalan lain kali kalau mencium istri cimlah dia dengan lembut!" tutur Kinan dengan nada lembut.


Kenzo dan Melly sama-sama melihat ke arah Kimmy dan Kalandra.


"Kalian ayo cepat berangkat!" Ajak Kenzo dengan begitu semangat.


Mereka berempat langsung berpamitan kepada kedua orang mereka dan kedua orang tua Melly yang juga sedang berada di rumah Kinan.


Setelah berpamitan semuanya masuk ke dalam mobil, Kalandra yang menyetir mobil miliknya sedangkan Kenzo dan Melly duduk di jok belakang. Ada dua mobil yang mengikuti mereka, satu mobil khusus barang-barang dan satunya lagi mobil khusus orang suruhan Kenzo untuk membantu di yayasan nanti.


"Kalan, bagaimana kondisi korban keracunan di cafe kamu?" tanya Kenzo, sambil melihat ke arah Kalandra yang sedang menyetir.


"Semuanya sudah dibawa pulang ke rumahnya kak, semalam Revan memberikan kabar padaku." Jawab Kalandra sambil fokus menyetir.


"Rencananya kapan mau buka cafe lagi?" tanya Kenzo lagi.


"Entahlah kak, sudah betah dirumah. Apalagi ada istri, jadi pinginnya dirumah terus, terus di kamar setiap hari, ahh seperti pengantin baru gitu kak," otak Kalandra mulai nyeleneh entah kemana?


Kenzo hanya geleng-geleng kepala, dia sangat paham sekali kalau adiknya ini begitu mes*m dan suka sekali bermain solo waktu belum menikah dulu.


"Sayang, otak adik iparmu sudah tidak beres," kata Kenzo pada Kimmy.


"Dia memang seperti itu dari dulu mas," jelas Melly sambil tertawa.


Kimmy memilih diam, bahkan dia memilih memejamkan matanya untuk istirahat karena takut hari ini akan kelelahan, Kalandra juga menyiapkan kursi roda karena takut istrinya ini kenapa-kenapa.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mereka sampai di yayasan.


Kini semua anak-anak disana menyambut kedatangan Kenzo dan Kalandra dengan begitu bahagia, anak-anak itu tentu mengenal Kenzo dan Kalandra karena beberapa kali mereka pernah datang berkunjung bersama.


"Kakak ganteng....


"Siapa kedua gadis cantik itu kak?"


Dengan lucu para gadis kecil bertanya pada Kalandra dan Kenzo, bahkan tatapan mata mereka terlihat begitu tidak suka pada Kimmy dan Melly.


"Mereka adalah istri dari Kak Kalan dan Kak Kenzo," jelas Kenzo dengan nada lembut.


"Bukannya aku sudah bilang pada Kak Kenzo, aku mau jadi istri Kak Kenzo." Rajuk salah satu gadis kecil itu.


"Aku juga mau menikah dengan Kak Kalan," sambung yang lainnya lagi.


Bu Heni pengurus yayasan yang di bangun oleh Kenzo, dia hanya bisa tersenyum melihat anak-anak bertingkah begitu menggemaskan, sungguh mungkin karena Kalandra dan Kenzo begitu dekat dengan mereka.


"Anak-anak, tidak boleh seperti itu ya! Ayo kita masuk!" Kata Heni pada anak-anaknya yang selama ini di urus oleh dirinya dan beberapa pengurus yang lainnya.


Kenzo dan Kalandra sama-sama tersenyum, mereka memang sering bercanda dengan semua anak-anak yang ada di yayasan itu.


Kenzo dan Kalandra sama-sama mengenalkan Kimmy dan Melly dengan Bu Heni dan pengurus yang lainnya.


Kini mereka semua langsung masuk ke dalam yayasan.


"Oh iya bu, ada berbagai makanan dan keperluan anak-anak, nanti orang suruhan saya yang akan menatanya." Kata Kenzo pada Bu Heni.


"Terimakasih Pak Ken, sungguh anda adalah pengusaha muda yang sangat dermawan," jawab Heni membuat Kenzo hanya tersenyum kecil.


"Jangan terlalu memuji bu, karena memang rejeki yang saya dapat itu sebagian milik anak-anak disini," pinta Kenzo terpancar ketulusan di sudut matanya.


Heni mengangguk, kini mereka melanjutkan acara mereka.


"Kak Ken, Kak Kalan, ayo kita bermain bola!" Ajak anak-anak dengan begitu antusias.


Melly dan Kimmy sama-sama mengangguk, mereka langsung pergi menuju ke lapangan belakang yayasan.


Kimmy dan Melly hanya duduk sambil melihat suami-suami mereka bermain dengan anak-anak yang ada di yayasan.


Sungguh Kenzo dan Kalandra sama-sama menyayangi anak-anak, mereka juga bermain dengan antusias.


"Bayangkan kak jika anak-anak kita sudah lahir, pasti akan sangat bahagia," kata Kimmy sambil melihat Kalandra yang sedang bermain bola dengan anak-anak.


"Iya Kim, lihat suami-suami kita mereka terlihat sekali sangat menyayangi anak-anak," jawab Melly sambil tersenyum.


Setelah beberapa lama bermain bola dan mereka juga merasa sangat lelah, akhirnya mereka beristirahat.


"Anak-anak ayo makan!" Kata Dea, yang tidak lain adalah salah pengurus anak-anak di yayasan juga.


Akhirnya semuanya pergi makan, Kimmy, Kalandra, Kenzo dan Melly juga ikut makan bersama dengan mereka.


Setelah selesai makan Kimmy dan Melly membagikan bermacam-macam snack dan alat-alat sekolah pada mereka semua.


Dua jam telah berlalu, akhirnya semuanya selesai dan semua anak-anak juga begitu senang bermain dengan Melly dan Kimmy.


Kini setelah acara demi acara selesai, akhirnya Kenzo, Melly, Kalandra dan Kimmy berpamitan pulang kepada semuanya.


Hari ini acara berbagi mereka akhirnya selesai, rasanya melelahkan tapi juga sangat bahagia bisa bermain dengan anak-anak.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊