Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Hukuman yang tertunda


Menunggu Kenzo yang mandinya begitu lama, entah ngapain saja Kenzo di dalam kamar mandi sana?


Melly menguap. "Rasanya mengantuk sekali, kita tinggal tidur saja ya nak papa kamu," kata Melly sambil mengelus-elus perutnya.


Akhirnya Melly menaruh buku novelnya, lalu memiringkan posisinya dan dia memejamkan matanya.


Entahlah malam ini begitu mengatuk sekali, mungkin anaknya memang sedang tidak mau di manjakan oleh bapaknya.


Belum ada 5 menit Melly sudah terlelap tidur, terlihat wajahnya begitu lelah mungkin karena kehamilannya semakin besar juga.


Kenzo yang baru saja mandi, dia bernyanyi tidak jelas, Kenzo yang masih memakai handuk dia juga langsung menghampiri istri tercinta.


"Malam ini aku pasti menang banyak," batin Kenzo dalam hatinya.


Kenzo duduk di belakang Melly. "Sayang, mas sudah selesai mandi," kata Kenzo tapi Melly tidak menjawab.


"Mell, mas sudah."


"Ayo kita jalanin hukuman kamu!"


Melly masih tidak menjawab, dia hanya bergulat kecil tanpa membuka matanya.


"Aish, apa dia sudah tidur?"


"Mana boleh seperti ini? Dia kan belum menjalani hukumannya."


"Kamu curang sayang."


Kenzo beranjak dari tempat duduknya, dia berpindah ke depan Melly, bahkan dia berbaring tepat di hadapan Melly, tangannya dengan jail juga memainkan hidung Melly berharap istrinya terbangun.


Tapi usahanya sia-sia, bahkan raut wajah Kenzo terlihat begitu kesal. Sungguh, istrinya ini kenapa tidur? Kan sudah di bilang jangan tidur dulu, ini malah sudah tidur dengan pulas.


Akhirnya Kenzo menghela nafas pelan, lalu dia membaringkan tubuhnya dengan benar, melihat wajah cantik Melly mungkin Melly juga sangat kelelahan, apalagi kehamilan Melly yang semakin besar, itu membuat Kenzo tidak bisa membayangkan kemana-mana Melly selalu membawa perut besarnya itu sungguh membuat Kenzo semakin sayang pada istrinya.


Kenzo tidur hanya mengunakan handuk saja, Bahkan dia melepaskan handuknya begitu saja dan kini dia malah telanjang hanya terbalut dengan selimut saja.


Kasian Kenzo padahal menang taruhan tapi sayangnya malah di tinggal tidur.


*****


Kimmy juga sudah tertidur nyenyak, sedangkan Kalandra malah sibuk game yang ada di ponselnya.


Kalandra bermain game online bahkan dia dari tadi sangat berisik sekali, sungguh ini membuat Kimmy sangat terganggu dalam tidurnya.


"Mas, kenapa kamu berisik sekali?" omel Kimmy, padahal matanya masih terpejam.


"Sayang, mas ini hampir menang, sebentar lagi!" sahut Kalandra, yang semakin asik dengan permainan gamenya.


"Terus....."


"Aish sial..."


"Lihat saja, aku akan mengalahkan kamu."


"Tidak akan kamu menang dariku, jangan harap kamu menang!"


Kalandra terus berceloteh seperti burung beo, sungguh Kimmy semakin terusik, bahkan dia bergulat kesal. "Mas, berisik sekali kamu ini," bentaknya dengan mata yang masih merem.


Bayangkan saja ada orang sedang sangat mengantuk, tapi suara game itu sangat menganggunya sekali, sungguh rasanya ingin sekali membanting ponsel suaminya tapi Kimmy masih berusaha tenang.


"Aish gagal...."


"Sial, kenapa malam ini aku kalah terus?"


Kimmy yang sudah tidak tahan mendengar celotehan suaminya karena sedang bermain game, akhirnya Kimmy membuka matanya dan matanya langsung membulat sempurna ke suaminya.


"Mas, mas mau terus berceloteh seperti burung? Ada baiknya mas tidur di luar saja!"


"Kasian anak kamu, dia terganggu dengan suara game yang kamu mainkan itu."


"Aku juga tidak mau, kalau anak aku seperti bapaknya, hobby sekali main game bahkan tidak ingat waktu."


Kimmy mengomel, sungguh kesal sekali dengan suaminya, malam-malam bukannya peluk istrinya, elus-elus perutnya biar tidurnya nyenyak, ini malah berceloteh seperti burung beo malam-malam, rasanya pingin guyur suaminya pakai air galon. Tapi sayang air galon itu mahal mungkin ada baiknya pakai air got saja.


Kalandra langsung diam, bahkan dia hanya melihat istrinya yang sedang mengomel panjang lebar.


"Sayang, sudah selesai mengomelnya?" tanya Kalandra, sungguh membuat Kimmy semakin geram padanya.


"Mas, sekarang kamu keluar! Mending kamu tidur di ruang tengah sana! Aku males sekali mendengar kamu berisik sekali," tatapan mata Kimmy begitu garang, membuat Kalandra takut dan buru-buru meletakan ponselnya di atas nakas meja dekat tempat tidurnya.


Kalandra tersenyum begitu manis pada Kimmy tapi Kimmy menatapnya tajam.


"Sayang, mas mau bobok di kamar saja, mas janji mas tidak akan berisik lagi," kata Kalan langsung memasang wajah memelas.


Kimmy menghela nafas berat, lalu dia memilih tidur membelakangi suaminya, daripada terus-terusan kesal pada suaminya mungkin lebih baik seperti ini.


Kalandra hanya diam, kasian karena main game akhirnya Kalandra malam ini hanya bisa gigit jari karena Kimmy mengabaikan dirinya begitu saja.


Pagi yang cerah akhirnya datang, Melly sudah bangun tapi dia terdiam di atas tempat tidur sambil melipat kedua tangannya memegangi kedua kakinya.


Kenzo yang baru saja membuka matanya, dia menatap istrinya dengan tatapan begitu dalam.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Kenzo, dia tidak keluar dari dalam selimut karena dia sadar dia tidak memakai baju.


"Mas, aturan hari ini aku membeli mobil baru, tapi sayangnya itu tidak jadi." Keluh Melly, dia menatap jendela yang masih tertutup dengan gordeng warna putih itu.


Kenzo membenarkan posisinya menjadi duduk, lalu dia menarik Melly masuk ke dalam pelukannya.


"Hukuman dari mas juga belum kamu jalani sayang," goda Kenzo membuat Melly manyun.


"Mas Ken ini menyebalkan sekali, ingat saja dengan hukumanku," batin Melly dalam hatinya.


Melly mendorong tubuh Kenzo, membuat Kenzo terhuyung karena nyawanya belum sepenuhnya pulih.


"Sayang, kamu bisa membuatku jatuh." Kenzo menatap Melly kesal.


"Biarkan saja mas jatuh lagian mas menyebalkan sekali," cibir Melly sambil menjulurkan lidahnya.


Inilah singa betinanya di saat sedang manyun pasti menyeramkan sekali. Mungkin jika Ken adalah makanan pasti sudah di makan habis oleh Melly.


"Mana ada mas menyebalkan, jelas-jelas kamu yang tidak menjalani hukumannya dengan benar," kata Kenzo sambil membenarkan tubuhnya yang hampir jatuh.


"Males sama mas, aku mau mandi. Sana mas berangkat ke kantor saja!" Melly berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Kenzo geleng-geleng kepala, sungguh istrinya ini pagi-pagi sudah mengajaknya berdebat.


"Entahlah, istriku sedang kerasukan dedemit mana? Dari tadi dia terus mengomel, coba kalau aku cium pasti dia langsung diam." Ken tertawa kecil sendirian, sungguh istrinya itu lucu sekali.


Setelah beberapa lama Melly selesai mandi, tapi melihat Kenzo masih terbungkus dengan selimut tebal.


"Mas, ini sudah jam berapa?" tanya Melly, agak mendengus kesal, bukannya buru-buru mandi ini malah santai sambil bermain ponsel.


"Sayang, sudah ada sekertaris baru, biarkan saja dia urus pekerjaan aku, aku masih ingin berdebat denganmu," jawab Kenzo sambil tersenyum begitu manis.


Melly menggelengkan kepalanya, dia memilih berganti baju dan enggan meladeni suaminya itu yang pagi-pagi sudah gila.


Setelah selesai berganti pakaian, Melly hendak mengambil ponselnya di atas nakas dekat tempat tidurnya, tapi tangan kekar Kenzo tiba-tiba menarik dirinya hingga Melly jatuh tepat di pangkuannya.


Kenzo tersenyum mesum, Melly menatapnya kesal sambil meronta-ronta meminta di lepaskan, tapi Kenzo malah mencium pipi Melly dengan gemas.


"Mas lepaskan.....!!" pintanya.


"Tidak mau, mas mau melakukan hukuman yang tertunda semalam." Sahut Kenzo, sambil menatap m*s*m Melly.


Kenzo menciumi leher jenjang Melly, Melly juga berusaha meronta-ronta tapi Kenzo tidak mau melepaskannya dan dia malah terus jail melanjutkan aksinya.


Kini Melly sudah berada di dekapannya, dengan hati-hati Kenzo membaringkan Melly di atas kasur lalu Kenzo mulai mencium bibir Melly dengan lembut hingga ciuman itu semakin panas.


"Mas, kamu harus ke kantor!" kata Melly, dia berusaha menahan suaminya agar tidak melakukan lebih.


"Nanti saja sayang, ada sekertaris baru, kamu tidak perlu kawatir," sahut Kenzo, kini tangannya sudah mulai menyusup masuk ke dalam baju Melly.


"Mas, ini masih pagi....."


"Lalu, apa salahnya jika masih pagi?" tanya Kenzo, sambil terus melanjutkan aksinya.


"Bukannkah, pagi,siang,malam dan seterusnya kamu adalah sepenuhnya milik mas?" sambung Kenzo, dengan lembut Kenzo kembali mencium bibir Melly.


Melly yang berusaha meronta-ronta akhirnya kalah juga dan menuruti apa yang di inginkan suaminya yaitu menjalani hukuman yang tertunda tadi malam.


"Mas, kenapa hukuman aku harus seperti ini?" tanya Melly, akhirnya dia membiarkan suami nya itu melanjutkan aksinya.


"Karena mas tidak tahu mau memberikan hukuman kamu apa?" jawab Kenzo, sambil memasang wajah polos yang menggemaskan dan ingin sekali Melly mencubitnya.


Melly tersenyum licik, kali ini adalah kesempatan untuk dirinya.


"Mas, bagaimana kalau setelah menjalankan hukuman ini, kamu mengajak aku shopping?" tawar Melly, bibir mungilnya tiba-tiba mencium bibir Kenzo dengan hangat.


Ternyata Melly bisa menjadi nakal pada suaminya, tapi itu tidak masalah yang penting Melly tidak nakal dengan laki-laki lain.


"Baiklah sayang, yang penting lanjutkan dulu hukuman kamu!" sahut Kenzo, yang pasti akan setuju dengan permintaan istri tercinta itu.


Akhirnya pagi yang cerah ini Kenzo bukannya pergi ke kantor, dia malah sedang memberikan hukuman yang tertunda pada istrinya tadi malam.


Hukuman pagi ini juga tidak hanya sekali bermain tapi mereka melakukannya lebih dari satu kali.


Sedangkan Kimmy dan Kalandra malah sedang perang dingin karena masalah game semalam, bahkan Kimmy juga tidak menyapa suaminya di pagi hari. Kali ini mood Kimmy sedang tidak bagus, jadi Kalandra hanya bisa bersabar dan mencari cara agar istrinya moodnya kembali bagus lagi.


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia