Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Melly manyun


Entah apa yang terjadi selanjutnya pada Kenzo??


Sambil berjalan Kenzo mengutukti mulutnya sendiri, sungguh bisa-bisanya ini mulutnya asal ngomong dan akhirnya membuat dirinya sendiri pusing karena Melly malah manyun.


Kalandra dan Kimmy melanjutkan sarapan mereka, mereka juga terlihat kawatir karena takut kakak dan kakak iparnya akan berdebat atau lebih dari itu.


"Dasar Kak Ken, mulutnya asal jeplak sekali main nuduh istrinya punya orang ketiga lagi." Oceh Kalandra sambil menikmati makanan yang ada di hadapannya.


Kimmy menatap geram suaminya, sungguh suaminya ini banyak sekali bicara. "Suamiku, sudahlah kamu diam saja! Mereka pasti bisa menyelesaikan masalah mereka, apalagi mereka pikirkannya sudah sama-sama dewasa tidak seperti kita," celoteh Kimmy yang juga sedang menikmati makanannya.


"Baik-baiklah, mas tidak akan bicara lagi!"


"Iya mas, lebih baik kamu makan saja! Percayalah kalau Kak Ken bisa membujuk Kak Melly, tidak seperti kamu."


"Sindir saja terus!"


"Memang kenyataannya."


Kimmy dan Kalandra malah beraduh mulut di meja makan, Kalandra yang merasa sangat kesal dia beranjak dari tempat duduknya. Lalu langsung mendekati Kimmy, kini tangannya memegang kedua pipi Kimmy membuat Kimmy menatapnya dengan tatapan kesal.


"Terus saja bawel! Mas tidak akan membiarkan kamu bawel sayang," kata Kalandra dan Kalandra langsung mel*mat bibir Kimmy dengan kasar, bahkan semakin rakus, hingga Kimmy merasakan ngos-ngosan karena tidak bisa mengimbangi ciuman dari suaminya ini.


Kalandra terus melanjutkan ciumannya, hingga ciuman itu semakin panas.Karena menurut Kalandra ciumannya ini bisa membuat Kimmy tidak bawel lagi.


******


Di kamar Melly dan Kenzo, Melly tidur dengan posisi membelakangi Kenzo. Rasanya sangat kesal sekali pada Kenzo.


"Mas Ken, kamu itu kalau bicara ngasal sekali. Kamu menuduh aku punya orang ketiga, sedangkan kamu tahu sendiri aku paling cuek dengan laki-laki, bahkan laki-laki itu menyukaiku saja aku tidak pernah membalas rasa suka mereka," Melly ngedumel dalam hatinya.


Kenzo membaringkan tubuhnya di samping Melly, dia menarik nafasnya dengan pelan lalu kembali menghembuskan dengan pelan lagi.


"Ken, bersabarlah!! Jangan bicara yang aneh-aneh lagi. Atau Melly akan semakin marah," gumam Kalandra dalam hatinya.


"Sayang, kamu marah pada mas?"


"Mas minta maaf, tadi mas salah bicara."


"Maafkan mas ya!"


Kenzo menggoyang-goyangkan tubuh Melly tapi Melly tidak bergeming sama sekali, Melly juga hanya diam karena rasa kesalnya dalam hatinya itu.


"Lagian kamu sudah beberapa hari ini aneh sekali, kamu juga uring-uringan terus."


"Siapa yang kuat digituin sayang? Mas minta jatah, kamu menolak. Mas apa-apakan kamu juga, kamu tidak mau."


"Apa yang membuatmu seperti itu? Pasti kamu punya laki-laki lain kan."


Melly yang dari tadi berusaha diam, enggan meladeni suaminya karena takut bertengkar hebat tapi ini suaminya malah terus menguji rasa sabarnya.


Melly membalikkan tubuhnya dengan kasar, kini tatapan matanya langsung membulat kesal dan penuh dengan amarah.


"Apa di otakmu hanya ada laki-laki lain mas? Kamu pikir, istri kamu ini istri macam apa?"


"Kamu menunduhku sesuka hatimu, jelas-jelas kamu tahu aku bukan tipe wanita yang muda tertarik dengan laki-laki."


"Tapi kamu malah menunduhku seperti itu."


"Sekarang, kamu keluar dari kamar mas! Aku malas lihat kamu mas!"


Melly terlihat begitu marah, bahkan saat ini emosinya begitu memuncak dan menguasai dirinya.


"Tapi sayang, mas tidak mau keluar."


"Baiklah, kalau begitu Melly yang keluar. Melly sedang males dengan mas!"


Tandas Melly, dia langsung beranjak dari tempat tidurnya tapi belum sempat bangun, Kenzo menahan tangan Melly dengan kuat.


"Tetaplah di kamar! Diluar ada Kimmy dan Kalandra, tidak enak jika kita bertengkar seperti ini." Tutur Kenzo dengan nada lembut.


"Baiklah, tapi sekarang mas tidur di sofa! Aku tidak mau tidur sama mas," jawab Melly nada bicara Melly terdengar semakin kesal.


Kenzo menggaruk-garuk kepalanya, kali ini karena mulutnya sendiri Melly benar-benar marah bahkan Melly tidak mau tidur satu kasur dengan Kenzo.


"Baiklah, karena ini masih siang tidak apa-apa mas tidur di sofa. Tapi nanti malam jangan suruh mas tidur di sofa ya sayang," rengek Kenzo berharap Melly akan setuju.


Melly menatap Kenzo semakin kesal, kali ini memang rasanya tidak ingin sekali dekat-dekat dengan suaminya ini.


"Sayang, plis! Mas tidak bisa bisa tidur tanpa kamu, nanti siapa yang bisa mas peluk kalau mas tidur di sofa?" tanya Kenzo, kali ini Kenzo memasang wajah memelas.


"Ada dua guling di atas tempat tidur, mas bisa pilih salah satu di antara mereka!" Jawab Melly, membuat Kenzo hanya bisa garuk-garuk kepala.


"Sayang, mas butuhnya bantal guling bernyawa." Rayu Kenzo dengan manja, tapi Melly malah semakin kesal.


"Tidak, Melly kesal sama mas!" Tegas Melly.


Akhirnya Kenzo beranjak dari tempat tidurnya, dia langsung pergi ke sofa seperti perintah sang istri. "Untung sudah siang, coba kalau malam aku pasti tidak akan bisa tidur," batin Kenzo dalam hatinya.


Kini Kenzo berbaring di atas sofa sedangkan Melly berbaring di atas tempat tidur. Entah akan seperti nanti malam?


Akankah menjadi malam yang panjang untuk Kenzo nanti malam? Kita lihat saja!


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 😊