Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Wanita 100 juta


Dua hari telah berlalu, kiriman buket bunga lili itu juga terus datang tapi selama dua hari ini Melly tidak menerima kiriman buket bunga lili itu lagi.


Melly duduk sambil bengong, Kimmy menghampiri Melly lalu dia duduk di sebelah Melly.


"Kak, kok bengong?" tanya Kimmy, membuat Melly menoleh bingung.


"Ehh Kimmy, ada apa?" Melly malah balik bertanya.


"Kenapa kakak bengong, apa ada masalah kak?" tanya Kimmy, tatapan matanya begitu tenang.


"Tidak ada, oh iya kita sarapan yuk!" ajak Melly mengalihkan pembicaraan, Melly juga tidak mau bercerita sama Kimmy tentang kiriman buket bunga yang setiap hari dia terima, selain itu adalah masalah rumah tangga, Melly juga tidak mau membuat Kimmy kawatir.


Kimmy mengangguk kini mereka berdua menuju ke ruang makan, pagi ini mereka hanya sarapan berdua, karena suami-suami mereka sudah berangkat kerja dan kedua mertua mereka juga sedang tidak di rumah.


*****


Kenzo yang sedang sibuk dengan pekerjaannya dia terlihat tidak tenang, rasanya ingin sekali buru-buru ketemu dengan Dika.


Hingga tak beberapa lama akhirnya Dika datang ke ruangannya.


"Pak ini berkas-berkas yang harus bapak tanda tangani!" kata Dika, dia menaruh berkas-berkas itu di atas meja kerja Kenzo.


Bukannya menjawab Kenzo malah menatap garang ke arah Dika membuat Dika menatap Kenzo dengan tatapan bingung.


"Apa maksudmu mengirim buket bunga lili pada istriku?" tanya Kenzo, matanya di penuhi sorot kemarahan.


"Maaf pak, maksudnya apa?" Dika pura-pura tidak tahu, bahkan Dika berusaha bersikap tenang.


"Apa laki-laki tua ini sudah tahu semuanya," batin Dika dalam hatinya.


Dika terdiam mungkin benar Kenzo sudah tahu semuanya, apalagi Dika mendapatkan telpon dari toko bunga kalau bunga yang dia kiriman itu di tolak oleh Melly.


"Tidak usah pura-pura bod*h, aku bukan anak kecil yang bisa kamu bod*hi, kamu ingin bisa mendekati istriku kan?" kata Kenzo, tatapan matanya semakin kesal.


Dika tersenyum lalu dia mengangguk, dia tidak takut sedikitpun dengan Kenzo.


Kenzo geleng-geleng kepala sungguh tidak percaya kalau Dika seberani ini pada dirinya.


"Kamu tahu Melly itu adalah istriku, lalu untuk apa kamu mendekati istriku? Bahkan kamu juga mengirimkan buket bunga lili setiap hari pada istriku," beber Kenzo kali ini dia menatap tegas Dika.


"Pak Ken, apa salahnya jika aku mendekati wanita yang aku sukai? Aku tidak perduli dia sudah menikah atau belum, yang jelas aku ingin mendapatkan dirinya seutuhnya," tandas Dika dengan begitu berani.


"Mimpi lah, Melly tidak akan semudah itu jatuh ke dalam pelukanmu," kata Kenzo, apalagi dia tahu Melly bukan wanita yang mudah jatuh hati pada laki-laki lain.


"Aku akan tetap berusaha, lihat saja apa yang akan lakukan!" seru Dika dan langsung berlalu pergi dari ruangan Kenzo.


Kenzo menghela nafasnya dengan berat, sungguh Dika ini ingin bermain-main dengan dirinya, entah apa yang akan Dika lakukan untuk seterusnya?


Sesampainya di ruangannya Dika berdecak kesal, bahkan dia memukul meja kerjanya dengan kasar.


"Darimana sih Ken itu tahu, kalau bunga lili yang aku kirim untuk Melly itu dariku?" tanya Dika, hatinya menggebu-gebu rasanya ingin sekali membawa Melly pergi dari hidup Kenzo.


"Aku harus mencari cara lain, agar aku bisa mendekati Melly dan Melly mau bertemu dengan aku!" Dika berpikir keras, kali ini dia tidak boleh gagal lagi.


*****


Satu hari yang lalu.


Untung saja tadi pagi waktu dia mau membeli buket bunga untuk istrinya dan dia melihat Dika juga disitu sedang membeli buket bunga lili.


Setelah itu Dika pergi begitu saja, setelah Dika pergi Kenzo langsung menemui pengantar bunga itu, lalu Kenzo berbincang dengan pengantar bunga itu, hingga pengantar bunga itu memberitahu kalau bunga lili itu mau di antar ke alamat xx yang tidak lain adalah alamat rumah Kenzo.


Saat itulah Kenzo tahu kalau yang beberapa hari ini mengirim buket bunga lili untuk istri tercintanya ada Dika Prastyo.


*****


Kalandra yang merasa bosan dan dia tidak tahu mau melakukan apa? Akhirnya Kalandra memilih untuk pulang saja.


Saat perjalanan pulang Kalandra melihat ada tukang es buah kesukaan istrinya, Kalandra menghentikan mobilnya lalu membeli dua porsi es buah untuk istrinya dan kakak iparnya.


Setelah membeli es buah Kalandra kembali melajukan mobilnya ke rumahnya.


Kini Kalandra sudah sampai di depan rumah, Kalandra melihat istrinya dan kakak iparnya sedang duduk di teras depan sambil membaca novel.


"Kerjaan kedua wanita ini, apakah tidak ada kerjaan lain? Mereka hanya nonton drama, membaca novel, sungguh ini membuatku ingin menjadi seorang wanita saja." Kalandra bicara sendiri sambil jalan.


Kimmy dan Melly sama senyam-senyum sendiri, sungguh mereka berdua seperti orang yang tidak waras.


"Heyy wanita 100 juta!" cetus Kalandra.


Seketika Melly dan Kimmy sama-sama menoleh ke arah Kalandra yang sudah berdiri di hadapan mereka.


"Wanita 100 juta, siapa?" tanya Melly yang tidak paham akan hal ini.


"Kak, sudahlah suamiku memang rada gila, mungkin dia kurang asupan gizi jadi gini bicara dia asal jeplak," jawab Kimmy. Dasar Kalandra ini seenaknya saja memanggil nama istrinya dengan sebutan wanita 100 juta.


"Mas, kamu ih..." Kimmy merajuk, seketika Kimmy merasa kesal.


Kalandra malah tersenyum, Melly hanya melihat kedua sejoli yang ada di hadapannya ini. "Entah drama apa yang akan mereka mainkan?" batin Melly dalam hatinya.


"Yakin mau merajuk? Ya sudah es buahnya buat aku dan Kak Melly saja," kata Kalandra senyum di bibirnya begitu jail.


Seketika Kimmy tersenyum, dia mengurungkan niatnya untuk merajuk, karena suaminya sudah membawa es buah kesukaannya.


"Tidak, merajuknya aku tunda! Ingat hanya kurang 1 rupiah," canda Kimmy membuat Melly semakin tidak mengerti.


"Aish kalian ini, aku rasa kalian sama-sama tidak waras," kata Melly geleng-geleng kepala.


Kini keduanya sama-sama melempar senyum, akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam rumah untuk menikmati es buah yang Kalandra beli.


*****


Jam menunjukkan pukul 7 malam sebelum pulang, Kenzo mampir ke ruangan kerja Dika.


Dika yang masih sibuk dengan laptopnya dia menghentikan kegiatannya.


"Ada apa, pak?" tanya Dika, sungguh dia tidak tahu malu sekali.


"Ingat, jangan pernah dekati istriku lagi! Jika kamu sampai mendekatinya lagi, maka aku akan membuat perhitungan denganmu!" tandas Kenzo memberikan peringatan pada Dika.


Dika malah tersenyum senang, baguslah kalau Kenzo malah mengajaknya perang. Dalam hati Dika juga begitu yakin dia akan mendapatkan hati Melly, lihat saja nanti.


BERSAMBUNG


terimakasih para pembaca setia