
Kini mereka melanjutkan bermain bersama anak-anak mereka, sedangkan Kinan dan Caca hanya duduk sambil menikmati makanan yang di belikan oleh suami-suami mereka.
Masih di taman bermain, hari ini Melly dan Kenzo sangat senang sekali. Mereka puas dengan permainan mereka hari ini, biarpun sangat melelahkan bagi Aftar dan Vino karena harus mengawasi anak-anak mereka.
Kini mereka sudah main beberapa wahana, mungkin mereka sama-sama kecapean akhirnya Kenzo dan Melly, meminta di gendong oleh papa-papa mereka.
Kini Melly dan Kenzo terlelap di gendong papa-papa mereka, lalu Vino dan Aftar berjalan menuju ke istri-istri mereka yang sedang duduk.
"Ken tidur sayang," kata Aftar dengan nada lembut.
"Melly juga tidur, ma." Sambung Vino, sambil melihat Caca yang sedang makan.
"Mau pulang? Atau kalian mau makan dulu?" Tanya Kinan pada Aftar dan Vino.
Aftar dan Vino saling menatap satu sama lain, mereka memberikan anak-anak mereka pada istri-istri mereka, Caca dan Kinan menerima Melly dan Kenzo dari gendongan Vino dan Aftar.
"Aku lapar, mau makan dulu sayang." Kata Aftar dan di anggukin oleh Vino.
Kini Kenzo dan Melly berada di pangkuan mama-mama mereka, sedangkan papa-papa mereka saat ini sedang menikmati makanan yang ada.
******
Jam menunjukkan pukul 7 malam, akhirnya mereka langsung pulang ke rumah. Setelah sampai di rumah, Aftar langsung menaruh Ken di tempat tidurnya.
Aftar menyelimuti Ken, lalu dia mengusap pipinya dengan lembut.
"Jadilah anak yang kuat nak, karena cobaan hidup itu kadang berat." Tutur Aftar, lalu dia pergi meninggalkan kamar Ken.
Aftar berjalan menuju ke kamar, dia tidak melihat Kinan di atas ranjang tempat tidur.
"Kinan kemana?" Tanya Aftar pada dirinya sendiri, karena merasa lelah Aftar merebahkan tubuhnya di atas ranjang tempat tidur, hingga tidak sadar akhirnya dia tertidur begitu pulas.
Setelah beberapa lama, Kinan keluar dari dalam kamar mandi. Kini dia sudah rapi dengan baju tidur lengan panjang yang dia kenakan.
"Mas Aftar, sudah tidur." Kinan tidak berani membangunkan suaminya, dia malah tidur di samping suaminya.
"Capek sekali," Kinan memejamkan matanya.
*****
Jam menunjukkan pukul 10 malam, Caca dan Vino masih terjaga di kamar putri kecil mereka saat ini.
Melly tidur begitu nyenyak, bahkan Melly tidur sambil memeluk boneka pada yang diberikan oleh Kenzo waktu di taman bermain tadi.
"Lihat Melly tidur begitu nyenyak," kata Vino dia tersenyum melihat putri kecil begitu tenang saat tidur.
"Iya mas, mungkin jika kita bisa punya anak lagi. Aku ingin punya anak laki-laki mas, biar lucu seperti Kenzo." Kata Caca, matanya terlihat berkaca-kaca, dia sedih karena dirinya sudah tidak bisa punya anak lagi.
Vino membawa Caca masuk ke dalam pelukannya, dia bisa merasakan kesedihan Caca saat ini. Tapi Vino tidak bisa berbuat apa-apa, yang bisa dia lakukan adalah bisa selalu menguatkan istrinya.
"Sayang, percayalah kenapa mas menyetujui dokter mengangkat rahim kamu, itu karena mas tidak mau kamu sakit-sakitan, mas ingin kamu jagain mas dan Melly selamanya," tutur Vino sambil mengusap rambut panjang Caca.
Tangis Caca akhirnya pecah, entahlah hatinya masih sangat sedih jika mengingat dirinya sudah tidak bisa punya anak lagi.
Vino mengangkat tubuh Caca, dia membawa Caca ke kamarnya. Kini dengan penuh kasih sayang, Vino membaringkan Caca di atas tempat tidur.
"Aku mencintaimu, kamu jangan sedih terus ya. Sudah malam, kamu tidurlah." Kata Vino, sebelum tidur Vino memberikan ciuman hangat di kening Caca.
******
"Beberapa hari yang lalu, Arga memberikan kabar padaku." Cetus Aftar tiba-tiba, Vino yang sedang fokus dengan pekerjaannya kini dia menatap Aftar dengan tatapan serius.
"Kabar apa?" Tanya Vino pada Aftar.
"Apa Arga dan Vira baik-baik saja?" Sambung Vino penasaran.
"Iya mereka baik-baik saja, aku hanya kaget saja tumben-tumbenan itu manusia mengirim pesan padaku," jawab Aftar sambil tertawa.
"Mungkin dia mau memberikan kabar pada Nyonya Kinan, tapi dia takut bos cemburu." Tandas Vino, kini dia melihat Aftar dengan tatapan meledek.
Aftar memandang Vino dengan tatapan kesal, tapi mungkin benar juga sih apa yang di katakan oleh Vino.
"Kenapa bukan Vira, yang mengirim pesan pada Kinan?" Aftar balik bertanya, membuat Vino hanya menggelengkan kepalanya.
"Entahlah bos, mungkin Vira sedang sibuk." Jawab Vino tidak mau tahu, kini Vino kembali fokus dengan pekerjaannya.
Aftar hanya diam, dia berpikir kenapa Arga tumben-tumbenan memberikan kabar pada dirinya.
"Sudahlah Aftar, lagian Arga juga tidak akan merebut Kinan dari hidup kamu. Sekarang dia sudah bahagia bersama Vira dan anaknya," batin Aftar dalam hatinya.
Aftar kembali fokus dengan pekerjaannya, kini Aftar dan Vino sama-sama menuju ke ruang meeting untuk bertemu dengan klien.
*****
Pagi yang begitu cerah, Kinan, Caca, Sanjaya, Melly, Kenzo dan para Artis di rumah Sanjaya. Mereka sedang menggelar piknik di taman belakang rumah, iya ini semua adalah keinginan Melly dan Kenzo dan para orang tua hanya mengikuti apa mau kedua anak-anak itu.
Apalagi hari ini Kenzo dan Melly sama-sama libur sekolah.
Kinan dan Caca membawa keranjang bekal, di dalam sana banyak makanan dan berbagai minuman kaleng untuk orang dewasa dan anak-anak.
"Pak Arif, ayo kita bangun tendanya!" Ajak Kenzo, kini Arif dan yang lainnya sibuk membangun tenda.
"Mama, kita gelar tikarnya!" Kata Melly, kini Caca dan Kinan sama-sama menggelar tikar.
Sanjaya yang hanya duduk di kursi roda, dia hanya bisa tersenyum dengan bahagia.
"Kek, kakek makan buah-buahan ya." Kata Kinan, dia mengambilkan buah-buahan untuk Sanjaya, lalu memberikannya pada Sanjaya.
"Terimakasih nak," kata Sanjaya sambil menerima buah-buahan yang ada di piring dari Kinan.
Sanjaya menikmati buah-buahan itu, Kinan kembali sibuk menata bekalnya di atas tikar.
Setelah beberapa lama, akhirnya dua tenda sudah berdiri dan kini Melly dan Kenzo sama-sama masuk ke dalam tenda.
"Mama, Melly tidur dulu ya ma. Nanti baru makan," kata Melly dengan begitu imut. "Iya ma, Ken juga." Sambung Kenzo.
"Baiklah anak-anak," jawab Kinan dan Caca secara bersamaan.
Kini Kinan dan Caca menikmati bekal yang mereka bawa, para Art juga melakukan hal yang sama. Sungguh tidak ada jarak di antar mereka, bagi Kinan kita semua sama-sama manusia jadi Kinan tidak pernah membeda-bedakan.
Hari ini Kinan dan Caca menemani anak-anak mereka, bermain camping-campingan di taman belakang rumah.
BERSAMBUNG 🤣
Terimakasih para pembaca setia 😊