
Kalandra menoleh ke sang kakak, lalu beralih menatap ke Melly.
"Tidak asing, apa kamu mengenalnya?" Tanya Melly sekalian mewakili Kalandra.
"Aku....."
"Bukankah, kamu laki-laki yang waktu itu hampir menabrak aku?" tanya Kimmy, tatapan matanya begitu tajam pada Kenzo.
"Kalian saling kenal?" tanya Kalandra, melihat ke arah Kimmy lalu melihat ke Kenzo.
"Tidak, hanya saja pernah bertemu. Apa ini dedemit yang membuat kamu jatuh cinta?" Kenzo melihat Kalandra, tapi Kalandra malah menatap Kenzo kesal.
"Aish, kakak ini pakai sebut-sebut dedemit. Sungguh, buatku mati kutu saja," batin Kalandra dalam hatinya.
Kimmy menatap Kalandra dengan tatapan penuh rasa kesal, maksudnya apa? Dedemit, siapa yang di maksud dedemit?
"Dedemit?!" Cetus Kimmy.
"Iya Kalan bilang, kalau kamu ini dedemit cinta." Jawab Kenzo, sambil nyengir jail.
Tatapan Kimmy terlihat semakin kesal pada Kalandra, kali ini Kalandra hanya bisa diam sambil menundukkan kepalanya.
"Dedemit cinta? Ingat ya aku punya kekasih yang selalu mencintaiku, aku tidak mungkin menjadi dedemit cintamu Tuan Kalan!" Tegas Kimmy, yang membuat cengar-cengir penuh kemenangan.
Melly yang sedari tadi diam saja, sebenarnya dia merasa kesal karena Kenzo terlihat akrab dengan Kimmy.
"Baiklah, banggakan saja pacaran kesayanganmu itu Nona Kimmy, suatu saat kamu akan tahu br*ngs*knya dia," Kalandra menatap Kimmy dengan tatapan serius.
Kimmy semakin kesal pada Kalandra, karena menurut Kimmy. Kalandra sudah bicara yang tidak-tidak tentang kekasihnya.
"Jangan pernah bilang seperti itu! Karena, kamu tidak tahu pernah tahu Dimas seperti apa?" Bentak Kimmy, dia tidak terima kalau Dimas di tuduh yang tidak-tidak oleh Kalandra.
Kalandra hanya mengangguk, biarkan saja Kimmy memuja Dimas saat ini. Tapi suatu hari nanti, apa Kimmy masih memuja laki-laki itu lagi?
"Sudah-sudah, kalian kenapa malah berdebat?" Kata Kenzo. "Kalandra, buatkan aku makan siang yang enak!" Kata Kenzo, agar Kalandra pergi dari hadapan Kimmy.
Kalandra langsung pergi menuju ke dapur, Kini Kimmy, Kenzo dan Melly sudah duduk.
Kimmy masih terlihat kesal, tapi Kenzo hanya diam saja. Melly juga tidak bicara dari tadi dan di meja itu hanya ada keheningan yang mereka ciptakan bersama.
Setelah beberapa lama Kalandra datang bersama para pegawainya membawakan hidangan untuk mereka.
"Oh iya, kenalin Kak Melly, Kak Kenzo, dia adalah Kimmy, dia teman aku." Kalandra mengenalkan Kimmy pada Kenzo dan Melly.
"Aku Melly."
"Aku Kenzo."
Melly dan Kenzo sama-sama mengenalkan diri mereka pada Kimmy.
Kimmy tersenyum pada Kenzo dan Melly dengan manis, tapi tidak pada Kalandra karena Kalandra hanya mendapatkan tatapan sinis dari Kimmy.
Dulu waktu Kimmy, Kenzo dan Melly masih kecil mereka sering main bersama. Tapi mungkin mereka sudah lupa, karena waktu itu Kimmy dan kedua orang tuanya mengajak Kimmy untuk tinggal di luar negeri.
Setelah selesai makan siang, Kenzo dan Melly tidak langsung balik ke kantor. Karena mereka asik mengobrol dengan Kimmy dan Kalandra.
"Kalan, kamu yakin menyukai dedemit itu?" Tanya Kenzo memastikan, membuat Kalandra berpikir sejenak.
"Aku cukup yakin kak, hanya saja aku tidak tahu cara membongkar kebusukan pacarnya dia," jawab Kalandra terlihat murung.
Padahal Kimmy duduk di sebelah Kalandra, tapi Kalandra ngomong asal ceplas-ceplos saja tanpa memperdulikan keberadaan Kimmy yang di duduk di sebelahnya.
"Hey Kalan, apa aku ini sebuah patung. Bisa-bisanya kamu ngomongin pacar aku di depan aku," kata Kimmy dengan kesal.
"Kalandra, mana punya perasaan dia?" Timpal Kenzo, sungguh Melly yang dari tadi duduk di sebelah Kenzo, dia merasa sangat kesal karena Kenzo terlalu asik dengan Kimmy dan Kalandra.
"Sama Kalan, kakakmu juga tidak punya perasaan." Cetus Melly, membuat Kalandra menatap Melly penuh tanda tanya?
Kini tatapan Kalandra semakin tajam pada Melly, Kalandra juga merasa ada yang berbeda dari Melly hari ini.
"Kak Melly, apa sudah terjadi sesuatu di antar kamu dengan kakakku?" Goda Kalandra dengan jail.
Kalandra bisa melihat kalau Melly sepertinya terlihat cemburu, apa itu hanya perasaan Kalandra saja?
"Kita....."
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊