
Setelah bermanja-manjaan akhirnya Kenzo berangkat ke kantor, sesampainya di kantor Dika sudah berada di ruangannya.
Kenzo mendengus kesal, kenapa di pagi-pagi seperti ini? Dika harus berada di ruangan kerjanya?
"Ada apa?" tanya Kenzo, dia duduk di kursi kerjanya lalu fokus dengan laptopnya.
"Klien hari ini datang jam 9 pak, tapi katanya mau membicarakan masalah pekerjaannya di luar kantor," jelas Dika dengan santai, kali ini Dika benar-benar tidak ada rasa bersalah sama sekali.
Kenzo hanya mengangguk, dia tahu siapa klien yang akan di pertemukan dengan dirinya, Ken juga tahu kalau ini adalah salah satu cara Dika untuk menjadikan keluarga kecilnya menjadi berantakan.
"Untung beberapa hari lalu aku menyuruh orang membuntuti Dika kemana saja dia pergi, dengan siapa saja dia bertemu dan pagi ini sesampainya di tempat parkir orang suruhan Kenzo memberikan informasi kalau klien hari ini adalah salah satu orang suruhan Dika," batin Kenzo dalam hatinya.
"Aku tidak akan menemui klien itu, aku tahu klien itu adalah wanita surahan kamu, jadi aku tidak akan berbuat b*d*h, aku sudah tahu ini adalah akal-akalan kamu." Kata Kenzo, kali ini Kenzo akan bersikap tegas.
"Sebelum kamu berbuat lebih lanjut, aku akan memecat kamu! Sekarang, kamu keluar dari ruanganku!" tegas Kenzo dengan tatapan tajam.
Dika tercengang dia tidak percaya darimana Kenzo tahu semuanya?
"Kamu tidak usah berpikir aku tahu darimana semuanya ini? Mata-mata aku banyak, jadi aku minta sebelum aku berbuat nekat, kamu keluar dari ruanganku sekarang! Aku memecat kamu mulai hari ini!" tandas Kenzo, kali ini Dika tidak bisa berbuat apa-apa.
Dika masih diam, tapi Kenzo menatapnya dengan tatapan tajam.
"Kamu dengar apa yang aku katakan kan? Keluar sekarang juga!!!" tandas Kenzo dengan suara menggema.
"Tapi aku ingin mendapatkan Melly kembali, aku mencintainya, kamu telah merebut dia dari hidupku....." Dika terlihat tidak terima, hatinya meronta-ronta.
Melly yang ternyata dari tadi sudah berdiri di ambang pintu, dia tidak percaya dengan apa yang Dika katakan pada suaminya.
"Apa ini sebabnya Mas Kenzo begitu tidak suka dengan Dika?" batin Melly dalam hatinya.
"Karena kamu, aku tidak bisa hidup bersama dengan Melly," raut wajah Dika terlihat begitu kecewa, menerima kenyataan
"Dikaaa....." Melly memanggil Dika, Dika menoleh melihat Melly lalu dia tersenyum begitu manis.
"Melly, aku yakin kamu pasti tahu apa yang aku rasakan selama ini," kata Dika sambil berjalan mendekati Melly.
"Stoppp.....!!"
"Jangan mendekat padaku!!"
Dika menghentikan langkah kakinya, dia terdiam tapi tatapan matanya begitu dalam pada Melly.
Melly melihat Kenzo, lalu melihat ke arah Dika dengan tatapan tegas.
"Dika, aku rasa bukan perasaan cinta yang kamu punya untuku, yang kamu rasanya itu hanyalah sebuah obsesi saja," ujar Melly nada bicaranya begitu lembut.
"Melly, bagaimana bisa ini obsesi, aku mencintaimu sejak lama," jelas Dika menyakinkan Melly.
Melly menggelengkan kepalanya, karena memang menurut Melly bukan cinta yang Dika punya untuk Melly, melainkan sebuah obsesi dalam hatinya.
"Tapi aku tidak pernah mencintaimu, aku hanya menganggap kamu sebagai teman saja," jelas Melly karena tidak mau ada kesalahpahaman.
Kenzo tersenyum pada Melly, lalu kembali menatap Dika dengan tatapan tegas.
"Sekarang kamu dengar sendiri kan, istriku bilang dia tidak pernah mencintaimu, mengerti lah bukan cinta yang ada di hati kamu tapi itu hanya sebuah obsesi," sambung Kenzo dengan tegas.
Dika mendekatkan dirinya kepada Kenzo, Dika mengepalkan tangannya dengan sempurna dan dia hendak memukul Kenzo, tapi belum sempat tangannya mengenai wajah mulusnya Kenzo langsung menepis tangan Dika dengan kuat.
"Apa Devi mencintaiku selama ini?" batin Dika dalam hatinya.
Melly berjalan mendekati Kenzo, lalu dia kembali menatap Dika.
"Dika, aku memang tidak pernah mencintaimu, selama ini aku hanya menganggap kamu hanya sebagai teman, aku harap kamu mengerti dan ingat kamu itu laki-laki baik, jangan berbuat nekad karena itu tidak baik!" pinta Melly, Melly menatap Dika dengan tatapan tulus.
Dika terdiam, mungkin benar kata Melly dan Kenzo kalau dirinya ini terlalu terobsesi akan cintanya pada Melly selama ini.
Akhirnya Dika mengangguk, Dika juga langsung pergi ke club yang bisa di datangi untuk ketemu dengan Devi.
Setelah Dika pergi dari ruangannya Melly dan Kenzo saling berpelukan dengan mesra, Melly tersenyum begitu bahagia, dari tadi di rumah perasaannya tidak enak ternyata rumah tangga dirinya dan Kenzo sedang dalam masalah tapi untung saja Kenzo cerdik, bahkan dia meminta orang suruhannya mematai-matai Dika dan hasilnya akhirnya baik.
"Mas, kenapa tidak mengatakannya padaku, kalau Dika berusaha mendekatiku?" tanya Melly agak kesal tapi juga tidak bisa marah.
"Mas hanya ingin kamu tidak berpikir macam-macam sayang, apalagi sebentar kamu akan melakukan acara 7 bulanan jadi aku tidak mau kamu terlalu banyak pikiran, tapi aku janji akan menjaga rumah tangga kita dari para ulet keket agar tidak sampai menempel ke dalam rumah tangga kita," jawab Kenzo dengan nada lembut.
Melly tersenyum suaminya ini begitu perhatian bahkan masalah besar seperti ini saja, Kenzo tidak menceritakan apapun padanya.
Kenzo dan Melly sama-sama melempar senyum bahagia mereka, mereka juga yakin kalau Dika akan menemukan cinta sejatinya untuk selamanya.
*****
Kini sesampainya di club itu Dika melihat Devi sedang menangis. Wanita berparas cantik itu menangis sambil menikmati minuman yang ada di hadapannya, entah sudah berapa botol Devi minum dari tadi?
"Deviii....."
Devi menoleh mendengar suara tidak asing itu menyebut namanya.
"Dika, kenapa kamu datang?" batin Devi, buru-buru Devi menghapus air matanya.
"Dika, ada apa?" tanya Devi.
"Maaf untuk rencana kita, aku tidak bisa melakukannya," ujar Devi dan Dika terdiam.
"Apakah wanita ini yang selama ini mencintaiku?" batin Dika dalam hatinya.
"Tidak apa-apa, oh iya kamu sudah makan belum?" tanya Dika, Devi menggelengkan kepalanya pertanda belum makan.
Dika langsung menarik tangan Devi, lalu mengajak Devi untuk pergi ke restoran yang tidak jauh dari club itu.
"Dik, aku masih ada tamu yang harus aku layani," kata Devi karena takut bos nya di club itu akan marah.
Dika malah tersenyum. "Sudahlah, aku saja yang nanti yang menyewa kamu, hari ini kamu tidak boleh menerima tamu!" tandas Dika.
"Kamu mau menyewaku, tapi tarif aku mahal," kata Devi dan Dika tidak masalah hal begitu.
"Berapa? Aku juga mau mengatakan sesuatu padamu," tanya Dika sambil tersenyum.
Entah apa yang akan Dika katakan pada Devi?
BERSAMBUNG
terimakasih para pembaca setia