
Bulan demi bulan berlalu, tahun demi tahun, kini sudah 20 tahun berlalu, kini Kenzo, Kimmy, dan Melly sudah mulai tumbuh dewasa. Kenzo sudah berumur 25 tahun, Melly berumur 24 tahun dan Kalandra berumur 20 tahun.
Kenzo tumbuh menjadi laki-laki tampan dan dia sedikit arogan dan dingin seperti es batu, sifat ini tentu saja menuruni sang papa. Tapi karena ketampanannya, itu membuat banyak wanita jatuh hati padanya.
Melly, Melly tumbuh menjadi gadis cantik yang begitu imut. Dan tentunya tapi agak jutek, dia akan patuh jika dengan Kenzo saja. Kalau sifat Melly dia tidak mudah di tindas, dan dia berani melawan siapa saja yang menganggu hidupnya.
Kalandra, dia begitu tampan tapi dia juga sangat manis dan sifatnya dia jauh lebih lembut dan sangat baik pada siapapun, dan tentunya sifat ini menuruni sifat Kinan yang tidak lain adalah sang mama tersayangnya.
Aftar dan Vino yang sudah sama-sama tidak muda lagi, mereka juga sudah pensiun dari pekerjaan mereka masing-masing. Kinan dan Caca juga hanya jadi ibu rumah tangga, sekarang kerjaan mereka hanya di rumah menemani suami-suami mereka di masa tuanya dan mengharap anak-anak mereka membawakan calon mantu untuk mereka.
Seperti pagi biasanya Kenzo sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya, dia sudah siap pergi ke kantor karena setelah Aftar pensiun perusahaan Sanjaya Kenzo yang memegang sekarang.
"Ken...."
Kenzo tahu betul pasti itu suara sang mama yang begitu nyaring. "Kenzo, kamu sarapan dulu nak! Alan, kamu juga sarapan dulu nak!" teriak Kinan dan kedua anaknya ternyata sudah berdiri tepat di belakang Kinan.
"Mama, suara mama sekarang terdengar seperti Melly." Kata Kenzo, dia berbisik di telinga Kinan.
"Hay anak mama, apa suara mama begitu cempreng?" Tanya Kinan, dia tersenyum pada kedua putranya. "Kalian sarapan dulu," suruh Kinan dan kedua putranya itu duduk di kursi meja makan.
Kinan dengan telaten dan penuh kasih sayang, dia mengambilkan makanan untuk kedua putra kesayangannya.
"Kalian makan dulu," Kinan menaruh makanan yang di ambil di hadapan Kenzo, lalu dia kembali mengambil lagi untuk Kalan.
"Papa mana, ma?" Tanya Kalan yang melihat sang papa tidak ada di meja makan.
"Papa di belakang dia sedang mengobrol dengan buyut kalian," jawab Kinan dan dia menemani kedua putranya sarapan.
Aftar dan Sanjaya mereka terlihat asik mengobrol sambil menikmati teh dan cemilan yang di siapkan oleh Kinan.
"Aftar, kakek sudah semakin sepuh. Kakek punya dua cicit tapi mereka belum juga mau menikah," kata Sanjaya dia terlihat sedih.
"Iya kek, Aftar sudah sering menyuruh Kenzo menikah tapi Ken selalu bilang nanti pa, nanti pa, seperti itu terus." Keluh Aftar, dia juga tidak sabar melihat putra-putranya segera menikah.
Sanjaya sudah begitu sepuh, tapi bersyukur beliau di kasih umur panjang dan penyakit yang selama ini di deritanya juga akhirnya sembuh.
Setelah selesai sarapan, Kenzo dan Kalandra pergi berpamitan dengan Sanjaya dan Aftar.
"Papa, Papa besar, kita berangkat dulu ya." Pamit Kenzo dan Kalandra berbarengan, mereka menyalami tangan Sanjaya dan Aftar secara bergantian.
"Ken, kamu cepatlah menikah! Papa besar, sudah semakin sepuh, papa besar ingin melihat kamu menikah," Kata Sanjaya, tapi Kenzo hanya bisa tersenyum.
"Iya papa besar, Ken pasti akan segera membawa calon istri." Kata Kenzo, setidaknya dia berharap papa besarnya itu bahagia.
"Papa besar, kalau Kak Ken belum mau menikah. Kalan saja duluan papa besar," timpal Kalandra sambil nyengir.
"Anak kecil, kamu belakangan! Lahir saja belakangan, masa nikah duluan." Omel Kenzo, tapi Kalandra malah menjulurkan lidahnya.
"Sudah-sudah, Ken kamu berangkat kerja dan kamu Kalan, pergilah ke cafe kamu!" Suruh Kinan, sungguh pusing kalau kedua putranya ini sudah berdebat.
Belum sempat Kenzo dan Kalandra menjawab, tiba-tiba suara Melly terdengar begitu nyaring di telinga semuanya.
"Kak Ken, ayo berangkat aku sudah siap!" Kata Melly sambil tersenyum.
"Dasar cempreng," dengus Kenzo dengan kesal.
"Iya ayo kita berangkat." Kenzo langsung menarik Melly, atau nanti dia akan mengobrol dengan Kinan dengan bawel.
Kini Kenzo dan Melly berangkat ke kantor berdua, sedangkan Kalandra berangkat ke cafe dia sendirian.
Melly bekerja di kantor Kenzo, dia bekerja sebagai sekretaris Kenzo karena Kenzo yang memintanya.
Setelah putra-putranya berangkat, Kinan dan Aftar mengantarkan Sanjaya ke kamarnya untuk istirahat. Kini Aftar dan Kinan duduk di sofa sambil menonton televisi.
"Pa, kira-kira Ken ada perasaan dengan Melly tidak?" Tanya Kinan tiba-tiba.
Melihat keakraban mereka berdua, sungguh membuat Kinan baper dan berharap Kenzo dan Melly itu sama-sama punya perasaan.
"Entahlah ma, hanya mereka yang tahu." Jawab Aftar, dia juga tidak tahu.
Kinan kadang berharap Kenzo mau menikah dengan Melly, tapi kembali lagi dengan mereka berdua apalagi sekarang mereka sudah bukan anak kecil lagi.
Sesampainya di kantor, Melly dan Kenzo berjalan masuk ke dalam ruangannya sambil bergandengan tangan.
"Apa Pak Ken dan Bu Melly, mereka pacaran?"
"Entahlah, mereka terlihat begitu akrab."
"Iya, kadang juga mereka makan siang berdua."
"Sudah-sudah jangan bergosip, atau Pak Ken akan marah!"
Para pegawai bubar dan mereka melanjutkan pekerjaan mereka.
BERSAMBUNG 🤗
Terimakasih para pembaca setia 🙏
Lanjut ke cerita anak-anaknya ya. 🙏