Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Shopping bareng mama


Kini Kinan dan Caca menikmati bekal yang mereka bawa, para Art juga melakukan hal yang sama. Sungguh tidak ada jarak di antar mereka, bagi Kinan kita semua sama-sama manusia jadi Kinan tidak pernah membeda-bedakan.


Hari ini Kinan dan Caca menemani anak-anak mereka, bermain camping-campingan di taman belakang rumah.


Sedang asik bermain camping-campingan tiba-tiba Herlin datang membawa mainan untuk Kenzo dan Melly.


"Tok...tok...."


Salah satu Art keluar untuk membukakan pintu rumah, melihat Herlin yang datang Art itu langsung mengantarkan Herlin ke taman belakang rumah.


"Kok sepi, Nen?" Tanya Herlin pada Neni, yang tidak lain adalah nama Art itu.


"Iya Nyonya, sedang pada main camping-campingan di belakang rumah," jawab Neni.


Sesampainya di taman belakang rumah, melihat mamanya yang datang Kinan buru-buru menghampiri sang mama lalu mencium tangan sang mama, Caca juga melakukan hal yang sama. Apalagi selama ini Herlin juga sudah menganggap Caca seperti putri kandungnya sendiri, bahkan Caca juga memanggil Herlin dengan sebutan mama karena Herlin yang memintanya.


Setelah kedua orang tua Caca meninggal, Caca sudah tidak punya siapa-siapa, Caca anak yatim piatu dan Vino juga sama anaak yatim pintu.


"Mama, bagaimana kabarnya?" Tanya Kinan pada sang mama.


"Baik nak, kalau kalian sendiri bagaimana putri-putri mama?" Tanya Herlin, dia memeluk Kinan dan Caca secara bersamaan.


"Kita juga baik ma." Jawab Caca dan Kinan secara kompak.


Kini Herlin ikut duduk di tikar, sambil menikmati hidangan piknik yang Kinan dan Caca buat tadi.


"Mana cucu mama, nenek bawakan mainan loh buat kalian," kata Herlin dan dengan cepat Kenzo dan Melly keluar dari dalam tenda.


Mereka berlari berebutan memeluk Herlin, kali ini keduanya begitu lucu.


"Hush, sudah jangan berebut. Lihat nenek, bawa mainan buat Ken dan Melly," Herlin memberikan mainan mobil-mobilan pada Kenzo dan boneka barbie pada Melly.


Mereka berdua begitu antusias, bahkan keduanya sama-sama sangat senang. Dalam hati Caca juga merasa sangat bahagia, biarpun Herlin bukan mama kandungnya sendiri tapi beliau begitu menyayangi Melly setulus hati.


"Melly, bilang apa pada nenek." Kata Caca, dia menatap Melly dengan tatapan penuh kasih sayang.


"Terimakasih nenek, Melly suka maiannya." Kata Melly, membuat Herlin tersenyum."Sama-sama," Herlin mencium pipi Melly dengan gemas.


"Ken, kamu tidak bilang terimakasih pada nenek." Kinan menatap Kenzo dan Kenzo langsung mengerti maksud sang mama.


"Nenek, terimakasih maiannya." Kata Kenzo dan Herlin mengangguk, dia juga mencium pipi Kenzo dengan gemas.


Kenzo dan Melly melanjutkan mainnya mereka, kini mereka asik dengan mainan baru mereka dari Herlin.


"Mama sudah makan?" Tanya Kinan.


"Sudah nak, kalian di rumah tidak jenuh?" Tanya Herlin, melihat Caca dan Kinan setiap hari hanya di rumah saja menjaga anak-anak mereka.


"Mama, seperti tidak tahu Mas Aftar saja, jika Kinan keluar sendirian tanpa dia. Pasti dia tidak akan mengizinkannya, tahu sendiri kan mama menantu mama itu cemburuan tingkat dewa," jawab Kinan membuat Caca dan Herlin sama-sama tertawa.


Herlin melihat ke arah Caca, dia meminta jawaban Caca.


"Mama, Mas Vino juga sama sudah tertular sang bos nya itu. Sekarang dia juga begitu cemburuan ma," jawab Caca. Membuat Herlin tertawa terbahak-bahak.


Kalau Herlin biarpun usianya tidak muda lagi, tapi dia masih aktif dan tentunya awet muda. Hanya saja butik-butik yang dia punya, untuk saat ini sudah di pegang oleh Aftar dan tentu orang-orang kepercayaannya juga.


"Melly, Kenzo, ayo nak kita jalan-jalan!" Panggil Kinan dan Caca dengan kompak.


Tanpa menunggu lama, mereka langsung bersiap-siap, Kenzo dan Melly juga kalau Masalah jalan-jalan mereka paling antusias.


Sebelum pergi, Kinan dan Caca mengirim pesan untuk suami-suami mereka lebih dulu.


"Mas, Kinan pergi sama mama Kenzo juga ikut. Kalau kakek ada Neni, dan dia sedang istirahat," pesan Kinan untuk Aftar.


"Sayang, aku pergi sama Mama Herlin, Kinan dan anak-anak ya." Pesan Caca untuk Vino.


Setelah mengirim pesan untuk suami-suami mereka, tanpa menunggu lama mereka langsung berangkat jalan-jalan ke mall elit yang tidak terlalu dari tempat tinggal mereka.


Di dalam mobil, Kenzo dan Melly malah tidur pada dari tadi mereka ngobrol, mungkin karena kelelahan bermain.


Setengah jam telah berlalu, akhirnya mereka sampai di mall tujuan. Kenzo dan Melly juga langsung bangun, biasalah mereka kalau sudah berbau mall, jalan-jalan, pasti paling cepat dan sangat antusias.


"Kalian, mau beli apa? Pilih saja!" Kata Herlin dengan begitu bahagia.


Bagi Herlin uang yang dia cari selama ini tidaklah penting, yang terpenting adalah kebahagiaan anak-anaknya dan cucu-cucunya.


Kinan dan Caca ingin menuju ke toko tas, tapi tangan Kenzo dan Melly sudah sama-sama menarik tangan mereka.


"Mama, aku mau beli mainan." Kata Melly dan Kenzo dengan begitu kompak.


Herlin hanya tersenyum, entahlah kali ini dia harus membela siapa?


"Kalian belanjalah! Anak-anak biar sama mama," kata Herlin dia memberikan salah satu kartu ATM nya pada Kinan. "Beli, apa saja yang kalian mau!" Kata Herlin.


Kinan dan Caca pergi ke toko tas, Melly, Kenzo dan Herlin langsung menuju ke toko mainan, supir Herlin Pak Hari saja ikut masuk ke dalam mall untuk membantu mengawasi Kenzo dan Melly yang asik memilih mainan yang mereka suka.


Kini mereka asik berbelanja, Kinan juga membeli apa saja yang dia inginkan. "Kak Caca, beli saja yang apa saja yang Kak Caca mau, Mama Kinan adalah mama kakak juga," kata Kinan membuat mata Caca berkaca-kaca, ingin rasanya menangis karena punya Kinan dan mamanya yang begitu menyayangi dirinya.


"Satu tas cukup untuk aku Kin, ini saja mahal banget." Kata Caca, dia merasa tidak enak pada Kinan dan mamanya.


Kinan hanya tersenyum, bagi Kinan Caca sudah seperti saudara kandungnya sendiri.


"Beli yang lain, bagaimana kalau beli baju?" Tawar Kinan, tanpa menunggu persetujuan dari Caca, dia langsung menarik tangan Caca ke toko baju.


Kinan membeli dua baju, Caca juga membeli dua baju. Setelah selesai, mereka pergi toko mainan untuk mencari anak-anak mereka.


Kini Kenzo dan Melly sedang asik bermain mandi bola, setelah lelah membeli mainan. Herlin dan Pak Hari juga duduk sambil menunggu mereka bermain, kini Caca dan Kinan yang baru saja selesai belanja dan mencari-cari anak mereka, akhirnya menemukan sang mama yang sedang duduk.


"Tuh anak-anak masih main, kalian sudah selesai belanja?" Tanya Herlin, sambil melihat Caca dan Kinan.


"Sudah ma, ayo mama makan dulu." Jawab Caca dan Kinan yang lagi-lagi dengan kompak.


Mereka memanggil anak-anak mereka, lalu mereka makan bersama di sebuah restoran, Pak Hari juga ikut makan bersama mereka, biarpun Pak Hari hanya supir, tapi kalau makan di luar Herlin selalu saja mengajak dia makan di meja yang sama.


Hari semakin sore, akhirnya Herlin mengantarkan anak-anaknya dan cicit-cicitnya pulang ke rumah. Setelah mengantarkan mereka pulang, Herlin tidak langsung pulang dia istirahat di rumah Kinan, karena ingin makan malam bersama dengan semua yang ada disitu.


BERSAMBUNG 🤗


Terimakasih para pembaca setia 🤗