Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Wanita itu ratu belanja


Pagi menunjukkan pukul 6, Melly sudah bangun dan dia sudah berdandan cantik tapi kali ini Melly memakai daster.


Iya bisa di bilang ini adalah pertama kalinya Melly memakai daster, biasanya Melly karena biasanya Melly paling mentok memakai setelan baju tidur saat di dalam rumah.


Tapi setelah berumah tangga dan tentunya sedang hamil juga, jadi dasterlah pilihan yang tepat.


Kenzo kini sudah rapi dengan setelan jas warna abu-abunya, Kenzo berjalan menghampiri Melly lalu memeluk Melly dari belakang.


"Sayang, aku sudah bilang pada Kalan, katanya nanti dia dan Kimmy ikut ke yayasan bersama kita," kata Kenzo sambil melihat pantulan cantik wajah sang istri dari dalam cermin meja rias.


"Baguslah mas."


"Oh iya, kapan kita akan berkunjung ke yayasan mas?"


"Aku mau siapkan bingkisan untuk anak-anak, biar mereka senang."


"Bagaimana jika perlengkapan sekolah, snack, lalu apalagi ya mas?"


"Mas biasanya kalau kesana membawa apa untuk anak-anak?"


Melly begitu bawel, dia tampak berpikir keras karena ingin melihat anak-anak di yayasan bahagia.


Kenzo tersenyum tipis, sungguh istrinya yang begitu bawel ini membuat Kenzo begitu gemas.


"Sayang, mas kalau kesana membawa banyak makanan, mainan dan keperluan mereka yang lainnya."


"Jika kamu ingin menyiapkan sesuatu, kamu siapkan yang kamu suka saja! Tapi ingat nanti pergi belanjanya bersama supir, mas juga nanti siapkan dua orang suruhan mas untuk ikut dengan kamu belanja."


Tutur Kenzo, terpancar senyum bahagia Kenzo di pantulan cermin itu.


"Sekarang mas berangkat kerja, ingat kalau mau belanja jangan ajak Kimmy, takut dia kelelahan sayang!" Pesan Kenzo sebelum berangkat ke kantor.


"Iya mas, ayo pergi sarapan dulu!" Jawab Melly, dia hendak beranjak dari tempat duduknya tapi Kenzo menahannya.


"Mas sarapan di kantor saja," kata Kenzo sebelum pergi Kenzo memberikan ciuman hangat di kening Melly.


Setelah Kenzo berangkat ke kantor, Melly membereskan tempat tidurnya yang begitu berantakan karena ulah suaminya yang kalau malam suka nakal.


Tapi Melly bahagia, siapa yang menyangka Kenzo sahabat dari kecilnya ternyata menjadi suaminya.


Setelah selesai dengan urusan di kamar, Melly keluar menuju ke ruang makan disana hanya ada Kimmy dan Kalandra.


"Mama, papa, mana?" tanya Melly yang tidak melihat kedua mertuanya berada dimeja makan pagi ini.


"Mereka sedang pergi kak, katanya mau berlibur sama Tante Caca dan Om Vino juga," jawab Kalandra sambil menikmati makanannya.


Melly mengangguk, dasar kedua orang tuanya mau pergi berlibur tidak berpamitan dengan anaknya.


"Mereka berangkat pagi-pagi sekali kak, tadi mau bangunin Kak Melly dan Kak Ken, katanya tidak usah." Kata Kalandra yang seolah-olah bisa menebak apa yang sedang di pikiran oleh Melly saat ini.


Melly mengangguk, dia menikmati sarapannya pagi ini Melly sarapan tanpa Kenzo karena Ken sudah berangkat ke kantor.


"Oh iya, kamu tidak ke cafe?" tanya Melly sambil melahap makanannya.


"Tidak kak, untuk sementara aku tutup dulu kak cafenya," jawab Kalandra nadanya suaranya terdengar sedih.


"Sabar ya Kalan, anggap saja ini adalah cobaan tapi kamu ambil hikmahnya saja, karena cafe tutup untuk sementara jadi kamu bisa menemani Kimmy dirumah, bisa menjaga Kimmy dengan lebih." Tutur Melly, yang membuat Kalandra mengangguk pelan.


"Benar kata Kak Melly, aku jadi lebih bisa jagain Kimmy yang sedang hamil," batin Kalandra dalam hatinya.


Setelah selesai makan, Melly langsung kembali ke kamarnya mengambil tas kecil yang ada di dalam kamar.


Tiba-tiba ponselnya Melly berbunyi dan ternyata itu telpon dari Kenzo. Melly mengangkat telpon dari Kenzo.


"Hallo mas..."


"Sayang, mas sudah transfer uang 100 juta ke rekening kamu ya, kamu nanti beli saja semua keperluan untuk anak-anak di yayasan!"


"Melly, menurutlah pada suamimu, uang belanja kamu buat kamu, habis tidak habis kamu simpan saja sayang!"


"Baiklah mas, Melly berangkat belanja dulu ya mas."


"Iya kamu hati-hati, ingat uang yang mas transfer habiskan juga tidak apa-apa, kamu mau kan anak-anak di yayasan bahagia."


"Iya mas aku mau, aku tutup dulu ya mas telponnya."


Melly mematikan saluran telponnya, lalu dia keluar dari dalam kamarnya.


"Kak mau kemana?" tanya Kalandra yang sedang menonton televisi bersama Kimmy.


"Mau pergi belanja, kan kita mau berkunjung ke yayasan." Jawab Melly dengan nada lembut.


"Kak, aku mau ikut." Kata Kimmy, dia merasa sangat jenuh dirumah.


"Tapi Kimmy, kan kamu harus banyak istirahat," jawab Melly karena kawatir Kimmy kecapean dan dia juga mengingat pesan Kenzo sebelum berangkat ke kantor tadi.


Kimmy melihat ke arah Kalandra, dia memasang wajah memelas pada suaminya.


"Mas...." rengek Kimmy.


"Baiklah, ayo kita ikut Kak Melly." Jawab Kalandra dan Kimmy mengangguk semangat.


Akhirnya Melly pergi berbelanja bersama Kalandra dan Kimmy, tapi mereka juga di temani oleh dua orang suruhan Kenzo juga, kedua orang suruhan Kenzo mereka memakai mobil sendiri dan mereka mengikuti mobil Kalandra di belakangnya.


Sesampainya di pusat perbelanjaan yang terbesar di kotanya, mereka bertiga langsung masuk ke dalam pusat perbelanjaan itu.


Melly dan Kimmy bergandengan tangan sedangkan Kalandra menjaga mereka dari belakangnya. Kedua orang suruhan Kenzo juga terus mengikuti mereka, karena tugas mereka juga nanti membawa barang belanjaan Melly.


Kini mereka sudah mengambil troli dan siap untuk berbelanja untuk dibawa ke yayasan.


Melly dan Kimmy asik berbelanja bahkan mereka memasukkan apa saja yang menurut mereka enak dan di butuhkan untuk anak-anak, Wanita kalau urusan belanja jangan di tanya karena mereka adalah ratu belanja.


Sedang asik berbelanja ada beberapa mata yang memperhatikan Melly dengan begitu jeli.


"Tunggu, itu bukannya Melly?" tanya seseorang itu kepada seorang yang ada di sampingnya.


"Iya itu Melly, lihat makin cantik sekali dia," jawab seseorang yang ada di sampingnya.


Kedua laki-laki itu langsung berjalan menghampiri Melly sambil tersenyum manis kepada Melly.


"Melly....." suara kedua laki-laki itu membuat Melly menoleh ke sumber suara.


Melly melihat kedua laki-laki itu dengan tatapan tidak percaya.


"Kalian?!" Melly agak terkejut, tapi Melly menyambut kedua laki-laki dengan senyum yang begitu hangat.


Kalandra memperhatikan pemandangan yang ada di hadapannya itu, lalu dia mengambil foto Melly dan kedua laki-laki itu, dengan jail Kalan mengirimkan foto itu pada kakaknya.


"Lihat saja, tunggu beberapa menit pasti Kak Kenzo akan sampai disini," Kalandra tertawa dalam hatinya.


Mendengar ada pesan masuk di ponselnya, Kenzo menghentikan pekerjaannya lalu dia membuka pesan dari adiknya itu.


Dia melihat foto Melly dan kedua laki-laki, Kalandra juga menuliskan alamat pusat perbelanjaan itu dengan lengkap.


"Hahh, siapa kedua laki-laki ini? Kenapa mereka terlihat begitu akrab pada istriku, aku harus segera kesana," kata Kenzo dan dia langsung pergi ke pusat perbelanjaan itu.


Entah apa yang akan terjadi?


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 🤗