Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Mereka hanya temanku


Setelah selesai berbelanja sebelum pulang mereka pergi makan dulu, kedua orang suruhan Kenzo juga ikut makan di meja yang sama dengan mereka.


Kini mereka semua memesan makanan, setelah beberapa lama akhirnya pesanan makanan mereka datang.


Kini mereka menikmati makanan mereka dengan begitu nikmat, setelah selesai makan mereka langsung pulang.


Kini mereka sudah sampai di rumah, semua yang akan di bawa ke yayasan besok juga di siapkan oleh orang suruhan Kenzo, bahkan Kenzo menyuruh lebih dari 5 orang karena yang akan di bawa begitu banyak.


Kimmy dan Melly masuk ke kamar mereka masing-masing untuk berganti pakaian, Kenzo dan Kalandra duduk di sofa ruang tengah sambil menikmati cemilan yang ada di atas meja.


"Kedua laki-laki itu, tadi ngapain saja dengan istriku?" tanya Kenzo pada Kalandra.


"Mereka mengobrol dengan begitu akrab hanya itu saja kak," jelas Kalandra sambil memakan cemilannya.


Kenzo tersenyum kecil, otaknya sudah traveling kemana-mana bahkan takut Melly di godain oleh kedua laki-laki tadi.


"Tidak melakukan lebih?"


"Memangnya mau melakukan apa? Apa kakak berharap mereka berciuman?"


"Aish, berani sekali kamu menjawab seperti itu, apa kamu ingin aku jewer telinganya?"


"Lagian kakak tanya aneh-aneh, takut banget kakak ipar berbuat macam-macam."


"Kedua laki-laki itu menyalami tangan istriku tidak?"


"Kalau itu aku lupa kak, kakak tanyakan saja pada kakak ipar!"


Kalandra dan Kenzo malah beraduh mulut tidak jelas, karena sangking kesalnya dengan sang kakak dan tidak mau sampai berdebat akhirnya Kalandra memilih masuk ke dalam kamar untuk bertemu dengan istri tercintanya.


Karena Kalandra masuk ke dalam kamar, Kenzo juga akhirnya masuk ke dalam kamar.


Sesampainya di kamar Kenzo melihat Melly sedang berdandan di meja rias, Melly sedang memakai lipstik, lalu dia memoles pipinya dengan sedikit bedak.


Kenzo yang melihat hal itu tiba-tiba mengambil alat-alat make-up yang ada di tangan Melly itu membuat Melly kaget.


"Mas, aku sedang memakainya...."


"Sayang, untuk apa berdandan? Kamu sudah cantik apa adanya."


Kenzo tersenyum, Melly memanyunkan bibirnya Melly sangat paham pasti ini gara-gara tadi di pusat perbelanjaan. "Mereka hanya temanku tapi inilah suamiku, selalu cemburuan berlebihan sungguh menyebalkan," batin Melly dalam hatinya.


"Mas, berikan padaku!" Pinta Melly dengan nada lembut.


Kenzo menggelengkan kepalanya, membuat Melly ingin sekali marah padanya, tapi Melly berusaha menahannya.


"Apa kamu cemburu?" tanya Melly.


"Haruskah aku mengatakannya? Apa kedua laki-laki itu menyentuhmu? Bagian mana saja yang mereka sentuh?" tanya Kenzo dengan begitu bawel.


"Mas ini bicara apa? Aku hanya mengobrol dengan mereka saja, mas sendiri bagaimana? Sudahkah mas memecat j*l*ng itu dari kantor mas?" tanya Melly yang enggan mengalah pada suaminya.


"Belum, sayang aku masih butuh sekertaris, tunggulah sampai dapat sekretaris baru ya!" Pinta Kenzo, berharap Melly akan setuju.


Melly mendengus kesal sungguh suaminya ini, sudah tahu Monita itu bisa melakukan apa saja untuk merebut Kenzo dari dirinya, tapi Kenzo ini masih tenang-tenang saja. Padahal yang nama manusia itu bisa kapan saja hilaf, tapi inilah Kenzo selalu apa-apa di buat santai dan berpikir semuanya akan baik-baik saja.


"Biar aku yang mengurusnya! Mas ini tidak bisa tegas, mas tidak bisa seperti Papa Aftar," kata Melly sambil menatap Kenzo dengan tegas.


Melly paham sekali sifat papa mertuanya itu seperti apa? Karena Kinan yang bercerita pada dirinya, tapi sikap tegas papanya memang tidak menurun sama sekali kepada Kenzo, namun entahlah jika Kalandra, dia tegas atau tidak?


"Memangnya, kamu mau mengurusnya bagaimana?" tanya Kenzo, dengan raut wajah penasaran.


Kenzo tersenyum begitu manis, melihat wajah cantik istrinya sungguh menggemaskan dan ingin sekali mencubit pipi Melly yang sudah kelihatan tembem, mungkin karena berat badan juga sudah mulai naik.


"Apa kamu cemburu sayang?" goda Kenzo dengan tatapan begitu dalam.


"Salahkah aku mencemburui suamiku sendiri? Adakah yang melarangnya?" Melly langsung naik darah, pertanyaan Kenzo ini begitu konyol membuat geram saja.


Kenzo mengarahkan kedua tangannya ke pipi Melly, lalu dengan lembut Kenzo mencium pipi Melly secara bergantian.


Tanpa menunggu persetujuan dari Melly, Kenzo mengangkat tubuh Melly lalu dia membaringkan Melly di atas kasur, Kenzo menindih tubuh Melly dengan hati-hati.


"Mas mau ngapain? Ini masih sore," tanya Melly sambil geleng-geleng kepala.


"Adakah larangan untuk bercinta dengan istrinya sendiri?" Kenzo menirukan gaya bicara Melly tadi.


Melly tersenyum, sungguh suaminya ini paling bisa membuat dirinya merasa nyaman dan sangat bahagia.


"Aku yang melarang!"


"Mas akan memaksa!"


"Mas itu bisa di anggap pemerk*s**n, tentu saja itu tidak boleh dilakukan!"


"Mas memperk*s* istri mas sendiri, jadi tidak ada salahnya."


"Tapi mas......"


Belum sempat Melly menyelesaikan perkataannya, Kenzo langsung ******* bibir Melly dengan kasar, hingga makin lama l*m*tan semakin panas membuat Melly susah bernafas dan akhirnya pasrah dengan permainan Kenzo, Kenzo juga tidak benar-benar memperk*s* Melly karena dia melakukannya dengan lembut dan sangat hati-hati karena takut baby nya juga kenapa-kenapa.


Hembusan angin sore yang begitu segar, membuat Kenzo semakin bersemangat dalam permainannya.


****


Kimmy terdiam sambil melihat indahnya pemandangan langit yang begitu cerah dari jendela kamarnya.


Kenzo yang baru saja selesai mandi, langsung memeluk Kimmy dari belakang.


"Apa yang sedang kamu lihat, sayang?" tanya Kalandra dengan nada lembut.


"Hanya melihat pemandangan langit sore ini mas, oh iya mas cafe masih tutup, bagaimana kalau kita pergi berlibur saja? Rasanya jenuh sekali dirumah mas," jawab Kimmy dengan manja, Kimmy membalikkan tubuhnya lalu memeluk Kalandra dengan erat.


Kalandra tersenyum, lalu dia memberikan kecupan penuh kasih sayang di kening Kimmy.


"Katakan sayang, kamu mau kemana?" tanya Kalandra sambil memeluk Kimmy dengan mesra.


"Ke Villa keluargaku saja mas, kita habiskan waktu beberapa hari disana, anggap saja bulan madu kedua kita!" Jawab Kimmy membuat Kalandra tersenyum m*s*m.


"Dasar kamu ini, baiklah setelah acara dari yayasan selesai, kita pergi liburan ya sayang," Kalandra setuju dengan ide istrinya ini.


Kalandra juga tidak mau kalau istrinya merasakan kejenuhan hanya dirumah saja, apalagi akhir-akhir ini Kimmy hanya sering menghabiskan waktu di dalam kamar, karena kandungannya yang lemah jadi Kimmy tidak boleh kecapean juga.


"Terimakasih suamiku," dengan manja Kimmy memberikan ciuman hangat di bibir Kalandra.


Kalandra yang merasakan ciuman dari istrinya, sungguh dia tidak bisa menahan dirinya dan akhirnya mereka berakhir di atas kasur yang empuk, ya walaupun Kalandra harus bermain dengan hati-hati karena tidak mau kalau sampai Kimmy kenapa-kenapa.


BERSAMBUNG 😁


Terimakasih para pembaca setia 🤗