Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Panggil Nyonya Muda


"Itu siapa Mell? Yang sedang mengobrol sama mama?" tanya Kenzo dan Melly menggeleng kan kepalanya karena tidak tahu laki-laki itu siapa?


Melly melihat pemuda tampan itu, rasanya tidak asing sekali, bahkan Melly juga seperti mengenal pemuda yang sedang mengobrol dengan mamanya itu.


"Wajahnya tidak begitu asing," batin Melly dalam hatinya.


Kenzo juga memperhatikan pemuda yang sedang mengobrol dengan mama mertua nya itu. "Sepertinya tidak asing, bukan kah dia adalah Dika, sekretaris baruku?" batin Kenzo dalam hatinya.


Sungguh tidak habis pikir untuk apa, Dika ini datang ke rumah mertuanya? Hati Kenzo seketika langsung meronta-ronta, pikirannya sudah macam-macam entah kemana?


"Apakah dia mau menganggu istriku?" batin Kenzo dalam hatinya.


Kini mereka sudah turun dari dalam mobil, dua tangan Kenzo juga penuh dengan par-bag yang berisi belanjaan istrinya dan adik iparnya itu.


Dika dan Melly asik mengobrol, bahkan mereka saling tertawa satu sama lain dengan begitu akrab.


"Tante, tante ingat tidak dulu aku sering mengatarkan Melly pulang?" tanya Dika, menginginkan Caca akan kejadian beberapa tahun yang lalu.


"Ingat nak, oh iya kamu tiba-tiba lama tidak ada kabar, tante juga bertanya pada Melly tapi katanya Melly tidak tahu kabar kamu," ujar Caca dengan nada lembut.


"Beberapa tahun lalu keluarga aku mengajak aku pindah ke keluar negeri tan, aku juga tidak memberitahu pada teman-teman sekolah aku," jawab Dika dengan jujur.


Caca mengangguk mengerti, tiba-tiba Melly dan Kenzo berjalan menghampiri mereka tapi Kimmy langsung pulang ke rumah karena sangat lelah sekali.


"Dikaa.......!!" Kenzo terlihat terkejut, sungguh tidak percaya ternyata benar Dika yang sedang mengobrol bersama sang mama mertuanya itu.


Dika menoleh dia juga terkejut melihat Kenzo tiba-tiba ada di hadapannya.


"Haah inikan Pak Ken, untuk apa Pak Ken datang kesini?" batin Dika dalam hatinya.


"Pak Ken.....kok....ada disini?" tanya Dika dengan nada terbata-bata, tapi matanya menatap Melly dengan tatapan penuh tanda tanya? "Haah Melly kok perutnya besar?" batinnya dalam hati.


"Dika, kamu Dika Prasetyo kan?" tanya Melly dengan begitu antusias.


Terlihat raut wajah Melly sangat bahagia, seketika Kenzo menatap Dika dengan garang dan melihat Melly dengan tatapan kesal bahkan Kenzo juga terlihat begitu cemburu.


"Melly, kamu sekarang semakin cantik." Puji Dika dengan begitu kagum.


Kenzo mendengus kesal berani sekali Dika memuji istrinya si hadapan dirinya. Enak saja jangan harap Dika bisa selamat jika macam-macam dengan Melly.


"Benarkah?!" Melly tidak percaya.


"Aish, cantik juga istri orang....." sahut Kenzo dengan tatapan begitu cemburu.


"Istri, iya istri orang memang terlihat begitu cantik, aku akui itu pak," sahut Dika yang membuat Kenzo menatapnya garang.


Melly bergumam dalam hatinya, dia tahu pasti suaminya ini sudah meronta-ronta cemburu dan tentunya itu semua tidak bisa di sembunyikan oleh Kenzo.


"Mas, duduklah dulu! Ini Dika teman satu kelas aku dulu," kata Melly sambil menyuruh suaminya untuk duduk.


Kenzo akhirnya duduk dengan terpaksa, Kenzo juga tidak suka dengan Dika, apalagi dari tadi Dika terus diam-diam menatap Melly.


"Melly, aku kenal Kak Ken, dia itu adalah kakak kelas kita yang paling tampan," jelas Dika dan Melly tersenyum tapi memang benar Kenzo itu salah satu siswa tertampan dulu di sekolah mereka.


"Ehh tunggu, kalian....."


Seketika Dika terdiam, ternyata Kenzo yang sekarang menjadi bosnya ini adalah suami dari gadis yang pernah dia sukai dulu.


"Aku datang kembali hanya ingin mengejar cinta Melly tapi inilah kenyataan pahit yang harus aku terima, bahkan Melly sudah menikah dengan Kak Kenzo," Dika merasa kecewa dalam hatinya.


Sia-sia sudah Dika pulang dari luar negeri dan memilih menetap di kota kelahirannya hingga jauh dari keluarganya hanya demi cinta Melly tapi sayangnya kenyataan pahit yang harus Dika terima, karena Melly juga sudah menikah dengan kakak kelasnya itu.


"Nak Dika, Tante tinggal dulu ya, kalian ngobrol saja," pamit Caca dan dia beranjak dari tempat duduknya.


"Iya mama," sahut Melly dengan nada lembut.


Kini Caca kembali ke kamar untuk menemui suaminya.


Tadi Caca baru pulang dari liburan beberapa hari yang lalu bersama rekan-rekannya, tapi pas mau masuk ke dalam rumahnya Caca melihat Dika, akhirnya Caca mengajak Dika untuk duduk dan mengajak Dika mengobrol sambil menunggu Melly.


Kimmy yang tadinya mau langsung istirahat dia juga akhirnya malah asik mengobrol dengan kedua mertuanya sambil menikmati oleh-oleh yang Kinan bawah dari liburannya itu.


"Mama, aku kira kalian pulang besok pagi?" tanya Kimmy, sambil menikmati makanan yang ada di hadapannya dengan lahap.


"Tidak jadi sayang, mama kawatir karena kamu dan kakak kamu sedang hamil, mama juga tidak tenang jadi mama minta papa untuk pulang saja," jelas Kinan sungguh membuat Kimmy begitu bahagia.


"Bahagianya punya mertua sebaik Mama Kinan," batin Kimmy dalam hatinya.


Aftar yang merasa lelah akhirnya memilih untuk pergi ke kamar untuk istirahat. Kimmy dan Kinan malah asik mengobrol dengan begitu bahagia.


Kini Kenzo terlihat jelas kalau dia tidak suka melihat Dika dan Melly dari tadi mengobrol dengan begitu bahagia, bahkan mereka juga begitu senang dan terus tertawa dari tadi.


Melly dan Dika bercerita tentang hari-hari mereka dulu waktu jaman sekolah, sungguh Kenzo disini hanya bisa menjadi pendengar yang baik sambil menahan rasa cemburunya yang semakin dalam.


"Oh iya Melly, sekarang aku kerja menjadi sekretaris Kak Kenzo." Dika mengadu pada Melly.


Melly tersenyum, tapi baguslah jika Dika yang menjadi sekretaris suaminya daripada harus wanita cantik yang genit.


"Hey kau, panggil aku Pak Kenzo!" tandas Kenzo, dengan tatapan tidak suka.


"Lalu panggil istriku dengan sebutan Nyonya Muda, jangan asal panggil nama saja!" Ken semakin menatap garang Dika.


Melly hanya bisa diam, padahal Dika dan Melly itu terhitung teman yang akrab tapi ya inilah Kenzo, cemburuan itu persis seperti Aftar yang tidak lain adalah papanya.


"Mas, itu sangat berlebihan, biasanya kita juga memanggil hanya dengan sebutan nama saja," jelas Melly berharap Kenzo tidak berlebihan seperti ini.


"Sayang, dia itu adalah sekretarisku, jadi dia harus patuh padaku," kata Kenzo yang tidak mau di bantah.


Melly melihat ke arah Dika, Dika tahu Melly juga pasti tidak enak dengan dirinya karena suaminya ini.


"Nyonya muda, tidak apa-apa, lagian kan aku juga hanya sekretaris suami nyonya," kata Dika dan dia tersenyum tulus pada Melly.


Kenzo tersenyum penuh kemenangan, kini mereka kembali asik mengobrol, Dika juga akhirnya menyebut Melly dengan sebutan Nyonya Muda.


Melly juga tidak bisa membantah suaminya karena urusannya akan panjang pasti.


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia