
Melly dan Kenzo bergandengan mesra layaknya orang yang sedang berpacaran, mungkin jika Melly tidak sedang hamil pasti banyak orang-orang yang mengira Melly dan Kenzo itu sedang berpacaran.
"Mas, tumben mengajak aku ke danau ini?" tanya Melly, terlihat matanya berbinar senang apalagi danau ini adalah salah satu tempat yang menyimpan kenangan indah waktu dulu bersama Kenzo.
"Sayang, aku hanya ingin bernostalgia saja. Kamu ingat dulu kita sering sekali datang ke danau ini, kamu dulu sering minta gendong kalau kamu kecapean," kata Kenzo, senyum Kenzo begitu terpancar mengingat kenangan indah bersama Melly dulu.
Mungkin dulu mereka datang ke danau ini tidak pacaran tapi mereka tetap mesra dan Melly juga sangat manja pada Kenzo, waktu itu di danau ini juga Kenzo sempat berpikir mengutarakan perasaannya pada Melly tapi Kenzo tidak punya keberanian dan dia tetap memilih menyembunyikan perasaan pada Melly hingga waktu yang cukup lama, tapi pada akhirnya Kenzo tegas juga menyatakan perasaannya pada Melly, karena Kenzo juga takut kalau Melly akan di ambil oleh laki-laki lain tapi sekarang sudah tidak takut lagi karena Melly selamanya sudah menjadi milik Kenzo seutuhnya.
"Iya mas, dulu kita begitu lucu, kamu ingat waktu kita naik sepeda air, aku ketakutan tapi kamu tidak mau tahu sampai aku menangis," cerita Melly yang diiringi tawa bahagia.
Mengingat kejadian waktu itu Melly dan Kenzo sama-sama tertawa, memang dulu mereka itu begitu lucu, Kenzo juga sangat jail dan suka sekali menjaili Melly sampai nangis.
"Kamu cengeng sih, oh iya bagaimana kalau kita naik sepeda air sayang?" tawar Kenzo dengan begitu antusias.
Melly menggelengkan kepalanya karena dia memang takut naik sepeda air, ya ada di otak Melly takut sepeda airnya rusak dan mereka akan tenggelam.
"Kamu tidak mau?" Kenzo memastikan.
"Aku takut mas, oh iya mas Kalan dan Kimmy mana?" tanya Melly, karena tidak melihat dua sejoli itu.
"Entahlah, mereka pasti sudah asik bersenang-senang," jawab Kenzo dan dia kembali membaringkan kakinya bersama istrinya.
Kenzo mengajak Melly duduk di sebuah kursi yang ada dibawa pohon, mereka duduk berdampingan dan Melly menyandarkan kepalanya di bahu Kenzo.
"Mas, kenapa kamu selalu jail padaku?" tanya Melly, tangannya memegang erat tangan Ken.
"Karena kamu lucu, apalagi semenjak kamu mengandung benih cinta kita, kamu mudah sekali manyun jadi ya mas senang saja buat kamu kesal," jelas Kenzo. Dasar sih Kenzo, dia memang suka sekali buat Melly naik darah.
Melly mencubit tangan Kenzo tapi Kenzo tidak merasakan sakit sama sekali, dia hanya tersenyum dan malah mencium kening Melly dengan hangat.
"Sayang, jangan main cubit-cubit! Bagaimana, jika mas khilaf? Nanti mas garap kamu disini," bisik Kenzo dengan penuh kejailan.
Melly mendengus kesal, dasar suami otak m*s*m. Seketika Melly mengingat kejadian waktu di ruangan meeting beberapa hari lalu.
"Di ruang meeting saja di garap, coba kalau di alam luar seperti ini, aish bisa-bisa kita menjadi tontonan gratis mas," batin Melly dalam hatinya.
"Tidak akan aku biarkan mas khilaf disini," tegas Melly dengan begitu yakin.
Kenzo tersenyum kecil, lagian jika sungguh khilaf di tempat seperti ini berati Kenzo sudah benar-benar tidak waras.
"Mas aku haus," kata Melly dengan manja.
Kenzo mengangguk, lalu dia pergi membeli minuman sedangkan Melly duduk sambil menunggu suaminya datang.
Kimmy dan Kalandra terlalu asik dengan dunia mereka, bahkan mereka kembali seperti anak kecil yang sedang asik di taman bermain.
Setelah lelah bermain sepeda air, kini Kimmy bermain ayunan sedangkan Kalandra asik bermain prosotan.
Sungguh pasangan ini sudah tidak ingat umur lagi, mereka asik bermain dengan anak-anak bahkan makan es krim bersama anak-anak yang ada di taman itu.
"Aku tidak sabar menantikan anak kita lahir ke dunia ini sayang, pasti akan lucu seperti anak-anak disini," celoteh Kalandra, terlihat mata Kalandra berbinar senang melihat anak-anak yang sedang asik makan es krim bersama Kimmy dan dirinya.
"Sabar mas, aku juga tidak sabar ingin menjadi seorang ibu," sambung Kimmy yang tidak kalah antusias.
"Sayang, aku punya anak banyak, aku mau rumah kita rame," kata Kalandra, entah berapa kali Kalandra membahas masalah ini.
"Mas yang hamil kalau gitu, kalau laki-laki enak mas di cuma nancap doang sama g*y**g, lah kalau wanita habis di g*y*ng masih panjang urusannya," celoteh Kimmy. Dia memang belum setuju untuk punya anak banyak.
"Tante, om, kita sudah makan es krimnya, kita pulang dulu ya, terimakasih." Anak-anak begitu kompak berkata pada Kimmy dan Kalandra.
"Iya anak-anak," jawab Kalandra dan Kimmy secara bersamaan.
Kini mereka kembali saling menatap satu sama lain, Kimmy menatap Kalandra dengan tatapan kesal.
"Suamiku ini, satu saja belum brojol, ini mikirin punya anak banyak, buatnya sih enak bahkan tiap malam juga aku mau, cuma aku tidak siap jika harus punya anak banyak untuk saat ini, entah untuk nanti," batin Kimmy dalam hatinya.
"Kamu juga suka minta jatah lebih, mas yakin pasti kamu bakal hamil lagi setelah anak kita lahir," goda Kalandra dengan tatapan jail.
Kimmy tersenyum kecil, terserah suaminya sajalah yang penting untuk saat ini fokus pada anak yang sedang di kandung saja.
"Keluarin di luarlah, biar tidak hamil." Kimmy menjulurkan lidahnya.
"Lihat saja, pasti kamu bakal minta terus keluarin di dalam, keluarin di dalam lebih enak, bikin nagih lagi." Kalandra tidak mau mengalah.
Kimmy beranjak dari tempat duduknya, dia memilih pergi meninggalkan Kalandra tapi Kalandra juga ikut beranjak dari tempat duduk dia dan dia mengikuti langkah kaki Kimmy, yang entah mau kemana?
"Pelan-pelan nanti jatuh!" pinta Kalandra, tapi Kimmy enggan mendengarkan Kalandra.
Melly dan Kenzo terlihat begitu mesra, mereka sedang menikmati jajanan yang tadi di beli oleh Kenzo, iya Kenzo membeli gugali ini adalah salah satu makanan kesukaan Melly saat mereka berkunjung ke danau ini.
"Kimmy, darimana saja?" tanya Melly sambil memakan gugali yang ada di tangannya.
Melihat Kimmy datang, Kenzo beranjak dari tempat duduknya dan menyuruh Kimmy duduk di tempatnya.
"Duduklah!" pinta Kenzo, membuat Melly tersenyum senang.
"Terimakasih kak," jawab Kimmy dan dia duduk di samping Melly.
Setelah Kimmy duduk Kalandra tiba-tiba datang sambil membawa satu botol air putih untuk Kimmy.
"Ini minum!" kata Kalandra, Kimmy menerima botol itu lalu dia meminumnya.
Kini Kenzo dan Kalandra duduk di tanah, Melly dan Kimmy juga asik menikmati gugali berdua.
Setelah sekian lama, akhirnya Kenzo bisa mengajak istrinya melihat yang bening-bening ya bukan seorang gadis cantik melainkan beningnya danau tempat kenangan mereka dulu.
BERSAMBUNG
Terimakasih para pembaca setia
Author mau rilis novel baru, kira-kira mau pada baca tidak ya kakak-kakak? 🙏