Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Bermain pasir


Mereka berempat berjalan menelusuri tepi pantai, kali ini Kimmy memilih berjalan di samping Melly.


Akhirnya Kenzo mengalah dia berjalan bersama dengan Kalandra di belakang istri-istri mereka.


Kimmy dan Melly berlarian di tepi pantai, mereka terlihat seperti anak kecil yang baru pertama kali diajak pergi ke panti.


Kenzo dan Kalandra sama-sama tersenyum bahagia, mereka bahagia melihat istri-istri mereka begitu bahagia.


"Sampai kapan Kimmy, akan bersikap dingin padaku kak?" Tanya Kalandra, sorot matanya terus tertuju pada Kimmy.


"Kalau kalian sedang ada masalah seperti ini, kamu sebagai laki-laki mengalahlah, minta maaf pada istrimu, akui kesalahanmu," tutur Kenzo sebagai seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya.


Kalandra duduk pinggiran pantai hingga celananya basah karena tersiram deburan ombak, Kenzo juga akhirnya ikut duduk.


"Aku salah apa kak? Erika, kan dia hanya teman minum di club saja," jelas Kalandra dengan begitu keras kepala.


"Hey bodoh, aku rasa mama dan papa sudah salah menyuruh kamu menikah di usia muda, Kalandra, bagi kamu Erika hanya sebagai teman minum. Tapi bagi, Kimmy itu lain lagi, biar bagaimanapun Erika adalah seorang wanita," Kenzo menggerutu kesal. Dasar adiknya ini membuat Kenzo naik darah saja masih pagi.


"Iya Erika seorang wanita, lalu apa salahnya dua mengirimkan pesan padaku? Bukankah dari dulu, Erika memang selalu seperti itu padaku, kakak tahu sendirilah." Jawab Kalandra, membuat bola mata Kenzo berputar kesal.


"Kalan, itu dulu kamu belum punya seorang istri. Tapi sekarang, kamu sudah bukan lagi seorang bujangan lagi, jadi berhentilah bersikap seperti anak muda yang belum menikah!" Omel Kenzo, berharap adiknya ini paham dengan nasehat yang dia berikan padanya.


Kalandra mendengus kesal, dasar wanita itu memang sulit di mengerti, ya seperti istrinya tadi. Pikir Kenzo dalam otaknya.


Kenzo mengira kalau setelah menikah Kalandra akan bersikap dewasa, tapi ternyata tidak dia tetap seperti anak kecil.


"Kalan, selesaikan masalah kamu baik-baik dengan istrimu! Berhentilah bersikap seperti anak kecil, jauhi gadis-gadis cantik yang sering kamu ajakin jalan." Sambung Kenzo dengan begitu tegas.


Melly melihat ke arah Kenzo lalu dia tersenyum begitu manis pada suaminya.


"Mas sini, kita main pasir!" panggil Melly sambil tersenyum.


Kenzo mengangguk sambil tersenyum manis pada istrinya. " Kalan, sudahlah ayo kita ikut istri-istri bermain pasir!" ajak Kenzo, lalu mereka berjalan menuju ke tempat istri-istri mereka sedang asik bermain pasir.


Mereka bagaikan anak kecil, kini mereka asik membangun istana dengan pasir yang kini mereka mainkan.


Melly dan Kenzo begitu mesra, bahkan mereka terlihat begitu kompak. Tapi tidak dengan Kalandra dan Kimmy, mereka bermain tapi mereka juga masih melanjutkan perang dingin mereka.


Malam yang begitu indah, malam ini adalah malam terakhir mereka berbulan madu, karena besok pagi mereka harus pulang dan kembali bekerja lagi.


Setelah seharian lelah bermain di panti, Kenzo dan Melly sama-sama membaringkan tubuh mereka di atas ranjang tempat tidur.


Kenzo dengan jail, tangannya melepaskan kancing piyama milik Melly, membuat Melly menatapnya kesal tapi Kenzo malah tersenyum penuh kemesuman.


"Mas, kamu mau ngapain? Bekas semalam masih sakit mas, jangan di bajak lagi mas ladang aku," kata Melly sambil memasang wajah memelas.


Kenzo tersenyum, tangannya sudah mulai nakal memainkan salah p*t*ng s*s* milik Melly.


"Hanya bermain saja sayang, aku tidak akan membajak ladang kamu malam ini, tapi aku mau nyusu saja." Kenzo meremas gemas p*t*ng s*s* Melly, membuat Melly menglinjang keenakan. "Acchh mas," rancaunya dengan manja.


Kenzo lagi-lagi tersenyum mesum, dia tahulah kalau istrinya ini pasti bilang tidak mau juga, kalau sudah di tusuk pasti minta lagi, minta lagi dan lagi.


"Mas jangan buat mainan sakit!" pinta Melly sambil meringis manja.


Kenzo menghentikan kegiatannya, lalu dia malah menyusu layaknya anak bayi yang sedang menyusu pada ibunya.


Melly membiarkan suaminya melakukan itu, padahal rasanya sakit, apalagi Kenzo dengan begitu nakalnya, dia menyed*t-yed*t p*t*ng s*s* milik Melly.


Kini mereka begitu mesra dan sangat panas malam ini, beda dengan Kalandra dan Kimmy yang hanya saling diam, bahkan malam ini mereka sangat lucu Kalandra tidur di lantai beralaskan selimut, sedangkan Kimmy tidur tidur di ranjang tempat tidur dengan nyenyak.


"Sayang, mas tidak bisa tidur," rengek Kalandra memelas pada Kimmy.


"Yang penting lancar kirim-kiriman pesannya, bukan?" sindir Kimmy, betapa geramnya Kalandra, apalagi Kimmy terus membahas masalah yang sama.


Dasar wanita, setiap kali laki-laki membuat kesalahan pasti marahnya berhari-hari, entah akan sampai berapa lama Kimmy marah pada Kalandra?


"Sayang itu Erika, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan dia," jelas Kalandra tapi Kimmy malah pura-pura tidur.


Kalandra menghela nafas berat, mungkin malam ini istrinya masih marah, tapi besok dia akan berusaha lagi agar istrinya mau memaafkan dirinya.


BERSAMBUNG 😁


Terimakasih para pembaca setia 😊