Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Taruhan sama suami


Satu hari telah berlalu kini semuanya berjalan kembali seperti biasanya.


Masalah burung juga akhirnya sudah tidak jadi masalah lagi, Aftar, Arga dan Vino, menjadikan semua itu menjadi pelajaran bahwa semuanya itu adalah salah mereka karena terlalu dekat dengan burung-burung peliharaan mereka dan melupakan istri-istri mereka yang juga sangat membutuhkan perhatian dari mereka.


Karena kesalahan yang mereka buat ini, akhirnya mereka bertiga dengan kompak meminta maaf pada istri-istri mereka dan hari ini juga mereka mengajak istri-istri mereka untuk pergi berlibur ke sebuah tempat yang indah dan tentunya mengajak istri-istri mereka untuk shopping.


Mereka pergi mengunakan satu mobil, kali ini Vino yang menyetir mobilnya.


"Vin, sepertinya kita harus menganti mainan kita selain burung," kata Aftar.


"Aku sudah tidak mau lagi lah Af, kamu tahu istriku menggoreng burung kesayanganku dan itu membuatku masih sedih," timpal Arga yang membuat semua yang ada di dalam mobil tertawa ngakak.


"Ternyata Vira kejam juga." Cetus Kinan yang diiringi tawa yang begitu lepas.


"Vir, aku suka gaya kamu. Aturan kemarin aku juga goreng saja burung peliharaan Mas Vino itu," sambung Caca yang menyesalinya kenapa kemarin tidak di goreng saja?


Kini Arga, Aftar dan Vino hanya bisa geleng-geleng kepala, apalagi melihat istri-istri mereka begitu akrab dan sangat kompak.


Di sepanjang perjalanan menuju ke sebuah tempat untuk berlibur, mereka saling bercanda dan tertawa. Sungguh persahabatan mereka ini begitu langgeng sampai sekarang.


Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah hotel yang dekat dengan pemandian air panas, disini mereka akan menghabiskan waktu bersama untuk berlibur. Setelah kemarin mereka sama-sama bertengkar dan perang dingin karena seekor burung.


Bahkan Aftar juga harus menjalani hukumannya dia tidur di sofa semalaman, sedangkan Arga tidur di batasi oleh bantal guling dan Vino juga harus merasakan dinginnya lantai karena Caca tidak mau tidur satu ranjang dengan dirinya.


*****


Setelah beberapa lama mencari sekretaris baru, akhirnya Kenzo juga menemukan sekertaris baru kali ini sekertarisnya seorang laki-laki yang kira-kira umurnya sekitar 23 tahun.


Banyak sebenarnya calon wanita yang cantik-cantik yang mendaftar untuk menjadi sekretaris Kenzo, tapi tentunya itu pantang sekali buat Melly.


Jadi bawaan Kenzo juga mencari aman jangan sampai seperti waktu itu lagi.


Melly juga hari ini tidak ikut ke kantor lagi, karena bawaan Kenzo juga sudah memberikan kabar kalau sudah menemukan sekertaris baru yang cocok untuk Kenzo.


"Mas ingat!! Kalau sekertarisnya gadis cantik, kamu harus langsung menolaknya!" tegas Melly sebelum Kenzo keluar dari kamar mereka.


"Sayang, kan mas sudah bilang, sekretarisnya seorang laki-laki muda," ujar Kenzo.


Padahal tadi malam sebelum tidur Kenzo sudah menceritakan tentang sekretaris barunya pada Melly, Kenzo juga bilang kalau sekertaris barunya ada seorang laki-laki muda tapi ya namanya wanita kalau sudah pernah kejadian ya bawahannya curiga mulu.


"Iya siapa tahu mas berbohong seperti waktu itu," sahut Melly mengingat Kenzo dengan kejadian yang telah berlalu.


"Tidak ada mas berbohong, mas juga tidak mau kalau harus tidur di sofa, jadi mas tidak akan berbohong pada kamu lagi istriku." Tandas Kenzo, gemas sekali dengan istrinya.


"Tapi mas, bagaimana jika ternyata sekertaris mas itu seorang wanita cantik?" tanya Melly, pikiran sudah traveling kemana-mana.


Kenzo menatap Melly dengan tatapan begitu dalam, kini tangannya langsung menarik dagu Melly dengan lembut, lalu mendekatkan wajah tampannya ke wajah cantik Melly.


"Jika mas berbohong, maka mas siap dihukum."


"Tapi jika mas tidak berbohong, maka kamu juga harus siap mas hukum sampai tepar."


"Bagaimana sayangku, apakah kamu setuju?"


Kenzo menatap licik istrinya, apalagi dirinya tidak berbohong jadi Kenzo juga yakin kalau dirinya tidak akan kalah.


"Diam kan, kalau aku mau di suruh gempur kamu siap sayang," batin Kenzo dalam hatinya.


"Hanya mobil, akan mas belikan. Lagian kali ini mas juga tidak akan kalah, mas juga tidak akan berbohong padamu!" Kenzo setuju dengan tawaran istrinya, lagian kalau hanya beli mobil Kenzo mampulah.


"Cupp...." Kenzo mencium bibir Melly dengan lembut, membuat Melly menatapnya kesal.


"Hush tidak boleh kesal, ini adalah sebagai tanda taruhan kita sayang," tutur Kenzo dan Melly menatapnya semakin kesal.


Dalam hati Melly taruhan apa? Aku kan hanya takut kalau Mas Ken kembali berbohong, coba bayangkan jika sekertaris baru Mas Ken itu seorang wanita lagi, aku pasti tidak akan tinggal diam lagi!


"Mana ada tanda taruhan seperti ini? Ini mah pagi-pagi Mas sudah menang banyak," celoteh Melly dengan raut wajah menggemaskan.


Kenzo tersenyum senang sebelum dia berangkat ke kantornya. "Sayang, siapkan saja tenaga untuk nanti malam!" kata Kenzo yang di iringi dengan tawa jail.


"Mass.....!!!"


Sebelum Melly melemparkan bantal kepada dirinya, buru-buru Kenzo keluar dari dalam kamar mereka dan menutup pintu kamarnya.


"Aish seorang istri cantik itu bisa tiba-tiba menjadi singa di saat sedang marah," batin Kenzo dalam hatinya.


Kenzo yang buru-buru pergi tiba-tiba dia menabrak tubuh kekar Kalandra.


Kalandra mendengus kesal. "Aish kakak, kamu seperti maling saja," oceh Kalandra kesal karena Kenzo menabrak dirinya.


"Singa betina aku mengamuk," jawab Kenzo dan dia buru-buru pergi meninggalkan Kalandra.


Entahlah Kalandra hanya menggelengkan kepalanya, sungguh mana ada singa betina di rumah ini? Kalandra tidak tahu kalau yang di maksud Kenzo adalah istrinya.


Kenzo langsung melajukan mobilnya menuju ke kantornya, sedangkan Kalandra malah kembali masuk ke dalam kamar untuk meny*s* lebih dulu pada istrinya.


"Aktivis pagi juga butuh asupan gizi yang cukup," batin Kalandra dalam hatinya.


Melihat suaminya kembali ke kamarnya Kimmy menatapnya dengan tatapan bingung.


"Ada apa mas?" tanya Kimmy dengan nada lembut.


"Mas butuh asupan gizi sebelum kerja sayangku," jawab Kalandra dan Kimmy hanya bisa diam karena dia paham maksud suaminya ini.


Tanpa menunggu suaminya menyuruh membuka bajunya, Kimmy sudah lebih dulu melakukannya bahkan g*n*ng kembar miliknya juga sudah menyembul keluar dan siap untuk Kalandra h*s*p.


Tanpa menunggu lama, Kalandra langsung memasukkan p*t*ng milik Kimmy ke dalam mulutnya, bahkan dia mey*d*tnya dengan kuat seperti bayi yang sedang merasakan haus.


Bukannya pergi ke cafe, ini bayi tua malah keenakan ny*s* di pagi hari.


*****


Sesampainya di kantornya Kenzo langsung masuk ke dalam ruangannya dan langsung bertemu dengan sekertaris barunya.


Melihat sekretaris barunya Kenzo terkejut, sungguh tidak percaya kalau dia adalah seorang anak muda yang dia kenal.


"Kamu...."


"Kak Kenzo....."


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia