Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Kejailan Melly pada Kenzo


"Kimmyyy......" Semuanya berteriak panik.


Kalandra terlihat begitu kawatir, dia langsung membopong Kimmy dan membawa Kimmy masuk ke dalam kamar.


Kalandra membaringkan Kimmy di atas tempat tidur, semuanya terlihat panik, Kinan langsung mengambil minyak kayu putih.


"Kimmy, kamu kenapa sayang?" tanya Kalandra, sungguh takut melihat istrinya tiba-tiba pingsan begitu saja.


Melly dan Vira sama-sama memijat kaki Kimmy, sedangkan Kinan mengusap minyak kayu putih di hidung Kimmy berharap Kimmy cepat sadar.


"Kimmy, kamu kenapa nak?" tanya Kinan, terlihat sangat kawatir pada Kimmy.


"Ken, tadi apa yang dikatakan oleh Dokter?" tanya Vira, pada menantunya itu.


"Mama, Kimmy sedang hamil dan kata Dokter kandungan Kimmy lemah ma, Dokter bilang Kimmy harus istirahat dan tidak boleh terlalu kelelahan." Jelas Kalandra sambil terus memegang tangan Kimmy.


Vira semakin kawatir, Aftar dan Arga juga tidak kalah kawatir tapi mereka berusaha tenang.


"Sayang, sadarlah! Jangan buat mas takut, Kimmy kamu kenapa?" Kalandra menepuk pipi Kimmy dengan lembut.


Kini semuanya menjaga Kimmy yang masih pingsan, Kinan dan Aftar menyuruh Kalandra membawa Kimmy ke rumah sakit.


Tapi Kalandra mencoba menunggu Kimmy beberapa menit, dan akhirnya Kimmy tersadar dari pingsannya.


Kimmy perlahan-lahan membuka matanya, lalu tangannya memegang erat tangan Kalandra sambil menatap Kalandra.


"Mas, kepala aku tiba-tiba pusing sekali, badanku juga lemas sekali." Jelas Kimmy dengan suara pelan.


Kinan dan semua yang ada di kamar itu sama-sama merasa lega.


"Kalan, mungkin itu bawaan bayi. Kamu jangan terlalu kawatir ya nak!" Pinta Vira, dengan senyuman begitu lembut pada menantunya itu.


"Iya Kalan, kandungan Kimmy juga kan lemah jadi banyakin istirahat saja ya nak." Timpal Kinan, sambil melihat Kimmy sambil tersenyum simpul.


Kini semuanya sudah tenang, akhirnya mereka semua meninggalkan Kimmy untuk istirahat dan hanya Kalandra yang menemani Kimmy di dalam kamar.


"Kamu mau mas buatkan teh hangat?" tanya Kalandra sambil menatap Kimmy.


"Tidak mas, Kimmy rasanya lemas sekali. Kimmy mau istirahat saja." Jawab Kimmy dan dia memilih memejamkan matanya, karena kepalanya juga pusing sekali.


Kalandra mengangguk dengan penuh kasih sayang, Kalandra setia menemani Kimmy yang sedang tidur dengan nyenyak.


Vira dan Arga juga langsung berpamitan pulang, mereka membiarkan Kimmy dan Kalandra menginap di rumah Kinan dan Aftar malam ini, entah sampai kapan Kalandra dan Kimmy akan menginap dirumahnya kedua orang tuanya Kalandra itu?


****


Melly dan Kenzo, mereka sudah masuk ke dalam kamar. Kini mereka sedang menonton televisi berdua di dalam kamar.


"Percayalah sayang kalau Kalandra pasti akan menjaga Kimmy dengan baik, kamu jangan pikirin macam-macam! Kamu juga kan sedang hamil," tutur Kenzo sambil mengecup kening Melly dengan lembut.


Melly mengelus-elus perutnya yang masih rata, benar kata suaminya dirinya juga sedang hamil jadi harus menjaga kandungannya dengan baik juga.


"Iya mas, aku akan menjaga calon buah hati kita dengan baik." Jawab Melly, terukir senyum bahagia di sudut bibirnya.


"Jika kamu ingin sesuatu katakan pada mas! Mas tidak mau kalau sampai anak mas ileran gara-gara pingin sesuatu tidak keturutan," kata Kenzo membuat Melly tersenyum jail, tentu saja otak Melly sudah di penuhi dengan kejailan untuk menjaili suaminya.


Tiba-tiba Melly memeluk Kenzo dengan erat, membuat Kenzo agak aneh, apalagi Melly jarang sekali memeluknya seerat ini kecuali Melly sedang menginginkan sesuatu.


Bahkan Melly dengan mesra memberikan ciuman di pipi Kenzo, membuat Kenzo merasa senang, ya biarpun ada yang aneh tapi kalau istrinya begitu mendadak romantis seperti ini, ya Kenzo sangat bahagia.


"Sayang, kamu kok mendadak romantis, katakan pada mas, kamu mau minta apa?" tanya Kenzo, kini kedua tangannya sudah memegang dagu Melly dengan lembut.


"Apa jika aku minta sesuatu, eh bukan aku mas tapi calon anak kita yang minta, apa mas akan menurutinya?" tanya Melly, ingin sekali tertawa tapi Melly berusaha menahannya.


Kenzo terdiam sambil berpikir, apakah bayi yang masih di dalam perut bisa meminta sesuatu? Apa ini yang dinamakan ngidam lagi?


"Memangnya anak kita minta apa sayang?" tanya Kenzo, dia ragu tapi tetap tersenyum manis pada Melly.


"Mas calon anak kita ingin mobil balap," celetuk Melly entah darimana ide jail ini?


Melly berusaha menahan tawanya, sambil berpikir apakah Kenzo akan menuruti kemauan konyolnya itu?


"Mobil balap?"


"Apakah tandanya anak kita laki-laki sayang?"


Kenzo terkejut, tapi pikirannya juga sudah traveling kemana-mana. Bayangkan saja jika anaknya laki-laki pasti anaknya akan semesum dirinya.


Melly geleng-geleng kepala, dia juga belum tahu jenis kelamin anaknya, lagian dia bicara juga asal jeplak saja.


"Aku tidak tahu mas." Jawab Melly dengan suara lirih.


"Baiklah, ayo kita berangkat ke sorum mobil sekarang!" Ajak Kenzo dengan semangat.


"Sungguh?!" Melly tidak percaya, dia melihat suaminya yang sudah beranjak dari tempat duduknya.


"Mas mau kemana?" tanya Melly pura-pura bodoh seketika.


"Bukannya kamu......"


BERSAMBUNG 😁


Terimakasih para pembaca setia 🙏